--- In [email protected], manganju luhut <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >Bang Bob apa kabarmu?? aku tunggu.. sep-seplahh. Manganju,apa kabar? apakah kau masih menulis? sebelumnya maaf sekali kalo aku belum sempat respon beberapa pesan mu yang kau sampaikan liwat f.s, y.m, maupun ajakan diskusi soal gombalisasi yang kau tuangkan dalam media milis ini.bagiku sekarang, sebagai salah seorang sales boy di sebuah pabrik obat nyamuk, membagi waktu untuk membaca dan menulis cukuplah sulit, bos. maafkan saya.hidup sekarang kebanyakan dihabiskan dalam perjalanan di atas aspal. disana, di atas aspal, bbm dan gas kini sudah berubah menjadi barang politik.lihatlah kemaren,kawan, dalam satu perjalanan aku menyaksikan ratusan masyarakat berduyun2 ngantre di atas aspal berebut mendapatkan bbm. entah mengapa keberadaan bbm kini kian sulit bersamaan degan pemerintah bin jusuf bin kala sedang getol2- nya mempromosikan gas untuk mengepulkan asap dapur...so, ada apa dengan bbm? mending pake batu bara aje,ya. lebih hemaaaat hehehehehehe....
ambal2 ni hata lah dulu itu... nah, sekarang taringot tuh tulisan mu soal penolakkan globalisasi ini.sama seperti tulisan2 yang kebanyakan sekarang beredar di koran2,internet, maupun bincang-bincang yang sering kita dengar di radio2 dan televisi belakangan, sekelompok orang yang menamakan diri- nya "gerakan" antikapitalisme belum sanggup memberikan ide(ologi) maupun tujuan politik dari antikapitalisme. yang berkembang adalah sekumpulan reaksi terhadap berbagai momentum atau kebijakan. yang tampil sekedar mobilisasi temporer tanpa mampu merumuskan wajah masa depan bumi yang lebih baik dan adil. siapa? marxisme dengan impian utopis mengharapkan bangkitnya kaum proletar yang mampu menguasai seluruh alat produksi?kayaknya belum, kawan.nah,dari apa yang kamu tulis ini pun aku belum menemukan ide tersebut. maaf sekali. Soal Vicky Sianiapar dengan arrangement gondang batak-nya :).Dalam hal ini kita harus mampu membedakan antara westernisasi dan modernisasi. Aku rasa dalam hal ini Vicky membawa musik Batak sedikit berayun menuju modernisasi, "new age", era baru musik batak.Itu menurut aku. Aku cukup menikmati. Oh, ya, soal buku2 yang ingin kau pinjam. Kemaren2 sudah kuserahkan ke Huala. Begitu aja dulu soale lagi ada jerawat sedang tumbuh di kening yang mengganggu proses berpikir saat ini hehehe. Sabtu ini aku ada rencana ke Bandung. Mungkin kita bisa bertemu :) salam, met berkarya, dan tetaplah menulis. btw,kamu itu bakat, enak membaca tulisan mu :) bobby formula --- In [email protected], manganju luhut <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > oiahh ia, selamat yah bagi abang-abang yang wisuda. kakak-kakak juga tentunya.. Bang Bob apa kabarmu?? aku tunggu.. sep-seplahh. > > > > manganju luhut <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > GLOBALISASI , WESTERNISASI = PENJAJAHAN GAYA BARU > > > -Sebuah Refleksi Bersama- > > > > Kita Pernah Menjadi Bangsa Yang Besar > > "Jangan pernah melupakan sejarah!" kata Bung Karno semoga kata- kata ini terpatri kuat. > Jika Anda membuka lembaran sejarah Indonesia, maka kita akan menemukan kisah-kisah besar kejayaan bangsa Indonesia. Siapakah yang akan menyangkal bahwa Majapahit pernah menjadi salah satu peradaban besar di timur, dengan kekuatan laut yang menggetarkan. > Siapakah yang akan menyangkal bahwa Sriwijaya pernah menjadi sekolah bagi raja-raja di timur. Borobudur adalah buktinya, Syahyakirti adalah monumennya. Kekayaan alam negeri ini tak terkira besarnya. Kita punya gunung tembaga di Irian, kita punya minyak di Riau, kita punya emas di Cilotok dan masih sangat banyak lagi. Apa yang tidak ada di Indonesia? > Keindahannya merupakan zamrud khatulistiwa. Kita punya Bali dengan pantainya, kita punya Manado dengan keindahan alam bawah lautnya, danau Toba dengan panoramanya..!! Ragam budayanya yang unik dengan keluhuran dan kearifan yang adiluhung melebur menjadi manusia Indonesia yang sangat menjunjung tigggi norma-norma ketimuran. Kita adalah bangsa yang besar. > > > > Tapi... Mengapa Kita Miskin...??!! > > Kisah ini dimulai ketika armada barat pertama kali menyentuh bumi pertiwi ini. Kesopanan timur membuat kita dengan terbuka menerima mereka. Dengan jargon pemberadaban, mereka mengecap manisnya tebu Jawa, pedasnya pala Maluku, pahitnya kopi Sidikkalang dan wahh... tentunya masih banyak lagi. Dengan jargon demokrasi dan hak asasi manusia mereka merasa berhak menjatuhkan Soekarno (silahkan tonton KBRI Kado Buat Rakyat Indonesia) dan mencampuri urusan politik kita. Dengan jargon kebebasan dan modernitas mereka membujuk kita anak-anak bangsa untuk melupakan akar budayanya. > > Benarkah untuk alasan itu..??! Tidak kawan!! Kerakusan barat yang dilandasi oleh prasangka-prasangka rasial-lah yang membuat mereka merasa berhak merampok negeri ini. Alasannya sangat sederhana karena kita kaya dan mereka miskin. > > Globalisasi = Penjajahan Gaya Baru......!! > > Yah... itulah slogan terbaru mereka, hanya saja kita kurang menyikapi! > Globalisasi menghasilkan kemakmuran kata ekonom-ekonom mereka. > Simak beberapa teori mereka: > Jika setiap individu dijamin kebebasannya (individual liberty) untuk berbuat maksimal untuk dirinya sendiri (self-interest) maka sistem akan optimal. Setiap individu akan menggali keunggulan komparatifnya masing-masing dan bertemu dipasar. Akan ada "tangan tak tampak" yang akan menjamin keadilan sistem. > Untuk itu, semua hambatan yang dapat mengganggu pergerakan individu atau serikat individu (korporasi) dalam mencari sumber daya baru, pasar dan tenaga kerja yang paling efisien harus dihilangkan. Persaingan bebas adalah solusi terbaik yang akan membuat perekonomian efesien dan tumbuh dengan cepat. > > > Globalisasi di semua faktor adalah jawabannya. > > Jangan percaya kawan!! Petani keramba dipinggiran danau Toba tidak akan menang menghadapi PT Aquafarm Nusantara (memakai nama Nusantara "penipuan terselubung" padahal perusahaan asal Swiss, 75 ton-80 ton Ikan Nila kualitas ekspor per hari pengiriman ke Eropa dan AS) yahhh gunakan lahan Indonesia kemudian hasilnya dibawa keluar (tentunya ingat kembali kejadian matinya ikan-ikan petani keramba di danau Toba terindikasi akibat virus aneh??). > Sebentar lagi rumah makan Padang akan tergantikan oleh Mc-D. Pabrik sepatu di Cibaduyut hanyalah berisi buruh pabrik Nike. Anak kita tidak dapat lagi bersekolah karena subsidi pendidikan harus dicabut, sementara para sarjana sibuk menjadi sekrup-sekrup perusahaan luar. Kompor minyak kita harus dibuang karena subsidi BBM dicabut, air minum semakin mahal karena PDAM sudah dijual ke perusahan asing (pelanggaran pasal 33 UUD 45,), emas , tembaga, minyak bumi dan sebahagian besar kekayaan alam kita habis terkuras oleh perusahaan asing dan menyisakan kesengsaraan bagi warga disekitarnya (hanya bisa terdiam melihat tanah airnya "dirampok"). > > > > Lalu dimanakah para pemuda negeri ini?? Rupanya mereka sedang tertidur setelah menonton MTV sambil bermimpi menjadi boysband atau Idol. Vicky Sianipar dengan aransement gondang bataknya (no offense). > Bentuk hegemoni. (contoh lain silahkan baca tulisan B.Malem "Globalisasi Dan Pergeseran Budaya Indonesia" ada di web - >siantarman menulis -> budaya) > Dimanakah petinggi negeri ini? Rupanya mereka juga sedang 'tertidur' dibawah ketiak para kapitalis asing tanpa bisa berbuat apa-apa karena Negara tidak boleh lagi mencampuri urusan pasar secara leluasa.. > Dunia parawisata hanya akan dinikmati orang-orang 'berduit'.. Lingkungan semakin rusak. Globalisasi tidak akan membawa kemakmuran.! Kompetisi bebas hanya akan melahirkan kesenjangan karena pemenangnya pasti yang punya modal besar. > Persaingan bebas (versi mereka) menjadi semakin mustahil terjadi, karena pasti ada berbagai kepentingan yang akan mendistori pasar. Berbagai cara dilakukan untuk memaksa negara berkembang agar membuka pintu pasarnya. Pemberian hutang , janji investasi (ingat kembali George Soros), isu demokrasi, hingga penggunaan kekuatan militer dan politik adalah beberapa senjata yang sering digunakan. > > > Kawan, Adam Smith terlalu pemalu untuk mengatakan terus terang bahwa invisible hand-nya adalah tangan para kapitalis, dan satu- satunya keunggulan komparasi adalah keunggulan modal. > Hanya satu jalan keluarnya : TOLAK GLOBALISASI!!!!! Diskusi hangat sangat dinantikan. > > > > Salam hangat, kompak selalu. > Berpikir positif. > > > --------------------------------- > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers > > > > > --------------------------------- > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers >
