turut berduka atas peristiwa tersebut dan tanpa maksud merendahkan 
atau barangkali menyepelekan kejadian ini aku ingin sedikit memberi 
komentar.

sebelum membaca forwadan mail yang dikirimkan oleh bang matias ini, 
rabu sore hari, 30 ogos 06 kemaren, aku sudah menyimak berita ini 
entah di acara apa aku lupa. buser (buru sergap) barangkali.
title message ini sama dengan apa yang diungkapkan pembawa berita 
waktu itu, katanya:" sebuah peristiwa mengenaskan telah terjadi 
bla..bla Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak.." 
intinya begitu. 

sejenak setelah mendengar pengantar dari isi berita tersebut yang 
ada dalam bayanganku adalah bahwa si suami dan si istri saling 
tembak kayak di film "Mr. and Mrs Smith" yang dibintangi Brad Pitt 
dan Angelina Jolie yang menghebokan itu. 

mengapa aku membayangkan demikian, tentu menjadi pertayaan bukan?

soalnya dikatakan pasangan tersebut "BAKU TEMBAK".
bukankah kata "baku" mengandung arti "saling".
berarti kalo "baku tembak" maknanya adalah "saling tembak".
berarti si suami dan istri saling tembak.

hal ini berbeda sekali dengan isi beritanya, yang dikatakan, setelah 
menembak si istri (yang berpangkat kapten) nyatanya si suami malah 
bunuh diri dengan menarik sendiri pelatuk pistol tersebut, lalu 
pelor pun bersarang di kepalanya DOOOOORRRRRRRRR...............

dan kalopun kita simak lagi beritanya, dikatakan di TKP pun 
ditemukan hanya satu pucuk senjata.

nah, loh...amit-amit kalo penulis berita pun ga mengerti hubungan 
makna judul dengan isi berita/tulisan.

sorry, yah...cuma kasih komen doang...
barangkali ada yang mau menanggapi, sok dikalebet kan :)

-bobby formula 

--- In [email protected], "Dian Matias Saragih" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Huria Kristen Batak Protestan
> ----- Original Message -----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, August 31, 2006 10:56 PM
> Subject: [hkbp] Digest Number 2210
> 
> 
> Huria Kristen Batak Protestan
> Messages In This Digest (7 Messages)
>   1a. Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak From: 
Dian Matias
> Saragih
>   1b. Re: Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak 
From: Hendry
> Lumban Gaol
>   1c. Re: Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak 
From: Mula
> Harahap
> View All Topics | Create New Topic Messages
>   1a. Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak
>   Posted by: "Dian Matias Saragih" [EMAIL PROTECTED]
> Matias_Saragih
>   Wed Aug 30, 2006 7:19 pm (PST)
>   http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=54365
> 
>   Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak
> 
>   indosiar.com, Bekasi - Pasangan suami istri sebagai anggota 
Polisi dan
>   anggota TNI di Bekasi Senin (28/08/06) malam, terlibat baku 
tembak.
>   Ironisnya, sang istri yang merupakan Anggota TNI berpangkat 
Kapten tewas
>   seketika dengan tiga luka tembakan. Sedangkan suaminya yang 
anggota polisi
>   berpangkat Aipda mengalami kritis setelah berusaha bunuh diri 
dengan
>   menembakkan pistol ke bagian kepalanya.
> 
>   Saudin Dabataraja semalam harus menjalani perawatan intensif di 
Instalasi
>   Gawat Darurat Rumah Sakit Rawa Lumbu, Bekasi Barat. Menurut 
sejumlah saksi
>   kondisi kritis Saudin ini akibat aksi bunuh diri yang dilakukan 
sesaat
>   setelah Saudin membunuh istrinya Adiana Siringoringo.
> 
>   Suasana mengemparkan ini berawal saat warga perumahan Rawa 
Lumbu, Bekasi
>   Timur mendengar letusan senjata api empat kali di rumah Saudin 
yang juga
>   sebagai anggota Polri yang bertugas di Patko Mapolsek Bekasi 
Timur.
> 
>   Warga yang datang ke TKP menemukan juga istri Suadin Adiana yang 
bertugas
> di
>   Markas Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dengan Pangkat Kapten 
ini
>   terbujur tewas bersimbah darah dengan luka tembakan.
> 
>   Diduga Saudin malam itu bertengkar dengan istrinya yang kemudian 
menembak
>   istrinya dibagian kepala hingga meninggal dunia.
> 
>   Tidak jauh dari tubuh pasangan suami istri yang sudah dikaruniai 
3 orang
>   anak ini ditemukan sepucuk senjata api yang diduga kuat sebagai 
senjata
> api
>   yang digunakan Saudin untuk membunuh istrinya.
> 
>   Hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai latar 
belakang kejadian
>   tersebut, serta siapa yang awal mulanya menembakkan pistol 
tersebut. Mayat
>   Adiana saat ini diotopsi di RSCM Jakarta. Sementara Saudin 
tengah dirawat
>   secara intensif. (Tim Liputan/Sup)
>   ------
> 
>   NB : Ngomong2 "Debataraja" itu termasuk kelompok marga mana ya ?
> 
>   [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
>   Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post
>   Messages in this topic (3)
>   1b. Re: Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak
>   Posted by: "Hendry Lumban Gaol" [EMAIL PROTECTED]   gaolhendry
>   Wed Aug 30, 2006 7:28 pm (PST)
>   Sepertinya,...saya kenal dengan orang ini
> 
>   Turut berduka cita aja,.....
>   semoga kejadian ini membawa pelajaran berharga bagi setiap 
pasutri,..
> 
>   debata raja itu Simamora
>   Simamora punya anak tiga
>   1. debata raja
>   2. Purba Raja
>   3. Manalu Raja,...
> 
>   Debataraja selalu pakai marga simamora, sehingga gak smua orang 
tau mereka
>   masuk mana....
> 
>   dalam perkembangannya ada muncul marga Rambe, yang juga memiliki
> ketrurunan
>   persis sama dengan diatas, lucunya Marga ini tidak mengaku masuk 
dari
>   turunan simamora diatas/.....??????//
>   tabe
> 
>   On 8/31/06, Dian Matias Saragih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   >
>   > http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=54365
>   >
>   > Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak
>   >
>   > indosiar.com, Bekasi - Pasangan suami istri sebagai anggota 
Polisi dan
>   > anggota TNI di Bekasi Senin (28/08/06) malam, terlibat baku 
tembak.
>   > Ironisnya, sang istri yang merupakan Anggota TNI berpangkat 
Kapten tewas
>   > seketika dengan tiga luka tembakan. Sedangkan suaminya yang 
anggota
> polisi
>   > berpangkat Aipda mengalami kritis setelah berusaha bunuh diri 
dengan
>   > menembakkan pistol ke bagian kepalanya.
>   >
>   > Saudin Dabataraja semalam harus menjalani perawatan intensif di
> Instalasi
>   > Gawat Darurat Rumah Sakit Rawa Lumbu, Bekasi Barat. Menurut 
sejumlah
> saksi
>   > kondisi kritis Saudin ini akibat aksi bunuh diri yang 
dilakukan sesaat
>   > setelah Saudin membunuh istrinya Adiana Siringoringo.
>   >
>   > Suasana mengemparkan ini berawal saat warga perumahan Rawa 
Lumbu, Bekasi
>   > Timur mendengar letusan senjata api empat kali di rumah Saudin 
yang juga
>   > sebagai anggota Polri yang bertugas di Patko Mapolsek Bekasi 
Timur.
>   >
>   > Warga yang datang ke TKP menemukan juga istri Suadin Adiana 
yang
> bertugas
>   > di
>   > Markas Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dengan Pangkat 
Kapten ini
>   > terbujur tewas bersimbah darah dengan luka tembakan.
>   >
>   > Diduga Saudin malam itu bertengkar dengan istrinya yang 
kemudian
> menembak
>   > istrinya dibagian kepala hingga meninggal dunia.
>   >
>   > Tidak jauh dari tubuh pasangan suami istri yang sudah 
dikaruniai 3 orang
>   > anak ini ditemukan sepucuk senjata api yang diduga kuat 
sebagai senjata
>   > api
>   > yang digunakan Saudin untuk membunuh istrinya.
>   >
>   > Hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai latar 
belakang
> kejadian
>   > tersebut, serta siapa yang awal mulanya menembakkan pistol 
tersebut.
> Mayat
>   > Adiana saat ini diotopsi di RSCM Jakarta. Sementara Saudin 
tengah
> dirawat
>   > secara intensif. (Tim Liputan/Sup)
>   > ------
>   >
>   > NB : Ngomong2 "Debataraja" itu termasuk kelompok marga mana 
ya ?
>   >
>   > [Non-text portions of this message have been removed]
>   >
>   >
>   >
> 
>   --
>   Hendry H. M. Lbn Gaol
>   -------------------------------------
>   M.P : 021-30827546
>   [EMAIL PROTECTED]
>   YM : partenggen
> 
>   [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
>   Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post
>   Messages in this topic (3)
>   1c. Re: Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak
>   Posted by: "Mula Harahap" [EMAIL PROTECTED]   mulaharahap
>   Thu Aug 31, 2006 8:08 am (PST)
>   "Mama sudah meninggal. Ditembak Papa," itulah kata-kata dari 
salah
>   seorang anak Aipda Saudin Debataraja, yang dikutip oleh 
wartawan, dan
>   saya baca di sebuah harian ibukota.
> 
>   Bulu kuduk saya meremang. Saya tak bisa membayangkan trauma yang
>   dialami oleh anak-anak Aipda Saudin Debataraja. Bagaimana mereka
>   harus hidup dan menghadapi ayahnya sampai mereka besar nanti?
> 
>   Dan kalau Aipda Saudin Debataraja bisa selamat, saya juga tak 
bisa
>   membayangkan perasaannya. Bagaimana pula ia harus menghadapi 
anak-
>   anaknya nanti?
> 
>   Banyak perasaan--bukan hanya badan--yang terluka dalam peristiwa 
ini.
>   Bagaimana harus menyembuhkan luka itu? Dan siapa pula yang mau
>   memikul tugas dan tanggung-jawab untuk melakukannya?
> 
>   Akh, di sebuah jaman dan di sebuah masyarakat dimana orang sudah
>   sangat sibuk memikirkan urusannya sendiri, saya sungguh tak bisa
>   menemukan jawaban atas kegalauan saya.
> 
>   Kalau saja instansi kepolisian cukup peka, peristiwa yang 
memilukan
>   itu sebenarnya tak perlu terjadi. Beberapa waktu yang lalu Aipda
>   Saudin Debataraja sudah pernah dirawat di rumah sakit karena
>   menderita gangguan kejiwaan. Lalu, bagaimana mungkin seseorang 
yang
>   pernah menderita gangguan kejiwaan masih diizinkan memegang 
senjata
>   api?
> 
>   Menurut keterangan Ketua RW, pasangan itu sebenarnya juga sudah 
kerap
>   kali bergaduh. Bahkan orang pernah melihat Aipda Saudin 
Debataraja
>   mengancam isterinya dengan golok. Lalu, mengapa pula selama ini 
tidak
>   ada yang menaruh perhatian lebih khusus terhadap Aipda Saudin
>   Debataraja?
> 
>   Dimana perhatian famili serta sahabat Aipda Saudin Debataraja dan
>   isterinya Kapten Adiana Siringoringo? Dimana pula 
perhatian "dongan
>   sahuta", dan--ini yang lebih penting--perhatian gereja?
> 
>   Tapi yah siapa pula yang mau perduli memikirkan seorang polisi
>   sinting yang cemburu karena pangkat isterinya lebih tinggi? 
(Itulah
>   penyebab pembunuhan itu, kata media massa).
> 
>   Urusan kita sendiri tokh sudah cukup banyak. Kita sudah cukup 
pontang-
>   panting mencari biaya untuk renovasi rumah, cicilan mobil, atau
>   membeli baju seragam untuk pesta pernikahan seorang "paraman" 
nanti.
>   Kita sudah kehabisan waktu untuk latihan koor, rapat majelis, dan
>   menyelenggarakan seminar di gereja. Oh, ya kita juga sudah ngos-
>   ngosan untuk menghadiri pesta perkawinan "boru amangtua",
>   arisan "punguan hita na sa ompu", dan rapat pembangunan tugu 
di "bona
>   pasogit".
> 
>   Jadi begitulah, dalam pandangan saya, sekali lagi, Keluarga Aipda
>   Saudin Debataraja hanyalah korban dari sebuah masyarakat dan 
gereja
>   yang sedang sakit.
> 
>   Horas,
> 
>   Mula Harahap
> 
>   In [EMAIL PROTECTED], "Dian Matias Saragih" <dian.mat@> wrote:
> 
>   http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=54365
> 
>   Pasutri Pasangan Anggota ABRI dan Polisi Baku Tembak
> 
>   indosiar.com, Bekasi - Pasangan suami istri sebagai anggota 
Polisi dan
>   anggota TNI di Bekasi Senin (28/08/06) malam, terlibat baku 
tembak.
>   Ironisnya, sang istri yang merupakan Anggota TNI berpangkat 
Kapten
>   tewas seketika dengan tiga luka tembakan. Sedangkan suaminya yang
>   anggota polisi berpangkat Aipda mengalami kritis setelah berusaha
>   bunuh diri dengan menembakkan pistol ke bagian kepalanya.
> 
>   Saudin Dabataraja semalam harus menjalani perawatan intensif di
>   Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Rawa Lumbu, Bekasi Barat. 
Menurut
>   sejumlah saksi kondisi kritis Saudin ini akibat aksi bunuh diri 
yang
>   dilakukan sesaat setelah Saudin membunuh istrinya Adiana 
Siringoringo.
> 
>   Suasana mengemparkan ini berawal saat warga perumahan Rawa Lumbu,
>   Bekasi Timur mendengar letusan senjata api empat kali di rumah 
Saudin
>   yang juga sebagai anggota Polri yang bertugas di Patko Mapolsek
>   Bekasi Timur.
> 
>   Warga yang datang ke TKP menemukan juga istri Suadin Adiana yang
>   bertugas di Markas Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dengan 
Pangkat
>   Kapten ini terbujur tewas bersimbah darah dengan luka tembakan.
> 
>   Diduga Saudin malam itu bertengkar dengan istrinya yang kemudian
>   menembak istrinya dibagian kepala hingga meninggal dunia.
> 
>   Tidak jauh dari tubuh pasangan suami istri yang sudah dikaruniai 
3
>   orang anak ini ditemukan sepucuk senjata api yang diduga kuat 
sebagai
>   senjata api yang digunakan Saudin untuk membunuh istrinya.
> 
>   Hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai latar belakang
>   kejadian tersebut, serta siapa yang awal mulanya menembakkan 
pistol
>   tersebut. Mayat Adiana saat ini diotopsi di RSCM Jakarta. 
Sementara
>   Saudin tengah dirawat secara intensif. (Tim Liputan/Sup)
> 
> 
>   Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post
>   Messages in this topic (3)
>







_____________________________________________________________

Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]

Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/KBMSB/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke