|
CMIIW, orang yang ditimpa musibah bencana alam
bukannya disetarakan dengan syahid?
tidak perlu kafan kan..
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, December 29, 2004 3:14
PM
Subject: [kasma1] Pedagang kain di ps.
mayestik
ini ada imel dari temen ke milist ku, aku mo share di sini :)
=kaklist=
di sisi lain, aku pingin sekali berbagi kisah nyata yang
mengharukan.. tadi pagi aku dan beberapa orangtua murid di sekolah
anakku ke pasar mayestik (pasarnya, bukan toko tekstil), untuk beli
kain kafan & selimut. Kami bawa uang amanah teman-teman, yang kami
pikir sudah banyak sekali.. lalu dengan yakin menanyakan harga kain
untuk kafan dan setelah dihitung-hitung, kami sampai terduduk karena
sadar bahwa ternyata uang yang kami bawa cuma cukup untuk kafan sekitar
20 jenazah.. rasanya pedih banget, membayangkan perbandingan angka
korban tewas dan jumlah kain yang bisa kami sumbangkan.. Padahal kami
belum tanya harga selimut... ada rasa putus asa, juga keinginan untuk
urung saja membeli kafan dan selimut.. mungkin sebaiknya masukkan ke
rekening2 bantuan saja uangnya...
di tengah diskusi & keraguan
untuk membeli, si empunya kios menghampiri kami, bertanya tentang
tujuan kami beli kain kafan sekian banyak. Kami ceritakan bahw! a ada
rekan yang akan berangkat ke Aceh dan kami ingin menitipkan bantuan.
Lalu beliau bertanya, apa boleh menitipkan bantuan juga? Dan begitu
kami iyakan.. langsung beliau menyuruh anak buahnya ke sana ke mari..
ternyata menyampaikan pada sesama pedagang kain tentang bantuan
untuk Aceh itu. Dalam waktu setengah jam, pedagang2 lain berdatangan
membawa setumpuk kain kafan dan bahan flannel yang sudah
dipotong-potong untuk jadi selimut, ada yg untuk anak, ada juga yang
untuk dewasa... jumlahnya ratusan.. dan semuanya disumbangkan. Mereka
sampai membantu mengangkut ke mobil, dan ketika para kuli angkut ini
mau kami berikan tip, mereka menolak. Bahkan sempat2nya mereka bilang
"titip salam bu untuk semua di Aceh.. semoga Allah segera mengangkat
penderitaan mereka"..
aku merinding.. sampai sekarang pun kalau
ingat kekagetanku ketika sekonyong-konyong banyak pedagang mendatangi
toko itu dengan setumpuk bahan, aku masih sesak dengan haru.. antar! a
pilu mempertanyakan kenapa harus lewat musibah yang seberat ini ya
Allah, kekompakan & toleransi terbangun...?? dan juga bahagia
karena ternyata masih begitu banyak hati yang tulus di bumi bangsaku
ini...
semoga saudara-saudara kita di Aceh bisa merasakan hangatnya
hati kita-kita di seluruh penjuru tanah air dan bahkan dunia,
menggenggam mereka dalam do'a..
aamiin
/hanni
__________________________________________________
Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe
milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis:
[EMAIL PROTECTED]
Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() |
|
![]() |
Yahoo! Groups Links
|