Daripada sibuk ngebahas pertanyaan mana duluan: ayam atau telur (yang menurutku tidak akan ada habis-habisnya), mending ngebahas permasalahan yang sedikit lebih real. Semoga dengan membahas masalah ini kita bisa mengetahui bahwa dampak serta konsekuensi dari "melakukan tindakan korupsi" bisa sedikit mengacaukan logika orang awam dan membuat para pemikir di negara kita ini, yang kata orang logikanya rada minus, akan menjadi semakin penuh komplikasi (he.. he..).
Begini nih persoalannya: Pada suatu hari ada 3 orang turis yang baru saja tiba dari negaranya. Mereka lalu mendatangi hotel setempat untuk menginap. Sewa kamar di hotel itu sebesar Rp 300 ribu untuk 1 kamar dan bisa digunakan untuk 3 orang. Akhirnya kesepakatan mereka, akan membuka 1 kamar dengan biaya patungan, masing-masing orang sebesar Rp 100 ribu. Setelah membayar Rp 300 ribu, mereka diantar office boy ke kamar. Kebetulan pada hari itu, pihak hotel memberikan potongan harga kamar sebesar Rp 50 ribu rupiah. Karena turis itu membayar Rp 300 ribu, maka potongan harga yang Rp 50 ribu harus dikembalikan kepada 3 orang turis turis. Lalu office boy disuruh mengembalikan Rp 50 ribu itu. Di dalam perjalanan office boy menilep uang itu sebesar Rp 20 ribu. Asumsi si office boy, uang Rp 50 ribu akan susah untuk dibagi 3. Maka ia hanya akan mengembalikan sebesar 30 ribu. Setelah 30 ribu itu dikembalikan, masing-masing turis menerima sebesar Rp 10 ribu. Dalam hati mereka masing-masing mengira tarif kamar di hotel hanya sebesar Rp 270 ribu, karena tiap-tiap orang jadinya hanya membayar Rp 90 ribu. Nah, yang jadi pertanyaan: Jika per orang membayar Rp 90 ribu, jadi tarif kamar itu sebesar Rp 270 ribu. Uang yang ditilep sama office boy sebesar Rp 20 ribu. Jadi total semuanya sebesar Rp 290 ribu. Padahal mereka tadinya membayar sebesar Rp 300 ribu ke hotel. Kemana sisa uang yang Rp 10 ribu lagi? PS: Jadi yang menggunakan nama samaran SARTE SATIRE itu adalah YOGI FRANSISCUS ya? Wah, pantas si Bob langsung tertarik untuk mengadu argumentasi dengannya, he.. he.... Khusus buat Sarte Satire atau (jika memang benar dia adalah Yogi Fransiscus), salam kenal dariku. Aku sempat sedikit tertarik dengan komentar-komentarnya di milis ini beberapa waktu yang lalu. Aku sempat berpikir bahwa tingkah lakunya persis sama dengan temanku waktu kuliah dulu (yang sekarang aku justru udah nggak tahu keberadaannya dimana). Dia (temanku) itu dulu sangat terobsesi mempelajari filsafat dan berbagai aliran mazhab lainnya, termasuk mendalami ilmu dari semua agama dan aliran kepercayaan yang ada di bumi Indonesia ini. Namun karena tidak terkontrol, akibatnya temanku itu sampai (maaf..) 'over acting'. Dia sempat merasa dan menganggap bahwa dunia yang kita tinggali sekarang ini adalah dunia maya (semuanya hanya fiksi belaka). Hanya dialah yang dapat memahami makna kehidupan di dunia ini, sedangkan yang lainnya tidak mampu. Kalau aku bisa bilang, dia itu bahkan sudah nggak bisa lagi membedakan siapa yang sebenarnya 'gila' dan 'waras". Waktu itu aku tidak peduli akan keadaan dia, karena menurutku it is his own choice! Dia sendiri yang memilih jalan hidupnya. It is absolutely his right, isn't it? Sampai suatu saat dia memproklamirkan ke teman-temanku (mungkin karena ketidakpedulianku terhadap dirinya) bahwa aku lah yang gila karena tidak menghormati dia yang sudah menemukan intisari dari kehidupan di dunia ini. Aku dianggap gila karena teman-temanku yang lainnya justru di saat yang bersamaan memuji-muji dirinya tiap kali bertemu dengannya. Kalau soal ngomong serta caranya membahas dan mengungkapkan sesuatu ide sih jangan ditanya lagi. (Maaf sebelumnya) si SARTE SATIRE sih masih berada beberapa kelas di bawah dia. Yang pasti dia udah mampu meng-influence orang-orang untuk menerima idenya, kemudian menjadi percaya betul sama dia dan selanjutnya bahkan menjadi pengikut dan pemujanya. Saat itu, diantara teman-teman dekatku, bisa kubilang hanya aku yang tidak peduli (atau barangkali tidak mempan, he.. he...). So, SARTE SATIRE, it's also your own choice and your own right to learn the philosophy of life. However, please bear in mind, being a man: it is required a full control of your mind, given that you are living in your environment, where a lot of men also live in there. You cannot live alone without the society by devastating someone's live through your 'amazing' and undisputable ideas. You can lead and control them (the other men) but first you need to lead and control yourself. Nonetheless, this is only an advise as a friend and should not be deemed by you as an order. Please ignore it if you disagree with it. Our brain, as 'human being' is like this: "Murenut sautu pelneitian di sbeuah Uinervtisas di Amreika, atruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis breantaakn, teatp ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa. Laur bisaa kan?" Salam, Perry Cornelius Sitohang Attorney-at-Law -- LUBIS, SANTOSA & MAULANA Law Offices Mayapada Tower 5th Floor Jl. Jend. Sudirman Kav. 28 Jakarta 12920 T: (62-21) 521 1931 F: (62-21) 521 1930 www.lsm86law.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how. http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uBfwlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _____________________________________________________________ Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB) [email protected] http://groups.yahoo.com/group/KBMSB http://www.mail-archive.com/[email protected] Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca ! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/KBMSB/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
