Mufri Yandi wrote:
> tentunya rekan2 disini bisa lebih arif dalam memahami cerita yang
> disampaikan.. read between the line, membaca yang tersirat.. dan mengerti
> kalau thread tsb bukan dari Alquran atau kitab2 suci lain..
Sebelumnya mohon maaf jika tanggapan saya menimbulkan polemik. Saya juga
yakin bahwa sebagian besar rekan-rekan di sini cukup arif dalam
menyaring informasi namun faktanya adalah cukup sering kabar-kabar
buatan orang yang 'diagungkan' atas nama Allah dan Rasul-Nya. Mungkin
masih segar di ingatan kita tentang 'Wasiat dari Masjid Nabawi' (yang
sudah beredar sejak 90-an mulai dalam bentuk selebaran sampai e-mail)
dan mungkin Uda masih ingat tentang 'Doa Nabi Yunus' di milis kita ini
tahun lalu.
Kekhawatiran saya di sini adalah ketika niat baik menjadikan kita
bermudah-mudah dalam beramal. Mengenai topik penciptaan, rasanya cukup
keterangan dan hikmah-hikmah diciptakannya laki-laki dan perempuan yang
berasal dari sumber yang shahih.
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah
menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan
istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki
dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan
(peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga
dan mengawasi kamu." (QS. an-Nisaa' 4:1)
Beberapa poin dalam tulisan tersebut yang tidak saya setujui (selain
klaim 'cerita penciptaan') di antaranya:
- dua kalimat pertama 'Pada saat Sang Pencipta telah selesai menciptakan
pria. Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan wanita.' ->
Apakah Allah mungkin terluput dalam penciptaan?
- penetapan 'bahan-bahan' penciptaan wanita tanpa dalil yang shahih
> kita sendiri saat ini mempelajari hadist nabi dari apa yang dulu dilarang
> oleh nabi.. nabi melarang para sahabat membukukan hadist.. dan
> larangan tsb
> belum dicabut lho :-) .. islam dan ilmu fiqh menyebar dan berkembang
> di atas
> kebijakan pembukuan dari hadis2..
Hmm, masalah ini di luar topik awal namun perlu diketahui. Memang
Rasulullah pernah melarang penulisan ucapan-ucapan beliau selain
al-Qur'an. Akan tetapi kurang tepat jika dikatakan bahwa larangan
tersebut bersifat mutlak. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan
al-Bukhari dan Muslim yang mencatat perintah Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam agar pesan beliau dituliskan untuk Abu Syah.
Selanjutnya izin Rasulullah kepada Abdullah ibn 'Amr ibn al-Ash
radhiallahu 'anhuma untuk menulis ucapan beliau baik saat beliau senang
maupun marah. Juga keterangan dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu bahwa
Ibnu 'Umar radhiallahu 'anhuma mencatat hadits. Begitu juga kisah yang
diriwayatkan at-Tirmidzi tentang shahabat Anshar yang kesulitan
mengingat ucapan Rasulullah dan Rasulullah menyarankannya untuk
'menggunakan tangan kanannya'.
Kisah Abu Syah yang terjadi di akhir-akhir masa hidup Rasulullah (pada
tahun Fathul Makkah) dan riwayat lainnya menunjukkan perubahan hukum
tentang penulisan. Hadits pelarangan tersebut dijelaskan oleh para ulama
bahwa larangan tersebut di awal-awal Islam untuk mencegah tercampurnya
al-Qur'an dengan ucapan beliau selain al-Qur'an. Penjelasan lengkapnya
dapat dilihat di:
http://www.troid.org/articles/hadeeth/introductiontohadeeth/whenwereahadeethfirstwritten.htm
Semoga diskusi kita ini ada manfaatnya dan tidak menyeret kita pada
perdebatan. Segala kebaikan hanyalah dari Allah dan kesalahan datang
dari diri saya sendiri.
Allahu a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
>From Zaid bin Thaabit who said that Allaah's Messenger (salallaahu
alaihi wasallam) said, "May Allaah make pleasant (i.e. illuminate,
brighten) the man who heard a hadeeth from us, memorised it and then
conveyed it (to others) just as he heard it, for perhaps one who carries
fiqh (knowledge, understanding) is not one who understands it, and
perhaps he carries it to one who has greater understanding than him."
http://www.spubs.com/sps/apps_sharafashaabulhadeeth.cfm?SectionID=2
Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL
PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kasma1/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/