Mufri Yandi wrote:
> hal yang dibicarakan bagus... bahwa pada intinya pria dan wanita itu (baca
> suami dan istri) harus saling memahami.. kalau cara tuturnya itu lain
> hal..
> yah biar isi pesan yg disampaikan jadi lebih menarik.. gak ada yg keluar
> dari ke dua bibir selain i'tibar dan pemisalan...
Memang niatnya baik namun niat baik saja tidak cukup kan. Penyampaiannya
kan tidak mesti melalui cerita yang mengada-ada apalagi berkaitan
masalah ghaib. Seperti dengan orang-orang bodoh jaman dulu yang
membuat-buat hadits palsu tentang pahala membaca surat-surat tertentu
dari al-Qur'an dengan alasan untuk menggiatkan orang dalam membaca
al-Qur'an. Mereka menganggap baik perbuatan mereka padahal hanya
memunculkan bid'ah yang menyimpangkan umat dari sunnah.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
"Barang siapa yang dengan sengaja berdusta atas namaku, maka dia telah
mempersiapkan tempat duduknya dalam api neraka." (HR. Bukhari, Muslim
dari Abu Hurairah)
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman (yang artinya):
"Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang
yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia
perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa
mereka berbuat sebaik-baiknya." (QS. al-Kahfi 18:103-104)
Allahu a'lam.
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL
PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kasma1/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/