Kemaren liat iklan layanan masyarakat soal subsidi BBM versi bajuri.
Disebutkan angka 72 trilyun (klo gak salah pertahunnya).
Soal besarnya subsidi, gak usah dibahas lah... 
Entah itu betul atau bohong pertamina rugi, jg terserahlah.
Intinya gw sih gak keberatan klo cuma BBM yang naik, tanpa efek domino
ke harga lain.
Gw gak banyak make bensin kok. Dan gw bukan anak mall yang suka
keluyuran gak jelas.

Yang menggelitik itu, disebutkan bahwa 84% besar subsidi itu dinikmati
orang mampu.
Dari mana pemerintah bisa nyebut angka itu???
Dari yang beli BBM?

Justru itu nunjukin piciknya pemerintah bukan?
Secara langsung, memang.
Tapi harga2 turunannya kan dinikmati semua orang.
Klo pemerintah menaikkan premium sampe 40%...

mungkin kopi yang dinikmati bajuri itu 1000 perak segelas.
Tapi klo BBM naik? bisa 2000 perak bukan?

Belum lagi PLN yang sudah ikut2an 'pasang badan'...
Klo BBM naik sampe segitunya, pokoknya listrik harus ikut naik!

Pemerintah MUNGKIN dapet dana ekstra 72 trilyun.
Tapi rakyat PASTI bakal mengeluarkan dana ekstra total lebih dari 72 trilyun.

Lagipula, yakin tuh... 72 trilyun itu bakal bener2 jadi 'barang' ?
Bukannya cuma bakal 'mensubsidi' lebih sedikit orang?

Pemerintah cuma bisa kaya mpok minah:
'maaf... bukan kami mau mempersulit hidup rakyat...
tapi maaf... harga BBM memang harus naik'

Mungkin harus dibuat iklan layanan masyarakat tandingan...
Orang2 berdasi yang pada ngisi bensin ngobrol sambil ngeliat ke bajuri...
'orang2 kaya gitu tuh yang kesian klo bensin naek... 
Klo buat gw, paling gw gak bisa sering2 nongkrong di PS lagi...
Nongkrong dirumah aja, nonton DVD...'

-- 
Kind Regards,


Edo


Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL 
PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kasma1/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke