Ehm....salut de buat teman2 KBMSB, kalo yang aku liat sekarang...tampaknya anggota KBMSB semakin aktif di dalam KBMSB. Meskipun saya dulu bukan orang yang aktif dalam KBMSB....tetapi sampai saat ini saya masih tetap mengikuti perkembangan aktivitas KBMSB. Apalagi buat adek2 yang angkatan bawah....wah semangatnya diacungi jempol deh.
Berharap semoga semangatnya ga pernah surut seperti sesepuh kita yang tadi ada tersebut dalam orang2 yang ada dalam artis "ngamen".
 
Bobby Formula....ya...penulis tidak mendeskripsikan siapa dia....Tapi yang saya tahu dialah orang yang paling aktif di KBMSB ini...pengabdiannya buat KBMSB hebatlah. Dan mungkin dia juga yang mempengaruhi angkatan2 bawah ini untuk jadi semangat di KBMSB (....tul ga ya.....???? ). Dan dialah yang saya bilang sesepuh pada kata di awal.
 
Ok lah....semangat terus buat KBMSB!
Bravo.......KBMSB!
 
 
Regards,
Feby


BOBBY FORMULA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ketika si KBMSB'er Menjadi Tua
Suatu ketika kelak, seorang nenek bangkotan yang sudah hampir habis dimakan usia akan terdengar suka menuturkan cerita kepada anak-cucunya yang ia ambil dari kisah nyata hidupnya di masa muda, dimana ia hidup sebagai seorang mahasiswi aktivis di sebuah organisasi  bernama KBMSB.
Menceritakan tentang keberadaan KBMSB kepada orang-orang adalah bagian favorit dalam hidupnya.
Meskipun buluh hidungnya sudah hampir rontok seluruhnya yang menandakan nafas yang bisa keluar dari hidungnya hanya tinggal sebentar, namun segala kenangan dari peristiwa yang ia alami selama menjadi seorang aktivis KBMSB masih terpatri mantap dalam ingatannya. Begitu terurut dan tersusun rapi, jadi setiap kali anak cucunya meminta ia mengulang cerita yang pernah ia ceritakan, ia bisa menuturkan sama persis seperti pertama kali ia ceritakan.  
 
Si nenek bukanlah seorang pejuang perang kemerdekaan ataupun tokoh revolusi, jadi jangan harap ia akan mampu bercerita soal peritiwa-peristiwa heroik yang sering  ditemui dalam  peperangan ataupun peristiwa revolusi yang bersejarah. Karena semasa hidupnya di negeri dimana ia tinggal, setelah tahun '45 sama sekali tidak ada lagi perang kemerdekaan menentang tirani dan sama sekali tidak ada lagi rovolusi. Paling juga yang terdengar dengungan reformasi ; aksi para demonstran yang menuntut harga BBM dengan cara membakar-bakar ban yang asapnya bergulung-gulung mengerikan sebagai gambaran begitulah juga nasib mereka yang mengerikan; provokator yang berteriak-teriak menyulut kerusuhan missal ; tawuran antar kampung dan pelajar ; pemerkosaan ; kelaparan dan busung lapar ; pandemi flu burung ; banjir ; gempa bumi;  dan beberapa bom yang meledak-ledak memakan korban manusia-manusia yang tak tahu-menahu apa kesalahannya harus menanggung perbuatan keji para teroris yang biadab.
Semua peristiwa-peristiwa itu kerap kali terjadi di negeri dimana ia berdiam.
Indonesia namanya.
Si nenek sama sekali tidak pernah mengalami dan terlibat langung pada berbagai peristiwa-peristiwa yang memilikan hatinya tersebut. Dia cuma bisa mendengar berita tentang peristiwa itu mengalir dari mulut ke mulut dan dari telinga ke telinga, dan hal itu yang membuat ia menjadi sama sekali tidak memilikii kemampuan menceritakan dan menggambarkan kepada anak-cucunya secara detail, kecuali cerita dari peristiwa yang ia alami langsung sebagai seorang aktivis di KBMSB yang menjadi keahliannya.
 
Jadi, setiap kali si nenek bercerita maka yang akan selalu diceritakan adalah kegiatannya selama ber-KBMSB dengan begitu detail, dan semisalnya adapun kisah yang lain, paling juga yang ia tuturkan adalah satu dari dua kisah asmaranya yang pernah terjalin semasa muda yang tak berujung ke pelaminan.
Dan selidik punya selidik, ternyata kisah asmaranya yang tak berujung ke pelaminan itupun ia jalin dengan seorang pemuda yang juga adalah seorang sesama aktivis KBMSB.
 
"Kisah asmara yang begitu getir", kenangnya suatu kali waktu sambil memeras ingus dan menyeka air matanya yang meleleh di pipi demi mengingat kisah asmaranya yang pupus di tengah jalan itu, dihadapan anak cucunya.  
 
Barangkali setiap kali bercerita si nenek akan duduk di atas sebuah kursi goyang sambil mengisap Dji Sam Soe dikerumuni oleh anak-cucunya yang kelihatan serius mendengar ceritanya, dan barangkali juga sebagian ada yang sambil mendengar cerita coba mengurut-urut betis dan puggung keriput si nenek agar semakin semangat bercerita.
 
Untuk semua itu, dia mulai bercerita, dan ceritanya adalah kisah tentang kegiatan malam pencarian dana natal KBMSB dengan mengamen di Cibadak pada Sabtu malam, 12 November 2005.
 
Beginilah ceritanya: "Udara terasa begitu dingin dengan cahaya  bulan dan bintang  menembus awan tipis  menerangi malam kami waktu itu. Hampir jam 9 malam , kami yang waktu itu dibalut oleh semangat yang bergelora, tiba di cibadak dengan tujuan mengamen guna menggalang dana Natal kbmsb 2005.
Kami berjumlah 12 orang, rombongan yang berangkat waktu itu:
Rudy Bony Siagian : Anggota KBMSB angkatan 2004, kuliah di Teknik Geologi ITB. Dari bentuk bibir dan susunan giginya, orang-orang sudah bisa memastikan bahwa dia samasekali tidak bisa menyanyi. Namun kalo soal semangat mengabdi di KBMSB dia salah satu yang terbaik di angkatannya, dan semangat itulah yang mengantarkan dia turut ikut mengamen dalam usaha menggalang dana Natal KBMSB 2005, meskipun kualitas suaranya mirip kaleng rombeng.
Andar Tampubolon : Anggota KBMSB angkatan 2002, Kuliah di Teknik Sipil ITB. Secara fisik orang-orang menyebut dia mirip artis kondang, ELO, tapi jangan harap suaranya bisa mirip, karena kualitas suaranya cuma unggul tipis dari si Rudy Bony.
Ruth Sihotang: Anggota KBMSB angkatan 2002, Kuliah di Psik UNPAD. Merupakan VJ dari kegiatan mengamen ini. Diantara semua peserta yang mengamen, harus diakui, cuma kualitas suaranyalah yang memang terdengar di atas rata-rata. Batuknya aja pun sudah enak kedengaran.Dia juga tau sedikit soal solmisasi sehingga dipercayakan untuk melatih rombongan yang mengamen malam itu. Namun seperti ungkapan yang mengatakan,"tak ada manusia yang sempurna ", demikianlah ia juga punya kelemahan dalam teknik bernyanyi. Konon, dia paling cuma bisa bernyanyi kalo nada dasar dari lagu yang akan dinyanyikan adalah E = do, selain itu maka suaranya akan menjadi fals. Makanya ketika melatih dan mengamen, jangan heran kalo keseluruhan lagu yang dibawakan dipaksakan dengan nada dasar E = do.
Ferdani Sipayung: Ketua KBMSB, angkatan 2002, Kuliah di Teknik Kimia ITB. Dalam rombongan ini dia disebut-sebut sebagai "pimpro", dialah yang akan melakukan negosiasi dan lobi-lobi kepada para pemilik kedai makanan, agar rombongan diizinkan mengamen di toko dan warung mereka.
Ternyata bakat sebagai seorang negotiator ulung mengalir kental dalam darah anak muda satu ini, terbukti, tak satupun pemilik kedai mampu menolak permintaannya, sehingga rombongan jadi leluasa mengamen.
Herland Malau: Anggota KBMSB angkatan 2002, Kuliah di Teknik Sipil ITB. Dialah yang menjadi Ketua Acara Natal KBMSB 2005, ini. Turut serta dalam mengamen, meskipun kualitas suaranya bisa dikatakan hancur.
Selain itu turut juga ada : Bryan Sitanggang: Anggota KBMSB angkatan 2002, Kuliah di Teknik Pertambangan ITB, Yanita Butar-Butar: Anggota KBMSB angkatan 2004, Kuliah di Arsitektur ITB, Jumadi Nainggolan: Anggota KBMSB angkatan 2005, Kuliah di Teknik Penerbangan ITB, Parningotan Siburian: Anggota KBMSB angkatan 2004, Kuliah di Teknik Mesin ITB, Nur Tetty Sinaga: Anggota KBMSB angkatan 2005, Kuliah di Teknik Industri ITB, Samuel: Anggota KBMSB angkatan 2005, Frans: Kuliah di Teknik Mesin ITB, dan yang terakhir Bobby Formula, entah siapapun orang ini, tak dikenal, mungkin hanya sebagai seorang simpatisan yang agak tulalit yang tak tau menau apa soal KBMSB, dan ikutan di malam itu sekedar ingin membuang suntuk.
 
Berbekal latihan menyanyi dan pembendaharaan lagu rohani yang pas-pasan, seturunnya dari angkot, kami melihat di setiap kedai di mulut jalan yang menjual aneka masakan tionghoa sudah rame dipenuhi rekan-rekan se"profesi" sebagai pengamen amatiran, yaitu gerombolan mahasiswa yang sepertinya juga mempunyai tujuan yang sama, mencari dana natal dengan mengamen, melantunkan lagu-lagu rohani. Tapi diantaranya juga ada yang benar-benar sebagai pengamen professional yang membawakan lagu-lagu "duniawi" yang menghentak dari berbagai aliran musik. Baik dangdut, pop, rock 'n roll dan lain sebagainya. Merekalah orang-orang yang menganggap bernyanyi di pinggir jalan --meskipun beberapa diantaranya  dengan kemampuan suara dan musik pas-pasan-- sebagai profesinya. Merekalah yang saban hari mengisi sejengkal perutnya dengan nasi, lalu merokok, minum, dan lain sebagainya dengan mengharapkan pendapatan dengan bernyanyi di pinggir jalan. Mereka bukan cuma orang-orang dewasa, tapi juga diantaranya adalah anak-anak kecil yang manis,anak-anak kecil yang matanya manis, cemerlang bak bintang kejora. Anak-anak kecil yang sepertinya lahir bukan dari rahim seorang ibu, melainkan dari rahim kemiskinan di negeri ini.
Selesai bernyanyi dan bertepuk-tepuk, mereka mengulurkan tangan sambil mengkuyu-kuyukan muka.
 
Malam itu lagu "duniawi" dan lagu rohani dari berbagai aliran-aliran musik dari berbagai penjuru jalan bercampur aduk menjadi satu. Begitu riuh. Ditambah lagi suara pukulan penggorengan pada kuali yang dilakukan si juru masak, suara kendaraan bermotor yang lalu lalang, juga suara sempritan penjaga parkir yang sibuk mengamankan jalan.
 
Cahaya lampu yang berkilauan di trotoar jalan ditambah dengan cahaya lampu petromax dari kedai yang menggenangi sepanjang jalan menjadikan suasana bertambah semarak.
 
Namun semaraknya suasana di sepanjang jalan Cibadak tersebut, sama sekali tidak menggambarkan suasana yang ada di benak kami begitu tiba di mulut jalan, malam itu.
Melihat kenyataan target operasional untuk mendapatkan dana natal sudah dicaplok oleh rekan-rekan se-"profesi" yang lain. Maka semangat yang tadi awalnya begelora, mulai kendur. Rasa cemas dan gelisah pun mulai muncul menghantui.<<BERSAMBUNG>>
 
BOBBY FORMULA
===============
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

_____________________________________________________________

Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]

Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke