ternyata kita ga belajar dari kesalahan masa lalu "sejarah"

dan saling menyalahkan (semisal pengusaha salahin pemerintah dan 
sebaliknya contoh "perkataan mentri yg nyalahin pengusaha dlm hal 
kenaikan tdl misalnya -mgk ada yg tahu mentri apa itu, tp jglah kita 
sebutin orgnya)
padahal sejarah itu ada dan diciptakan buat pembelajaran buat kaum 
sesudahnya (ya kita ini),..dan kita hendaknya jgn meninggalkan 
kenangan/sejarah yg jelek...mungkinkah?

bagi sebagian org berita ini basi (bosan mandanganyo) shg lahir 
pendapat jika tidak mengenai dirinya gpp, klo orang lain mang gue 
pikirin??...

kebosanan ini juga yg membuat org lari dan mencari pelarian misalnya 
menyalurkan hobi olahraga, musik, menjalankan rutinitas lain yg ga 
berbau politik ato pemerintahan misalnya

ato kebosanan juga yg menyebabkan banyak org menjadi komentator 
tangguh, merasa bahwa ia lah yg paling benar dan apa yg dilakukan 
org lain adlh salah belaka...hmm,,,mmmm

tp bukan berarti kita harus ikutan2 ribut dan marah tanpa arti 
bukan? hehe,, 
setidaknya kita bisa berbuat yg lebih baik dalam ruanglingkup yg 
lebih "kecil" dan tidak menjadi "oknum" yg dihujat org padahal dlm 
suatu sistem yg bagus menurut sudut pandang manusia kebanyakan

oh,..tidak....
lagi2 tol, BBM, listrik,...beras...pupuk...kayu...
benar manusia "oknum" itu tidak pernah merasa puas....!!
benar manusia "oknum" itu senantiasa zalim.....!
benar manusia "oknum" itu senantiasa lalai dan lupa....!!

bagaimana dgn kita??

andri


--- In [email protected], "edo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ah dasar truknya aja yang dodol...!!
> Yang jadi biang macet di jalan tol itu kan justru truk2 itu. Bisa 
sampe 40 kpj aja udah bagus banget... Polisi malah gak pernah ngusir 
truk itu keluar tol. Meskipun di jalan tol minimal 60 kpj. Udah gitu 
sering banget mogok atau ban vulkanisirnya pecah. Oh ya... 
surprise...!!! Yang sering bikin macet tol jalan kota itu truk. 
Konyol klo mereka justru akhirnya ngeluh jalan tol macet. Tadi siang 
baru ada yang terjun dari triple decker tomang.... gak kuat remnya, 
apa lagi klo bkn karena overload atau truknya gak terawat kondisinya?
> Jalan rusak? Ya terang aja rusak klo terus dilewatin truk2 segede 
bagong yang pada overload. Overloadnya gak kira2 pula... 
> Klo pengusaha2 itu mau jalan ke pelabuhan lebih lancar mestinya 
tau diri dan truk2nya dibenahi supaya gak bikin macet tambah parah. 
Jangan melulu bawa muatan overload. Klo mau biaya operasional gak 
gede karena macet, jangan keluar pas jam rame!
> Bodoh klo pemerintah nurut sama mereka... 
> 
> edo
> 
> 
> -------------------------------------------------------------------
-------------
> 
> 
> Jakarta, Kompas
> 
> Pertumbuhan pesat perusahaan yang ada di kawasan industri seputar 
Jakarta tidak diimbangi pembangunan infrastruktur jalan menuju jalan 
tol yang memadai. Akibatnya, kepadatan dan kemacetan selalu terjadi 
sehingga aktivitas industri yang kebanyakan berorientasi ekspor 
terganggu.
> Dari pemantauan Kompas di kawasan industri Cikarang dan Cibitung 
yang kini dihuni sekitar 2.000 perusahaan, Kamis (2/2), terjadi 
kemacetan yang parah di jalan menuju pintu tol.
> Kondisi itu terutama terjadi pada jam sibuk, yakni pukul 06.30 
sampai 09.00 dan
> pukul 15.30 sampai 18.30. Berbagai kendaraan, antara lain 
kendaraan pribadi, truk
> peti kemas, mobil boks, angkutan kota, dan bus karyawan, berbaur 
dalam
> kemacetan.
> Nilai ekspor dari kawasan ini diperkirakan mencapai 10 miliar 
dollar AS. Total
> ekspor nonmigas nasional tahun 2005 mencapai 66,316 miliar dollar 
AS.
> Namun, sejauh ini akses jalan ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek tak 
mengalami
> banyak peningkatan. Bahkan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia 
Yutaka Iimura
> pada November 2004, saat peluncuran ekspor perdana mobil Toyota 
Innova, sudah
> mengeluhkan kondisi akses jalan yang sangat tidak mendukung ekspor.
> Perjalanan dari Jakarta ke pintu tol Cikarang yang berjarak 30 
kilometer bisa
> ditempuh sekitar 20 menit pada pukul 06.30. Namun, jarak dari 
pintu tol ke kawasan
> East Jakarta Industrial Park (EJIP)-sekitar tiga kilometer-harus 
ditempuh 35
> menit akibat padatnya kendaraan.
> Bahkan, perjalanan dengan menumpang salah satu truk yang memuat 
peti kemas
> dari kawasan industri di Cikarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok 
pada siang hari
> sering terhenti akibat kemacetan di beberapa lokasi. Kondisi jalan 
yang rusak di
> beberapa tempat juga membuat kendaraan memperlambat kecepatannya.
> Presiden Direktur PT East Jakarta Industrial Park Seiji Katayama 
mengatakan,
> pemerintah harus serius memikirkan akses jalan yang lebih baik 
agar industri yang
> mayoritas melakukan ekspor tidak terganggu. Pembangunan 
infrastruktur jalan
> harus mengikuti perkembangan industri yang ada.
> "Kami sebagai pengelola kawasan industri menghadapi kesulitan 
untuk menarik
> investor ke Indonesia jika akses jalan mengalami kemacetan setiap 
hari. Karena itu,
> pemerintah harus mengatasi kemacetan untuk seluruh industri yang 
mendorong
> ekspor," ujar Katayama.
> 
> Pengalaman Thailand
> Direktur PT East Jakarta Industrial Park Herman Latief mengatakan, 
Thailand juga
> pernah menghadapi masalah seperti Indonesia, yaitu angkutan barang 
ke
> pelabuhan hanya bisa satu trip. Namun, kini Thailand membangun 
infrastruktur
> yang layak dari kawasan industri ke pelabuhan sehingga jarak 100 
kilometer ke
> pelabuhan bisa dilakukan sebanyak lima trip.
> Selain mengganggu pengiriman barang, Senior Manager Logistic 
Department PT
> Indonesia Epson Industry Hasanuddin mengaku produksi bisa terhenti 
karena
> bahan baku terlambat tiba. Jika produksi dihentikan, katanya, 
produsen terpaksa
> menanggung malu karena harus melobi konsumen di luar negeri agar 
menerima
> keterlambatan pengiriman barang.
> Pengiriman barang dengan truk peti kemas dari kawasan industri di 
wilayah
> Karawaci, Tangerang, yang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta 
Utara,
> membutuhkan waktu empat jam akibat kemacetan di Jalan Tol Tomang. 
Truk
> praktis membutuhkan waktu tiga jam untuk melewati wilayah Puri 
Kembangan,
> Jakarta Barat, hingga ke pintu tol Tomang yang berjarak sekitar 
lima kilometer.
> Jarak Karawaci ke Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 35 kilometer. 
Dalam kondisi
> normal, jarak itu bisa ditempuh truk peti kemas sekitar satu 
setengah jam. Namun,
> faktanya perjalanan truk membutuhkan waktu empat jam.
> Menteri Perhubungan Hatta Radjasa mengatakan, kemacetan lalu 
lintas memang
> sering kali tak bisa dihindari. Ini karena volume kendaraan yang 
melintas sudah
> melebihi kapasitas jalan.
> Hatta mengatakan, tidak ada pilihan selain membangun jalan baru 
atau
> pembangunan kereta pelabuhan sebagai alternatif transportasi 
angkutan barang
> ekspor dan impor. "Program kami sendiri adalah merampungkan 
pengoperasian
> kereta pelabuhan pada tahun ini juga," kata Hatta. (OTW/BOY)
>






Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL 
PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kasma1/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke