hey, feb...jawaban ku 2-3 taon doeloe padamu tetap sama dengan bang dian kemaren.
JANGAN PERNAH MELAKUKANNYA DENGAN REKAYASA.
milis sebagai mana tempat pencitraan (imagology), memang tempat dimana wacana (diskursus) bebas dilemparkan.
tapi biarkan itu berjalan di milis kbmsb apa adanya, bukan dengan simulacrum-simulacrum yang dipaksakan...
saran ku, bungkus baik-baik sekenario tersebut, dan buang ke laut.
bobby formula
FebLio Ambarita <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
sebenarnya dari awal aku da pengen menanggapi persoalan initapi setelah kuliah tanggal masuknya persoalan ini ke milisrasanya udah terlambat
menanggapi skenario di bawah ini cara membuat milis rame,dulu undah pernah aku bbicarakan dan bahas dengan bobby formulasekitar 2-3 tahun laluketika itu dia mengeluhkan kok milis kbmsb sepiyang aktif cuma itu-itu lagibahkan yg mendominasi hanya bobby dengan isi yang sama yaitu"kbmsb kumpul", "kbmsb rapat", "kbmsb main bola/volly", dan sebagainyasaat itu aku menyarankan pada bobby ada cara meramaikan milisyaitu dengan membuat "konflik" di milis tapi konflik itu harus terus dipantau agar tidak sampai "acakadut". metode ini lebih dikenal dengan "manejemen konflikdan waktu itu kalo ga salah lagi ada "konflik" dimilis yang membahas"masalah gendut/buncit nya simon" (sorry, jadi membahas masa lalu)dan hal ini memanas dengan masing-masing memberikan argumenMengenai menejemen konflik iniaku telah menerapkannya di milis "smunduku99" dimana aku sebagai moderatornyadari setiap pernyataan anggota milis yang masuk, aku berusaha mencari celadari apa yang dia tulis, hingga menjadi pernyataan yang "memanas-manasi"dan akhirnya dia terpancing untuk menjawabnyabahkan anggota lain ikut menanggapi. dan apa yang kuinginkan tercapaisetelah beberapa konflik kujalankan,tapi akhirnya aku "kena batunya", dimana konflik yang aku munculkantidak bisa ku kontrol sehingga menyakitkan bagi seorang anggota milisMengenai menejemen konflik iniakan menjadi tidakmenarik bila semua orang telah taubahkan hal buruknya, orang akan meninggalkan milis karna merasatelah dipermainkanbercerita tentang pengalaman manajemen konflikdulu aku pernah masuk milis "smundups" yang moderatornya Jonatan Tobing PL ITB 2000, dengan seijin moderator, aku masuk milis dengan nama samaranada beberapa konflik yang aku munculkan waktu itu1. mengenai nama milis yang digunakan2. mengenai celana jeans asli atau palsu (dengan membalikkan pernyataan seseorang yang "terkesan munafik" dan mengejek orang yang pake celana jeans palsu.kalo ingat konflik itu, jadi merembet kemana-mana hingga sampai pada pernyataan "beraninya pake nama samaran, "dasar pengecut, nama aja dipalsukan" dan sebagainyahingga pada akhirnya moderator diminta untuk mengeluarkan email yang dulu ku pake agar dikeluarkan kalo aku ga memberitahukan identitasku yang sebenarnyadan akhirnya aku mengundurkan diri karna aku rasa apa yang kuinginkan sudah tercapai dan juga karna moderatornya merasa terpojok. teman2nya keluar dari milis (bubar) atau identitasku. untuk tau aja, dulu aku dan jonatan satu kos dan di kos-an kami malah tertawa membahas konflik inihe......masa lalu yang suramPesan saya sebagai orang yang "pernah membuat konflik" secara sengaja;1. bagi "pembuat konflik",harus benar-benar siap untuk "mengontrol" konflik yang di buat agar tidak "anarkis" (kalo aku bisa pake kata itu) dan sebisa mungkin tidak melenceng ke masalah yang sangat sensitif yaitu SARA,2. bagi "pengamat konflik"silahkan untuk memberikan pernyataan, tanggapan, atau apapun itu secara positif dan bila anda ingin, anda bisa membalikkan keadaan, menjadikan konflik yang lebih besar atau meminimal konflik atau bahkan membuat konflik baru.Konflik tetaplah konflik, tergantung kitanya mau memandangnya negatif atau positifmari belajar menghadapi konflikkarna konflik selalu ada dimanapun kita beradaPro bobby, sorry baru balas sekarang.
Aku sedang memikirkan suatu cara untuk menghidupkan sebuah milis
yang punya "brand" bagus tetapi "tidak punya nilai jual".
Skenarionya begini :
1. subscribe dengan dua alamat yang berbeda, contoh : [EMAIL PROTECTED] dan [EMAIL PROTECTED]
2. [EMAIL PROTECTED] melempar isu, lalu ditanggapi [EMAIL PROTECTED]
3. lalu [EMAIL PROTECTED] akan terpancing (member asli) dan memberikan tanggapan
4. seterusnya member asli yang lain, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] dst akan memberikan
tanggapan
5. begitu seterusnya sehingga milis jadi ramai
6. ulangi cara 1-5 untuk topik yang lain, sedemikian rupa sehingga
kalau rajin dilakukan akan mempunyai "nilai jual" sehingga
mengundang orang yang benar-benar Qualified berdiskusi untuk join
milis.
Nah, skenario ini sedang terpikirkan ketika sedang "buang-hajat"
(sama seperti sartre yang mendapat ide "memberaki buku-buku
mahasiswa" ketika "buang-hajat" begini :-))
EE...belum sempat menerapkannya, Bobby "kena-getah"nya.
Sorry ya :-)
Anda ber-Yahoo!?
Bosan dengan spam? Mel Yahoo! memiliki perlindungan spam yang terbaik
http://my.mail.yahoo.com/
_____________________________________________________________
Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Anda ber-Yahoo!?
Kini dengan simpanan sebanyak 1GB
http://my.mail.yahoo.com/
_____________________________________________________________
Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "KBMSB" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Kirim email ke
