masih ada "invisible hand" lagi yg buat ini semua ju...
sebenarnya dia uda kalah,tapi kita yang gak mau jadi pemenang...

regards,
Rebecca D.S.(04)

--- In [email protected], "BOBBY FORMULA" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], manganju luhut <anju_tbnn@> wrote:
> >Bang Bob apa kabarmu?? aku tunggu.. sep-seplahh.
>  
> Manganju,apa kabar?
> apakah kau masih menulis?
> sebelumnya maaf sekali kalo aku belum sempat respon beberapa pesan 
> mu yang kau sampaikan liwat f.s, y.m, maupun ajakan diskusi soal 
> gombalisasi yang kau tuangkan dalam media milis ini.bagiku sekarang, 
> sebagai salah seorang sales boy di sebuah pabrik obat nyamuk, 
> membagi waktu untuk membaca dan menulis cukuplah sulit, bos. maafkan 
> saya.hidup sekarang kebanyakan dihabiskan dalam perjalanan di atas 
> aspal. disana, di atas aspal, bbm dan gas kini sudah berubah menjadi 
> barang politik.lihatlah kemaren,kawan, dalam satu perjalanan aku 
> menyaksikan ratusan masyarakat berduyun2 ngantre di atas aspal 
> berebut mendapatkan bbm. entah mengapa keberadaan bbm kini kian 
> sulit bersamaan degan pemerintah bin jusuf bin kala sedang getol2-
> nya mempromosikan gas untuk mengepulkan asap dapur...so, ada apa 
> dengan bbm? mending pake batu bara aje,ya. lebih hemaaaat 
> hehehehehehe....
> 
> ambal2 ni hata lah dulu itu...
> 
> nah, sekarang taringot tuh tulisan mu soal penolakkan globalisasi 
> ini.sama seperti tulisan2 yang kebanyakan sekarang beredar di 
> koran2,internet, maupun bincang-bincang yang sering kita dengar di 
> radio2 dan televisi belakangan, sekelompok orang yang menamakan diri-
> nya "gerakan" antikapitalisme belum sanggup memberikan ide(ologi) 
> maupun tujuan politik dari antikapitalisme. yang berkembang adalah 
> sekumpulan reaksi terhadap berbagai momentum atau kebijakan. yang 
> tampil sekedar mobilisasi temporer tanpa mampu merumuskan wajah masa 
> depan bumi yang lebih baik dan adil. siapa? marxisme dengan impian 
> utopis mengharapkan bangkitnya kaum proletar yang mampu menguasai 
> seluruh alat produksi?kayaknya belum, kawan.nah,dari apa yang kamu 
> tulis ini pun aku belum menemukan ide tersebut. maaf sekali.
>  
> Soal Vicky Sianiapar dengan arrangement gondang batak-nya :).Dalam 
> hal ini kita harus mampu membedakan antara westernisasi dan 
> modernisasi. Aku rasa dalam hal ini Vicky membawa musik Batak 
> sedikit berayun menuju modernisasi, "new age", era baru musik 
> batak.Itu menurut aku. Aku cukup menikmati.
> 
> Oh, ya, soal buku2 yang ingin kau pinjam. Kemaren2 sudah kuserahkan 
> ke Huala. Begitu aja dulu soale lagi ada jerawat sedang tumbuh di 
> kening yang mengganggu proses berpikir saat ini hehehe. Sabtu ini 
> aku ada rencana ke Bandung. Mungkin kita bisa bertemu :) 
> 
> salam, met berkarya, dan tetaplah menulis. btw,kamu itu bakat, enak 
> membaca tulisan mu :)
> 
> bobby formula
> 
> --- In [email protected], manganju luhut <anju_tbnn@> wrote:
> >
> > oiahh ia, selamat yah bagi abang-abang yang wisuda. kakak-kakak 
> juga tentunya.. Bang Bob apa kabarmu?? aku tunggu.. sep-seplahh.
