Dari Milis Tetangga, kalo gak informatif didelete aja

Entah bener apa nggak ... 
Kalo udah ketahuan Begini seharusnya Ada Persatuan
Orang Tua yang 
anaknya Mengidap AUTIS untuk menuntut Balik baik itu
ke BADAN pengawas 
OBAT-OBATan.....Atau langsung kepada yang Menciptakan
PRODUK beracun 
mercuri ini..... 

GW Sendiri Udah FEELING kok anak 2 orang DULU (JADUL)
gak Ada yang 
terjangkit AUTIS... 
Eh udah Gitu Bela dirinya ada orang yang mengKLAIM
bahwa ini penyakit 
GENETIC (BO'ONG BESAR). DAN ternyata sudah mulai
terungkap akibat VAKSIN 
yang mengandung Mercuri....... 

GW udah CURIGA memang ada UPAYA-UPAYA Bangsa Tertentu
yang meracuni 
BANGSA LAin dengan RACUN-RACUN yang disembunyikan
dalam OBAT-OBATAN. 
Ibarat VIRUS KOMPUTER ..KOnsep Penyebarannya memang
seperti TROJAN... 

Mulai Sekarang berhati-hatilah, sepertinya PERANG BIO
dan PERANG KIMIA 
sudah mulai dilakukan Bangsa-Bangsa Yang memang
terlahir menjadi BANGSA 
FEODAL untuk meracuni BANGSA LAIN dengan cara-cara
yang sangat hina ini. 



Vaksin penyebab Autis 
Buat para Pasangan MUDA, oom dan tante yg punya
keponakan atau bahkan 
calon ibu, perlu nih dibaca ttg autisme. Bisa di share
kepada yang masih 
punya anak kecil supaya ber-hati2. 

Setelah kesibukan yg menyita waktu, baru sekarang saya
bisa dapat waktu 
luang membaca buku "Children with Starving Brains"
karangan Jaquelyn 
McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh
Grasindo. Ternyata 
buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp.
50,000, itu benar2 
membuka mata saya, dan sayang sekali baru terbit
setelah anak saya Joey 
(27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum
Disorder. 

Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat
saya menangis. 
Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -
Februari 2002), Joey 
memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3
kali suntikan 
vaksin HiB. 

Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata 2
macam vaksin yang 
diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu
positif mengandung 
zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri
yang menjadi 
penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang
meledak pada sejak 
awal tahun 1990 an. 

Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah
dilarang di Amerika 
sejak akhir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak
yang saya tunggu 
kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan
divaksinasi di sebuah 
rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di
Karawaci Tangerang, 
dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik,
ternyata malah 
"diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. 

Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang,
sehingga Joey 
tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja,
sampai sekarang 
dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan
casein, harus terapi 
ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan
diet supplemen yang 
keseluruhannya sangat besar biayanya. 

Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para
dokter anak di 
Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan,
tolonglah baca buku 
tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin
yang masih 
mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak
mungkin sudah 
terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat
tersebut diekspor 
dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan
sampai ke 
puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis
B, yang sekarang 
sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan.
Kepada para orang 
tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap
proaktif, dan assertif 
dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal
tersebut, cobalah 
bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin
Hepatitis B dan HiB 
yang tidak mengandung Thimerosal. 

Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang
akan menjadi orang 
tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti
saya. Sekali lagi, 
jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak
penerus bangsa, 
apalagi jika mereka datang dari keluarga yang
berpenghasilan rendah yang 
untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya
terapi supplemen, 
terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar
tunggunya sampai 
berbulan-bulan), yang besarnya sampai jutaan Rupiah
per bulannya. 

Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan
ribuan teman-teman 
senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang
membebaskan diri 
dari belenggu Autisme. 

"Let's share with others... Show them that WE care!"


 
____________________________________________________________________________________
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know.
Ask your question on www.Answers.yahoo.com

Kirim email ke