Saya ikut prihatin dengan berbagai kasus penyiksaan terhadap anakyeng dilakukan oleh orang dekat, karena saya juga memiliki dua oarng puteri yang satu balita dan yang satu lagi usia SD.
 Mudah-mudahan hal semacam itu tidak terjadi pada saya and keluarga , karena berbagai persoalan dunia yang sering membuat oarng gampang stress dan labil apalagi yang kurang mantap imannya/
o ya saya belum perkenalkan diri , saya alumni sma satu thn 1990 sekarang lagiberada diBanten. Profesi saya Dosen  Fakultas Ekonomidi Universitas Negeri (UNTIRTA) Serang.
Saya satu angkatan dengan Heni, Akmaloni, Harmalini ,Riviera YUana, Marfen ,ADI salmi dll
Saat ini saya lagi menyesaikan tesis topiknya tentang analisis preferansi konsumen dengan metodelogi conjint analysis, buat rekan -rekan yang mempunyai bahan tentang topik tersebut saya mohon bantuannya.
Dan kapan-kapan kalau ado Reuni Akbar SMAN 1 padang saya ingin ikut


fitria fitria <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Studi Profesionalisme Akuntan
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Indonesia accounting fair 2006
The accounting transformation : a breakthrough in today’s accounting

All at Auditorium FEUI Depok
 Accounting Competition
Monday, February 6 and 8th 2006
Participated by many teams from universities in Indonesia

Company Presentation and Recruitment
Tuesday – Wednesday, February 7-8th 2006
Participated by Deloitte and others, Come and bring your CV!!

Seminar and Talkshow
Tuesday, February 7th 2006
Governmental Accounting : A Contribution from Accountant for Good Government Governance
Behavioral Accounting : A Breakthrough  for A Better Business Performance
Social Accounting : Sustainability Reporting as New Paradigm in Company’s Report
Speakers :
Ir. Rachmat Witoelar * (Minister of Natural Environment Republic of  Indonesia )
DR. Binsar Simanjuntak CMA ( Chairman of  Governmental Accounting Standard Board )
Drs. Sukoyo ( State Auditor of Republic of Indonesia )
F. Antonius Alijoyo ( Member Good  Government Governance National Committee )
William Saelan ( Head of Remuneration Committee of Unilever Indonesia )
Hadi Fauzan (  Head of Government and Community Relation PT. HM Sampoerna Tbk. )
Aprilya Safarani, SE ( Client Accountant Manager Daya Dimensi Indonesia )
Dr. Ferdinand T. Siagian ( FEUI Lecturer )

Wednesday, February 8th 2006
Sharia Accounting : Its Prospect Beyond the Future
Brand Accounting : Valuating Brand Significance for Company Performance
Speakers :
Alfi Wijaya SE, Ak (Business Solution Executive of Karim Business Consulting )
Kafi Kurnia ( President Director of Interbrand )
Sandy Sugiharto ( Product Group Manager PT. HM Sampoerna Tbk.)
Prof. Sofyan Safri ( Former Commissioner of Bank Syariah Mandiri )
Theo M. Tuanakotta ( Founder  of Deloitte HTM+H )

Company Visit

Thursday, February 9th 2006
Coca   Cola Company, Badan Pemeriksa Keuangan, Astra Honda Motor

Participation fee :
    Seminar and Talkshow
        Student        IDR 50.000
        Public          IDR 100.000
    Seminar & Company Visit
        Student        IDR 75.000

Reservation :
Dwiayutia
08159142506


Herman Abdullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kenapa harus selalu anak2 yang jadi korban?
Berapa banyak lagi para pengecut di bumi ini??
 
Mampukah kita sebagai masyarakat mengambil peran melindungi
mereka? Ketika beberapa orangtua dan keluarga dekat telah
lari dari tanggung jawab mereka.......
 
 
------------
 

 Dari milis tetangga, sedih banget ya...

 Taman Yang Paling Indah Hanya Taman Kami
 - untuk RR


 Allah yang baik,
 senang deh aku sudah di sini
 tak ada lagi mama yang galak
 dan paman yang sering membentak

 Allah yang baik,
 bolehkah aku bergabung
 dengan teman-temanku di sebelah sana
 yang sedang menyanyi gembira,
 "taman yang paling indah hanya taman kami..."

 aku suka sekali lagu itu
 tapi tak pernah bisa menyanyikannya sepenuh hati
 karena sebelum ini,
 aku hanya bisa mendengar lagu itu
 dari balik dinding rumah
 sayup-sayup
 seperti memanggil-manggil untuk bergabung, bergembira
 tapi aku bukan burung yang punya sayap
 aku tak bisa terbang ya Allah,
 keluar barang sebentar dari rumahku yang pengap

 Setiap pulang sekolah
 dan ayah sedang tak ada di rumah
 paman menyuruhku rebah
 kadang-kadang menghadapnya, kadang-kadang
 membelakanginya.
 lalu aku tak tahu apa yang dilakukannya, ya Allah
 tapi rasanya sakit sekali
 badanku sakit
 tulangku sakit
 pahaku sakit
 mataku sakit
 karena airmataku habis menahan jerit.

 Allah yang baik,
 aku kangen ibu, bukan mama
 mama bukan ibu yang melahirkanku
 mama adalah istri ayah yang baru
 yang lebih sayang pada anaknya sendiri
 bayi mungil yang lucu

 aku sih sayang pada adikku itu, ya Allah.
 tapi aku takut, setiap kali aku mencium adik
 tangan mama mampir di wajahku,
 rasanya lebih sakit dari kejedot kusen pintu.
 setiap kali aku mencubit pipi montok adik
 tangan mama memuntir kupingku
 sampai hampir putus rasanya, ya Allah.
 mungkin satu kali pernah berdarah aku tak ingat lagi

 Allah yang baik,
 pernah satu kali mama membekap mulutku rapat-rapat
 aku seperti ikan di pasar, yang megap-megap ingin
 hidup
 aku menjerit memanggil-manggil ayah
 tapi mama semakin kencang mencekik leherku
 seperti film-film pembunuhan yang pernah kulihat
 di televisi. betul ya Allah, aku nggak bohong, lho.
 di sekolah aku kan diajar bu guru nggak boleh bohong,
 baik kepada orang lain apalagi kepada Allah.

 Tapi mungkin memang aku yang cengeng ya Allah,
 aku selalu menangis bila paman
 melakukan terus menerus perbuatannya yang membuatku
 sakit
 aku pernah berpikir untuk mengambil pisau dan
 menusuknya seperti pada sinetron-sinetron yang pernah
 kulihat.
 tapi aku tak pernah berani.
 bahkan ketika ayah sedang di rumah, dan memelukku pun,
 aku tak berani bercerita apa-apa kepadanya.

 Di buku-buku cerita, aku lihat anak-anak seumurku
 selalu manja
 pada ayah dan ibunya
 mereka bisa naik pundak sampai menginjak kepala
 lalu tertawa-tawa bersama.
 lalu orangtua menggelitiki perut anak-anaknya
 menciumi sepuasnya-puasnya, sampai si anak memang
 rasanya
 seperti hampir mati juga
 tapi mati karena rasa geli dan bahagia
 mengapa hal itu tak pernah terjadi padaku, ya Allah?

 Apakah para penulis di buku-buku cerita itu berbohong,
 mereka hanya mengarang yang indah-indah saja?
 kalau begitu hukumlah mereka ya Allah
 karena membuat anak-anak sepertiku tambah sedih
 tak pernah merasakan apa yang mereka tulis di
 buku-buku itu.

 Teman-temanku di sekolah selalu ngomong tentang plei
 stesyen
 dan boneka berbi,
 aku tak pernah iri lho, ya Allah.
 bener deh, suwer!
 aku tak pernah iri soal mainan
 aku ingin hanya ada dua ciuman berbarengan
 dari mama di pipi kanan, dari ayah di pipi kiri
 kalau ayah pulang ke rumah,
 mama kadang-kadang mau tersenyum padaku, aku akui itu
 ya Allah,
 tapi tetap saja dia tidak pernah mau menciumku.

 Aku ingin sekali ingin bercanda dengan mama dan adik
 kecilku yang lucu,
 apalagi kalau ayah sedang tidak di rumah.
 tapi selalu aku disuruh mama menemani paman,
 yang membuatku terus menjerit kesakitan.

 Ya Allah,
 kenapa mama tak pernah mengelus airmataku ketika aku
 kesakitan?
 kenapa mama malah menampar wajahku berulang kali?
 kenapa mama malah membekap mulutku begitu kencang?
 kenapa mama malah mencekik leherku seperti teman-teman
 mencekik belut sampai mati pada perlombaan tujuh belas
 agustus di sekolah?

 Allah yang baik,
 tapi sekarang aku gembira, suwer!
 di sini banyak sekali teman-temanku
 yang bernyanyi riang.

 bolehkah aku bergabung dengan mereka sekarang ya
 Allah,
 aku ingin sekali menyanyikan, "taman yang paling
 indah..."
 mumpung sedang nggak ada mama dan paman.
 boleh ya?

 Oh iya, kalau Allah nggak keberatan
 sekalian panggil saja semua kawan-kawanku yang tak
 pernah menyanyikan
 lagu di rumah mereka dengan bahagia. semua
 kawan-kawanku yang selalu menangis kesakitan.

 biarkan kami semua bernyanyi di sini saja ya Allah,
 menyanyi bersama-sama, menari bersama-sama, tertawa
 bersama-sama,
 berpelukan bersama-sama, dorong-dorongan,
 pukul-pukulan, cubit-cubitan,
 lalu menyanyi lagi bersama-sama sambil bergandengan
 tangan.

 boleh kan ya Allah?

 oh iya, sebelum aku bergabung bersama teman-teman di
 sana,
 namaku Riska Rosiana.
 Allah bisa memanggilku Riska atau Rosi,
 atau dipanggil Ana juga boleh.

 Dadah Allah,
 aku mau ikut nyanyi dulu ya?
 Allah nggak akan marah seperti mama, 'kan?



 akmal n. basral
 jakarta. 17.01.06

 * * * *


 ANAK-ANAK ITU PERGI DENGAN LUKA

 ...


 ***

 LUPAKAN sejenak kepedihan Lintar. Lihatlah kegemparan
 yang meledak di Perumahan Sengkang, Cilincing, Jakarta
 Utara, pada suatu pagi Senin dua pekan lalu. Warga
 menemukan pemandangan mengenaskan. Riska Rosiana, 7
 tahun, meninggal di rumahnya dengan sebagian tubuhnya
 sudah dikerumuni semut. Di rumah petak itu pelajar
 kelas dua Madrasah Al-Islamiyah tersebut tinggal
 bersama ayahnya, Daeng Amran, 55 tahun, dan ibu
 tirinya, Idawati, 39 tahun, dan seorang adik tirinya
 yang berumur 14 bulan.

 Riska meregang nyawa dengan kepedihan. Malam sebelum
 ia meninggal, ia diperkosa dan disodomi oleh adik
 ibunya, Ambo Ase, 25 tahun, di kamarnya. Tindakan sang
 paman membuat Riska menangis kesakitan. Gadis cilik
 ini membawa tangisnya ke ruang tamu. Bukannya bantuan
 yang datang, tangis itu justru membuat Idawati murka.
 Idawati naik pitam dan membekap mulut Riska dengan
 kain dan kemudian mencekiknya. Riska terdiam. Idawati,
 yang menyangka bocah perempuan itu sudah tertidur,
 segera meninggalkan Riska. Ia tak sadar, saat itu
 bocah malang tersebut sudah menjadi mayat.

 Kepada tetangganya, Idawati dan Amran, suaminya, yang
 baru pulang pada pagi hari, menyatakan Riska meninggal
 karena sakit. Tapi sejumlah warga yang curiga
 melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Polisi datang
 dan mengirim mayat itu ke RSCM. Dokter Mun'im Idris,
 pakar forensik yang melakukan autopsi terhadap jasad
 Riska, memastikan: bocah malang itu meninggal karena
 kehabisan napas akibat cekikan. Â"Ada bekas kuku di
 dekat telinganya,Â" kata Mun'im.

 Idawati dan Ambo kini mendekam di tahanan Polsek
 Cilincing. Ambo mengaku perbuatan bejatnya itu sudah
 dilakukannya selama dua bulan. Â"Saya sudah sepuluh
 kali memperkosa Ika,Â" katanya. Idawati juga mengaku
 dirinya mencekik Riska. Â"Karena tidak diam-diam, dia
 saya cekik dan mulutnya saya sumpel pakai kain,Â"
 ujarnya. Polisi menjerat Ambo dan Idawati dengan
 pasal-pasal KUHP tentang perbuatan cabul terhadap anak
 dan menghilangkan nyawa orang. Ancaman terhadap pelaku
 perbuatan ini, penjara 15 tahun. Selain itu, ujar
 Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Dede Suryana,
 kedua orang ini akan dijerat dengan Undang-Undang
 Perlindungan Anak.

 Adapun jasad Riska kini sudah terbaring di kampung
 halaman ibu kandungnya di Desa Tanjungkerta,
 Indramayu. Sejumlah warga menancapkan pisau dan alu di
 atas kuburannya. Warga percaya arwah Riska akan
 menuntut balas. Â"Gunakan pisau itu untuk membalas
 dendam, Nak. Balaskan kemarahan kami...,Â" ujar
 sejumlah warga sambil menaburkan kembang di atas
 pusara Riska.

 ***

 Sumber: Tempo, 16 Januari 2006


Do you Yahoo!?
With a free 1 GB, there's more in store with Yahoo! Mail.

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke