yang mantap kl jalan di jalur pantura.. truk2 yg super lamban itu gak pernah mau jalan di lajur kiri, selalu aja di kanan.. mungkin sopirnya lg mengkhayal dia ngebut pake sedan... :)
 
warm regards
-Rp-


edo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ah dasar truknya aja yang dodol...!!
Yang jadi biang macet di jalan tol itu kan justru truk2 itu. Bisa sampe 40 kpj aja udah bagus banget... Polisi malah gak pernah ngusir truk itu keluar tol. Meskipun di jalan tol minimal 60 kpj. Udah gitu sering banget mogok atau ban vulkanisirnya pecah. Oh ya... surprise...!!! Yang sering bikin macet tol jalan kota itu truk. Konyol klo mereka justru akhirnya ngeluh jalan tol macet. Tadi siang baru ada yang terjun dari triple decker tomang.... gak kuat remnya, apa lagi klo bkn karena overload atau truknya gak terawat kondisinya?
Jalan rusak? Ya terang aja rusak klo terus dilewatin truk2 segede bagong yang pada overload. Overloadnya gak kira2 pula...
Klo pengusaha2 itu mau jalan ke pelabuhan lebih lancar mestinya tau diri dan truk2nya dibenahi supaya gak bikin macet tambah parah. Jangan melulu bawa muatan overload. Klo mau biaya operasional gak gede karena macet, jangan keluar pas jam rame!
Bodoh klo pemerintah nurut sama mereka... 
 
edo
 

 
Jakarta, Kompas

Pertumbuhan pesat perusahaan yang ada di kawasan industri seputar Jakarta tidak diimbangi pembangunan infrastruktur jalan menuju jalan tol yang memadai. Akibatnya, kepadatan dan kemacetan selalu terjadi sehingga aktivitas industri yang kebanyakan berorientasi ekspor terganggu.
Dari pemantauan Kompas di kawasan industri Cikarang dan Cibitung yang kini dihuni sekitar 2.000 perusahaan, Kamis (2/2), terjadi kemacetan yang parah di jalan menuju pintu tol.
Kondisi itu terutama terjadi pada jam sibuk, yakni pukul 06.30 sampai 09.00 dan
pukul 15.30 sampai 18.30. Berbagai kendaraan, antara lain kendaraan pribadi, truk
peti kemas, mobil boks, angkutan kota, dan bus karyawan, berbaur dalam
kemacetan.
Nilai ekspor dari kawasan ini diperkirakan mencapai 10 miliar dollar AS. Total
ekspor nonmigas nasional tahun 2005 mencapai 66,316 miliar dollar AS.
Namun, sejauh ini akses jalan ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek tak mengalami
banyak peningkatan. Bahkan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yutaka Iimura
pada November 2004, saat peluncuran ekspor perdana mobil Toyota Innova, sudah
mengeluhkan kondisi akses jalan yang sangat tidak mendukung ekspor.
Perjalanan dari Jakarta ke pintu tol Cikarang yang berjarak 30 kilometer bisa
ditempuh sekitar 20 menit pada pukul 06.30. Namun, jarak dari pintu tol ke kawasan
East Jakarta Industrial Park (EJIP)—sekitar tiga kilometer—harus ditempuh 35
menit akibat padatnya kendaraan.
Bahkan, perjalanan dengan menumpang salah satu truk yang memuat peti kemas
dari kawasan industri di Cikarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok pada siang hari
sering terhenti akibat kemacetan di beberapa lokasi. Kondisi jalan yang rusak di
beberapa tempat juga membuat kendaraan memperlambat kecepatannya.
Presiden Direktur PT East Jakarta Industrial Park Seiji Katayama mengatakan,
pemerintah harus serius memikirkan akses jalan yang lebih baik agar industri yang
mayoritas melakukan ekspor tidak terganggu. Pembangunan infrastruktur jalan
harus mengikuti perkembangan industri yang ada.
”Kami sebagai pengelola kawasan industri menghadapi kesulitan untuk menarik
investor ke Indonesia jika akses jalan mengalami kemacetan setiap hari. Karena itu,
pemerintah harus mengatasi kemacetan untuk seluruh industri yang mendorong
ekspor,” ujar Katayama.

Pengalaman Thailand
Direktur PT East Jakarta Industrial Park Herman Latief mengatakan, Thailand juga
pernah menghadapi masalah seperti Indonesia, yaitu angkutan barang ke
pelabuhan hanya bisa satu trip. Namun, kini Thailand membangun infrastruktur
yang layak dari kawasan industri ke pelabuhan sehingga jarak 100 kilometer ke
pelabuhan bisa dilakukan sebanyak lima trip.
Selain mengganggu pengiriman barang, Senior Manager Logistic Department PT
Indonesia Epson Industry Hasanuddin mengaku produksi bisa terhenti karena
bahan baku terlambat tiba. Jika produksi dihentikan, katanya, produsen terpaksa
menanggung malu karena harus melobi konsumen di luar negeri agar menerima
keterlambatan pengiriman barang.
Pengiriman barang dengan truk peti kemas dari kawasan industri di wilayah
Karawaci, Tangerang, yang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,
membutuhkan waktu empat jam akibat kemacetan di Jalan Tol Tomang. Truk
praktis membutuhkan waktu tiga jam untuk melewati wilayah Puri Kembangan,
Jakarta Barat, hingga ke pintu tol Tomang yang berjarak sekitar lima kilometer.
Jarak Karawaci ke Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 35 kilometer. Dalam kondisi
normal, jarak itu bisa ditempuh truk peti kemas sekitar satu setengah jam. Namun,
faktanya perjalanan truk membutuhkan waktu empat jam.
Menteri Perhubungan Hatta Radjasa mengatakan, kemacetan lalu lintas memang
sering kali tak bisa dihindari. Ini karena volume kendaraan yang melintas sudah
melebihi kapasitas jalan.
Hatta mengatakan, tidak ada pilihan selain membangun jalan baru atau
pembangunan kereta pelabuhan sebagai alternatif transportasi angkutan barang
ekspor dan impor. ”Program kami sendiri adalah merampungkan pengoperasian
kereta pelabuhan pada tahun ini juga,” kata Hatta. (OTW/BOY)


Brings words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.

Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Sma connector Sma Sma to bnc
Alumni Hotel padang Padang hotel


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke