Title: Huria Kristen Batak Protestan
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, August 31, 2006 10:56 PM
Subject: [hkbp] Digest Number 2210

Messages In This Digest (7 Messages)

1a.

Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak

Posted by: "Dian Matias Saragih" [EMAIL PROTECTED]   Matias_Saragih

Wed Aug 30, 2006 7:19 pm (PST)

http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=54365

Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak

indosiar.com, Bekasi - Pasangan suami istri sebagai anggota Polisi dan
anggota TNI di Bekasi Senin (28/08/06) malam, terlibat baku tembak.
Ironisnya, sang istri yang merupakan Anggota TNI berpangkat Kapten tewas
seketika dengan tiga luka tembakan. Sedangkan suaminya yang anggota polisi
berpangkat Aipda mengalami kritis setelah berusaha bunuh diri dengan
menembakkan pistol ke bagian kepalanya.

Saudin Dabataraja semalam harus menjalani perawatan intensif di Instalasi
Gawat Darurat Rumah Sakit Rawa Lumbu, Bekasi Barat. Menurut sejumlah saksi
kondisi kritis Saudin ini akibat aksi bunuh diri yang dilakukan sesaat
setelah Saudin membunuh istrinya Adiana Siringoringo.

Suasana mengemparkan ini berawal saat warga perumahan Rawa Lumbu, Bekasi
Timur mendengar letusan senjata api empat kali di rumah Saudin yang juga
sebagai anggota Polri yang bertugas di Patko Mapolsek Bekasi Timur.

Warga yang datang ke TKP menemukan juga istri Suadin Adiana yang bertugas di
Markas Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dengan Pangkat Kapten ini
terbujur tewas bersimbah darah dengan luka tembakan.

Diduga Saudin malam itu bertengkar dengan istrinya yang kemudian menembak
istrinya dibagian kepala hingga meninggal dunia.

Tidak jauh dari tubuh pasangan suami istri yang sudah dikaruniai 3 orang
anak ini ditemukan sepucuk senjata api yang diduga kuat sebagai senjata api
yang digunakan Saudin untuk membunuh istrinya.

Hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai latar belakang kejadian
tersebut, serta siapa yang awal mulanya menembakkan pistol tersebut. Mayat
Adiana saat ini diotopsi di RSCM Jakarta. Sementara Saudin tengah dirawat
secara intensif. (Tim Liputan/Sup)
------

NB : Ngomong2 "Debataraja" itu termasuk kelompok marga mana ya ?

[Non-text portions of this message have been removed]

1b.

Re: Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak

Posted by: "Hendry Lumban Gaol" [EMAIL PROTECTED]   gaolhendry

Wed Aug 30, 2006 7:28 pm (PST)

Sepertinya,...saya kenal dengan orang ini

Turut berduka cita aja,.....
semoga kejadian ini membawa pelajaran berharga bagi setiap pasutri,..

debata raja itu Simamora
Simamora punya anak tiga
1. debata raja
2. Purba Raja
3. Manalu Raja,...

Debataraja selalu pakai marga simamora, sehingga gak smua orang tau mereka
masuk mana....

dalam perkembangannya ada muncul marga Rambe, yang juga memiliki ketrurunan
persis sama dengan diatas, lucunya Marga ini tidak mengaku masuk dari
turunan simamora diatas/.....??????//
tabe

On 8/31/06, Dian Matias Saragih <[EMAIL PROTECTED]sanken-ele.co.jp> wrote:
>
> http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=54365
>
> Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak
>
> indosiar.com, Bekasi - Pasangan suami istri sebagai anggota Polisi dan
> anggota TNI di Bekasi Senin (28/08/06) malam, terlibat baku tembak.
> Ironisnya, sang istri yang merupakan Anggota TNI berpangkat Kapten tewas
> seketika dengan tiga luka tembakan. Sedangkan suaminya yang anggota polisi
> berpangkat Aipda mengalami kritis setelah berusaha bunuh diri dengan
> menembakkan pistol ke bagian kepalanya.
>
> Saudin Dabataraja semalam harus menjalani perawatan intensif di Instalasi
> Gawat Darurat Rumah Sakit Rawa Lumbu, Bekasi Barat. Menurut sejumlah saksi
> kondisi kritis Saudin ini akibat aksi bunuh diri yang dilakukan sesaat
> setelah Saudin membunuh istrinya Adiana Siringoringo.
>
> Suasana mengemparkan ini berawal saat warga perumahan Rawa Lumbu, Bekasi
> Timur mendengar letusan senjata api empat kali di rumah Saudin yang juga
> sebagai anggota Polri yang bertugas di Patko Mapolsek Bekasi Timur.
>
> Warga yang datang ke TKP menemukan juga istri Suadin Adiana yang bertugas
> di
> Markas Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dengan Pangkat Kapten ini
> terbujur tewas bersimbah darah dengan luka tembakan.
>
> Diduga Saudin malam itu bertengkar dengan istrinya yang kemudian menembak
> istrinya dibagian kepala hingga meninggal dunia.
>
> Tidak jauh dari tubuh pasangan suami istri yang sudah dikaruniai 3 orang
> anak ini ditemukan sepucuk senjata api yang diduga kuat sebagai senjata
> api
> yang digunakan Saudin untuk membunuh istrinya.
>
> Hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai latar belakang kejadian
> tersebut, serta siapa yang awal mulanya menembakkan pistol tersebut. Mayat
> Adiana saat ini diotopsi di RSCM Jakarta. Sementara Saudin tengah dirawat
> secara intensif. (Tim Liputan/Sup)
> ------
>
> NB : Ngomong2 "Debataraja" itu termasuk kelompok marga mana ya ?
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>

--
Hendry H. M. Lbn Gaol
-------------------------------------
M.P : 021-30827546
[EMAIL PROTECTED]com
YM : partenggen

[Non-text portions of this message have been removed]

1c.

Re: Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak

Posted by: "Mula Harahap" [EMAIL PROTECTED]   mulaharahap

Thu Aug 31, 2006 8:08 am (PST)

"Mama sudah meninggal. Ditembak Papa," itulah kata-kata dari salah
seorang anak Aipda Saudin Debataraja, yang dikutip oleh wartawan, dan
saya baca di sebuah harian ibukota.

Bulu kuduk saya meremang. Saya tak bisa membayangkan trauma yang
dialami oleh anak-anak Aipda Saudin Debataraja. Bagaimana mereka
harus hidup dan menghadapi ayahnya sampai mereka besar nanti?

Dan kalau Aipda Saudin Debataraja bisa selamat, saya juga tak bisa
membayangkan perasaannya. Bagaimana pula ia harus menghadapi anak-
anaknya nanti?

Banyak perasaan--bukan hanya badan--yang terluka dalam peristiwa ini.
Bagaimana harus menyembuhkan luka itu? Dan siapa pula yang mau
memikul tugas dan tanggung-jawab untuk melakukannya?

Akh, di sebuah jaman dan di sebuah masyarakat dimana orang sudah
sangat sibuk memikirkan urusannya sendiri, saya sungguh tak bisa
menemukan jawaban atas kegalauan saya.

Kalau saja instansi kepolisian cukup peka, peristiwa yang memilukan
itu sebenarnya tak perlu terjadi. Beberapa waktu yang lalu Aipda
Saudin Debataraja sudah pernah dirawat di rumah sakit karena
menderita gangguan kejiwaan. Lalu, bagaimana mungkin seseorang yang
pernah menderita gangguan kejiwaan masih diizinkan memegang senjata
api?

Menurut keterangan Ketua RW, pasangan itu sebenarnya juga sudah kerap
kali bergaduh. Bahkan orang pernah melihat Aipda Saudin Debataraja
mengancam isterinya dengan golok. Lalu, mengapa pula selama ini tidak
ada yang menaruh perhatian lebih khusus terhadap Aipda Saudin
Debataraja?

Dimana perhatian famili serta sahabat Aipda Saudin Debataraja dan
isterinya Kapten Adiana Siringoringo? Dimana pula perhatian "dongan
sahuta", dan--ini yang lebih penting--perhatian gereja?

Tapi yah siapa pula yang mau perduli memikirkan seorang polisi
sinting yang cemburu karena pangkat isterinya lebih tinggi? (Itulah
penyebab pembunuhan itu, kata media massa).

Urusan kita sendiri tokh sudah cukup banyak. Kita sudah cukup pontang-
panting mencari biaya untuk renovasi rumah, cicilan mobil, atau
membeli baju seragam untuk pesta pernikahan seorang "paraman" nanti.
Kita sudah kehabisan waktu untuk latihan koor, rapat majelis, dan
menyelenggarakan seminar di gereja. Oh, ya kita juga sudah ngos-
ngosan untuk menghadiri pesta perkawinan "boru amangtua",
arisan "punguan hita na sa ompu", dan rapat pembangunan tugu di "bona
pasogit".

Jadi begitulah, dalam pandangan saya, sekali lagi, Keluarga Aipda
Saudin Debataraja hanyalah korban dari sebuah masyarakat dan gereja
yang sedang sakit.

Horas,

Mula Harahap

In [EMAIL PROTECTED]com, "Dian Matias Saragih" <[EMAIL PROTECTED].> wrote:

http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=54365

Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak

indosiar.com, Bekasi - Pasangan suami istri sebagai anggota Polisi dan
anggota TNI di Bekasi Senin (28/08/06) malam, terlibat baku tembak.
Ironisnya, sang istri yang merupakan Anggota TNI berpangkat Kapten
tewas seketika dengan tiga luka tembakan. Sedangkan suaminya yang
anggota polisi berpangkat Aipda mengalami kritis setelah berusaha
bunuh diri dengan menembakkan pistol ke bagian kepalanya.

Saudin Dabataraja semalam harus menjalani perawatan intensif di
Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Rawa Lumbu, Bekasi Barat. Menurut
sejumlah saksi kondisi kritis Saudin ini akibat aksi bunuh diri yang
dilakukan sesaat setelah Saudin membunuh istrinya Adiana Siringoringo.

Suasana mengemparkan ini berawal saat warga perumahan Rawa Lumbu,
Bekasi Timur mendengar letusan senjata api empat kali di rumah Saudin
yang juga sebagai anggota Polri yang bertugas di Patko Mapolsek
Bekasi Timur.

Warga yang datang ke TKP menemukan juga istri Suadin Adiana yang
bertugas di Markas Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dengan Pangkat
Kapten ini terbujur tewas bersimbah darah dengan luka tembakan.

Diduga Saudin malam itu bertengkar dengan istrinya yang kemudian
menembak istrinya dibagian kepala hingga meninggal dunia.

Tidak jauh dari tubuh pasangan suami istri yang sudah dikaruniai 3
orang anak ini ditemukan sepucuk senjata api yang diduga kuat sebagai
senjata api yang digunakan Saudin untuk membunuh istrinya.

Hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai latar belakang
kejadian tersebut, serta siapa yang awal mulanya menembakkan pistol
tersebut. Mayat Adiana saat ini diotopsi di RSCM Jakarta. Sementara
Saudin tengah dirawat secara intensif. (Tim Liputan/Sup)

 
__._,_.___

_____________________________________________________________

Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]

Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke