Note: forwarded message attached.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/uBfwlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_____________________________________________________________

Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]

Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/KBMSB/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
--- Begin Message ---

-----Original Message-----
From: Aviani Dewi Eryasti 
Sent: Friday, July 14, 2006 8:27 AM
To: Abdul Azhiem Nasution; Debby Florensia S.; Dion Wahyudi; Doni
Kuswantoro; Hana Hanita Widayanti; Febriyandi; Lita Masrifa; Bianca
Ramona; Dewi Susanti; Edi Tri Laksono; L. Denny Tri Roosmadhy
Subject: FW: Dokument CIA yang bocor




-----Original Message-----
From: Fathul S. Iqbal 
Sent: Friday, July 14, 2006 8:12 AM
To: RIC V Jakarta Sudirman; L. Denny Tri Roosmadhy; Astiti Rahayu;
Aviani Dewi Eryasti; M. Syahrazad Datau; Rusdy Anwar; Andi Riano
Kaharap; Bank Mandiri Performance & Budgeting Officer 5b Jsd; Hario
Sudiro; Kusumo Pratikto; Maydi Zulkarnain; Mon Simon
Subject: FW: Dokument CIA yang bocor




-----Original Message-----
From: Himawan Hendrasto 
Sent: Friday, July 14, 2006 8:06 AM
To: Fathul S. Iqbal; Sugriwo; Hastotomo Wahyu Irianto; Erwin Bahar;
Nurkholis Wahyudi; I Wayan Dharma Jayanto; Agus Riyanto; Fahmi Arisandi;
M. Yunus Zulher
Subject: FW: Dokument CIA yang bocor




-----Original Message-----
From: bowie [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, July 14, 2006 6:01 AM
To: Ade Fettyana; Agus99; [EMAIL PROTECTED]; Anjar; Aron Kwok; dodo;
Eko Julianto; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Himawan Hendrasto; Ira Iswari;
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; JapriHengki;
[EMAIL PROTECTED]; Julianti Sri Wardani; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Siti Suharyatun; sri waluyo;
sukrisno widyotomo; Sutrisno Yulianto; Tejo Juwono;
[EMAIL PROTECTED]; Toetik88; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Desi Arianti; Eha Rosihah; Erlin Indriati;
Farida; [EMAIL PROTECTED]; Hadi Suherman; heffy.mariyanto;
ira.rusiyawanti; Iswadi; [EMAIL PROTECTED]; mahadi mahadi;
Mohammad Iqbal; Muhammad Hasan Fitri; Nelson panjaitan; Ruslan Efendi;
Shella Wawo; supri yasmoro; thomas adrian; Toga Sinaga
Subject: Dokument CIA yang bocor


Sebuah dokumen yang berklasifikasi sangat rahasia (TOP SECRET!!!), bocor ke 
tangan wartawan. Dokumen itu adalah laporan CIA kepada Pentagon yang sejatinya 
akan diteruskan ke Gedung Putih. Menurut dokumen tersebut, Sebenarnya setelah 
Irak, Indonesia akan jadi sasaran
berikutnya. Tapi intel-intel CIA yang lebih dulu diterjunkan ke Indonesia, 
menyimpulkan bahwa bila AS menyerang Indonesia, maka perang akan sangat mahal 
dan AS akan banyak menderita kerugian.

Untuk lebih jelasnya, berikut nukilan isi dokumen tersebut yang telah 
diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa gaul:

Kepada Yth,


Kepala Staf Gabungan
Jenderal Richard Myers
Tembusan: Direktur CIA (intelnya lupa ama nama bos-nya sendiri !!)

Begitu memasuki perairan Indonesia, Armada Ketujuh kita akan dihadang pihak Bea 
Cukai karena membawa masuk senjata api dan peralatan perang tanpa surat izin 
dari pemerintah RI.
Ini berarti kita harus menyediakan "Uang Damai". Coba hitung berapa besarnya 
jika bawaannya sedemikian banyak !

Kemudian bila kita mendirikan base camp militer, bisa ditebak, di sekitar base 
camp pasti akan dikelilingi tukang bakso, tukang es kelapa, lapak VCD bajakan, 
sampai obral celana dalam Rp 10.000 dapat 3. Belum lagi para pengusaha komedi 
puter yang bakal ikut mangkal di
sekitar base camp juga.

Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang diparkir 
dekat base camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas 
perpakiran daerah, maupun preman-preman sekitar. Jika dua jam pertama 
perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,- (maklum tarif orang
bulé), berapa yang harus dibayar pemerintah AS kalau kendaraan & tank harus 
parkir selama sebulan atau setahun lebih seperti di Irak sekarang ini.

Belum lagi, para pengusaha parkir swasta yang bisa melobi Gubernur Jakarta 
Sutiyoso untuk menaikkan tarif parkir. Lobi itu sangat mulus karena salah satu 
komisaris perusahaan parkir terbesar di Jakarta itu adalah bekas tentara. Nah, 
Sutiyoso ini juga tentara.

Belum lagi, di sepanjang jalan ke lokasi base camp, kita harus menghadapi para 
Pak Ogah yang berlagak mengatur jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang 
memutar.
Bisa dibayangkan,  berapa recehan yang harus kita siapkan setiap ada operasi 
tempur menuju pusat-pusat musuh, seperti Cilangkap. Dari Tanjung Priok (tempat 
pasukan AS mendarat) ke Cilangkap saja, ada berapa kali pertigaan atau putaran. 
Bakal pusing deh kita !!

Nah, suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi karena 
konvoi yang berjalan lambat pasti akan dihampiri para pengamén, pengemis dan 
anak-anak jalanan,
ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan bertemu 
polisi yang  sedang bokek, udah pasti kena semprit karena konvoi tanpa izin. 
Bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan untuk polantas-polantas itu.

Itu baru polantas Pak Myers, belum lagi petugas DLLAJR. Anda harus melihat 
sendiri bagaimana mereka beraksi. Tank-tank dan truk-truk kita kan belum 
di-kir-kan. Nah, itu pertanda buruk. Setiap kali kir, berapa duit yang harus 
kita keluarkan untuk membayar yang resmi dan tidak resmi.

Belum lagi kalau kita mau menyerbu Kodam di daerah lain, maka kita harus 
melewati JEMBATAN TIMBANG milik DLLAJR juga. Siapkan saja uang pelicin.

Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya 
busettt, gede-gede kayak vampire. Kalau mau mendatangkan penyemprotan dari 
Dinas Kesehatan, nah siapin aje deh amplopannye.

Pagi harinya pasukan kita kagak bakal bisa mandi karena di sungai banyak di 
lalui "Rudal Kuning" yang ditembakkan penduduk setempat dari "Flying 
helicopter" alias wc terapung di atas sungai.

Pasukan AS juga tidak bisa jauh-jauh dari peralatan perangnya,karena di sekitar 
base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap  mempereteli peralatan 
perang canggih yang kita bawa.
Meléng sedikit saja, tank Abraham kebanggaan kita bakal siap di kilo in !!!

Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-nya yang akan merebut 
jip-jip perang kita yang kalau didempul dan cat ulang bisa dijual mahal ke 
anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan di sekitar Menteng (dekat Kedutaan 
Besar kita).

Dan yang lebih menyedihkan lagi, badan pasukan AS akan jamuran karena tidak 
bisa berganti pakaian. Soalnya, kalau nekat menjemur pakaian dan meléng sedikit 
saja, besok pakaian
mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.

Peralatan telekomunikasi kita juga harus dijaga ketat karena para bandit kapak 
merah sudah mengincar peralatan itu. Dan kita juga harus membayar sewa tanah 
yang digunakan untuk base camp kepada Haji Husin, Haji Mamat, dan engkong Jai 
para pemilik tanah yang orang Betawi.

Di samping itu, ada aturan wajib lapor kalau bawa tamu 1x24 jam dan harus izin 
RT/ RW dan kelurahan setempat. Bayangkan, berapa meja yang harus kita lalui 
dengan amplopan. Apalagi, pasukan AS suka bawa cewek.

Membayangkan ini semua, kami intel-intel CIA merekomendasikan untuk tidak usah 
menyerang Indonesia !!!


--- End Message ---

Kirim email ke