Sedikit ralat: Inventor memang keluaran Autodesk, tapi tidak running di platform AutoCAD. Standalone dan bisa running di platform windows. Bali dari ma? Solusi? :)

 

Sebetulnya yang salah pemerintah juo... alah talampau lamo masalah illegal software dibiarkan.

Sabananyo tiap software yg dijua, pasti ado versi free-nyo. Atau minimal yg labiah murah.

Free itu ndak buliah utk kepentingan komersial. (biasonyo tercantum di readme, yg ndak pernah awak baco).

 

AutoCAD bukan satu2nyo software buat drafting.

Ado AutoCAD LT yg labiah murah (versi ekonomis keluaran Autodesk)

Ado Microstation dan Powerdraft keluaran Bentley.

Tapi kalau ditanyo, diateh 80% urang mungkin cuma mengenal AutoCAD!

 

Bahkan sebetulnya konsep software drafting itu tidak terlalu sulit utk dibuat. (kecuali 3D ya...)

Ambo pernah membuat yg sederhana... dengan VB.

Tp indak sampai salasai :) masih byk bugs dan belum bisa utk print.

Waktu itu sekedar mempelajari prinsip flowchart software itu saja.

 

Samo jo photoshop... mungkin satu2nyo software image editing yg byk dikenal.

Pdhl byk software free/shareware yg kemampuannya cukup baik utk personal image editing.

Skrg byk pilihan utk indak menggunakan software illegal... klo memang kita mau.

 

Sayangnya pemerintah lepas tangan, tuntutan dari perusahaan untuk pemakaian software itu2 saja, yg relatif sangat mahal (baca requirement di iklan lowongan), lembaga pendidikan tidak memperkenalkan alternatif software (bahkan juga menggunakan illegal).

Karena itulah, jasa konsultan di Indo sangat murah... Semua org bisa bikin konsultan, tenaga2nya outsource saja cukup.

Asal punya komputer bisa beli software 15-25 ribu, bisa dikerjakan dirumah msg2. Sebetulnya tidak sehat utk kompetisi, apalagi kalau bicara ttg pasar bebas.

Tapi entah kenapa... pemerintah lebih suka ngubek2 BBM, listrik, air, parkir, dan pajak daripada meminimalkan pelanggaran hukum yg merugikan negara :)

Pdhl kerugian negara dari situ jauh lebih besar dari subsidi yang (katanya) diberikan.

Sorry jd OOT ^_^

 

Memang betul jokes jaman dulu:

Kalau org Inggris dulu terkenal dengan ‘Britain rules the waves’

Org Indonesia sekarang terkenal dengan ‘Indonesia waves the rules!’ (membelokkan/melanggar aturan)

 

 

Rgrds,

 

Edo

Fis3-93


From: Ahmad Ridha [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, February 19, 2005 4:49 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [kasma1] [OOT] Licensed sofware! - was - Jangan malu pakai pocket camera!

 

Teguh R wrote:

> Licensed software...
> Kemaren2 ini beli AutoCAD inventor beberapa biji untuk dept.
> engineering, satunya kira2 USD 6000.

> Software sama dengan mobil build-up, gak ada nilai tambah dalam negeri
> yang bisa dimasukkan. Harga yang dibayarkan akan menjadi pengeluaran
> devisa saja.

Tentunya orang beli software seperti AutoCAD bukan untuk iseng-iseng
namun untuk menghasilkan suatu produk. Kalau tidak mau mengeluarkan
devisa ya tentu harus ada orang Indonesia yang mampu membuat produk CAD
alternatif. Kalau tidak mampu ya cari yang secara legal gratis saja.

Namun memang masalah ini sudah terlalu berlarut-larut sehingga menjadi
(dianggap) buah simalakama padahal tidak mesti begitu. Allahu a'lam.

--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)




Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]





Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups Sponsor

Get unlimited calls to

U.S./Canada



Yahoo! Groups Links

Kirim email ke