> > 
> > 
> > 
> > manganju luhut <anju_tbnn@> 
> wrote:                                  
> > GLOBALISASI , WESTERNISASI = PENJAJAHAN GAYA BARU
> >   
> >   
> > -Sebuah Refleksi Bersama-
> >   
> >  
> >   
> > Kita Pernah Menjadi Bangsa Yang Besar
> >   
> >     "Jangan pernah melupakan sejarah!" kata Bung Karno semoga kata-
> kata ini terpatri kuat. 
> > Jika Anda membuka lembaran sejarah Indonesia, maka kita akan 
> menemukan kisah-kisah besar kejayaan bangsa Indonesia.  Siapakah 
> yang akan menyangkal bahwa Majapahit pernah menjadi salah satu 
> peradaban besar di timur, dengan kekuatan laut yang menggetarkan. 
> > Siapakah yang akan menyangkal bahwa Sriwijaya pernah menjadi 
> sekolah bagi raja-raja di timur. Borobudur adalah buktinya, 
> Syahyakirti adalah monumennya. Kekayaan alam negeri ini tak terkira 
> besarnya. Kita punya gunung tembaga di Irian, kita punya minyak di 
> Riau, kita punya emas di Cilotok dan masih sangat banyak lagi. Apa 
> yang tidak ada di  Indonesia? 
> > Keindahannya merupakan zamrud khatulistiwa. Kita punya Bali dengan 
> pantainya, kita punya Manado dengan keindahan alam bawah lautnya, 
> danau Toba dengan panoramanya..!!   Ragam budayanya yang unik dengan 
> keluhuran dan kearifan yang  adiluhung melebur menjadi manusia 
> Indonesia yang sangat menjunjung tigggi norma-norma ketimuran. Kita 
> adalah bangsa yang besar.  
> > 
> > 
> >     
> > Tapi... Mengapa Kita Miskin...??!!
> >   
> >        Kisah ini dimulai ketika armada barat pertama kali 
> menyentuh bumi pertiwi ini. Kesopanan timur membuat kita dengan 
> terbuka menerima mereka. Dengan jargon pemberadaban, mereka mengecap 
> manisnya tebu Jawa, pedasnya pala Maluku, pahitnya kopi Sidikkalang 
> dan wahh... tentunya masih banyak lagi. Dengan jargon demokrasi dan 
> hak asasi manusia mereka merasa berhak menjatuhkan Soekarno 
> (silahkan tonton KBRI Kado Buat Rakyat Indonesia) dan mencampuri 
> urusan politik kita. Dengan jargon kebebasan dan modernitas mereka 
> membujuk kita anak-anak bangsa untuk melupakan akar budayanya.
> >   
> > Benarkah untuk alasan itu..??! Tidak kawan!! Kerakusan barat yang 
> dilandasi oleh prasangka-prasangka  rasial-lah yang membuat mereka 
> merasa berhak merampok negeri ini. Alasannya sangat sederhana karena 
> kita kaya dan mereka miskin.
> >   
> > Globalisasi = Penjajahan Gaya Baru......!!
> >   
> >     Yah... itulah slogan terbaru mereka, hanya saja kita kurang 
> menyikapi!
> >  Globalisasi menghasilkan kemakmuran kata ekonom-ekonom mereka.
> >  Simak beberapa teori mereka:
> > Jika setiap individu dijamin kebebasannya (individual liberty) 
> untuk berbuat maksimal untuk dirinya sendiri (self-interest) maka 
> sistem akan  optimal. Setiap individu akan menggali keunggulan 
> komparatifnya masing-masing dan bertemu dipasar. Akan ada "tangan 
> tak tampak"  yang akan menjamin keadilan sistem. 
> > Untuk itu, semua hambatan yang dapat mengganggu pergerakan 
> individu atau serikat individu (korporasi) dalam mencari sumber daya 
> baru, pasar dan tenaga kerja yang paling efisien harus dihilangkan. 
> Persaingan bebas adalah solusi terbaik yang akan membuat 
> perekonomian efesien dan tumbuh dengan cepat.
> > 
> >   
> > Globalisasi di semua faktor adalah jawabannya.
> >   
> > Jangan percaya kawan!! Petani keramba dipinggiran danau Toba tidak 
> akan menang menghadapi PT Aquafarm Nusantara (memakai nama 
> Nusantara "penipuan terselubung" padahal perusahaan asal Swiss, 75 
> ton-80 ton Ikan Nila kualitas ekspor per hari pengiriman ke Eropa 
> dan AS) yahhh gunakan lahan Indonesia kemudian hasilnya dibawa 
> keluar (tentunya ingat kembali kejadian matinya ikan-ikan petani 
> keramba di danau Toba terindikasi akibat virus aneh??).
> > Sebentar lagi rumah makan Padang akan tergantikan oleh Mc-D. 
> Pabrik  sepatu di Cibaduyut hanyalah berisi buruh pabrik Nike. Anak 
> kita tidak dapat lagi bersekolah karena subsidi pendidikan harus 
> dicabut, sementara para sarjana sibuk menjadi sekrup-sekrup 
> perusahaan luar. Kompor minyak kita harus dibuang karena subsidi BBM 
> dicabut, air minum semakin mahal karena PDAM sudah dijual ke 
> perusahan asing (pelanggaran pasal 33 UUD 45,), emas , tembaga, 
> minyak bumi dan sebahagian besar kekayaan alam kita habis terkuras 
> oleh perusahaan asing dan menyisakan kesengsaraan bagi warga 
> disekitarnya (hanya bisa terdiam melihat tanah airnya "dirampok").
> >   
> >   
> >  
> >     Lalu dimanakah para pemuda negeri ini?? Rupanya mereka sedang 
> tertidur setelah menonton MTV sambil bermimpi menjadi boysband atau  
> Idol. Vicky Sianipar dengan aransement gondang bataknya (no 
> offense). 
> > Bentuk hegemoni. (contoh lain silahkan baca tulisan 
> B.Malem "Globalisasi Dan Pergeseran Budaya Indonesia" ada di web -
> >siantarman menulis -> budaya) 
> >     Dimanakah petinggi negeri ini? Rupanya mereka juga 
> sedang 'tertidur' dibawah ketiak para kapitalis asing tanpa bisa 
> berbuat apa-apa karena Negara tidak boleh lagi mencampuri urusan 
> pasar secara leluasa.. 
> > Dunia parawisata hanya akan dinikmati orang-orang 'berduit'.. 
> Lingkungan semakin rusak. Globalisasi tidak akan membawa 
> kemakmuran.! Kompetisi bebas hanya akan melahirkan kesenjangan 
> karena pemenangnya pasti yang punya modal besar. 
> > Persaingan bebas (versi mereka) menjadi semakin mustahil terjadi, 
> karena pasti ada berbagai kepentingan yang akan mendistori pasar. 
> Berbagai cara dilakukan untuk memaksa negara berkembang agar membuka 
> pintu  pasarnya. Pemberian hutang , janji investasi (ingat kembali 
> George Soros), isu demokrasi, hingga penggunaan kekuatan militer dan 
> politik adalah beberapa senjata yang sering digunakan.
> >   
> >   
> >     Kawan, Adam Smith terlalu pemalu untuk mengatakan terus terang 
> bahwa invisible hand-nya adalah tangan para kapitalis, dan satu-
> satunya keunggulan komparasi adalah keunggulan modal. 
> > Hanya satu jalan keluarnya : TOLAK GLOBALISASI!!!!!   Diskusi 
> hangat sangat dinantikan.
> >   
> > 
> > 
> >     Salam hangat,  kompak selalu.
> > Berpikir positif.
> >         
> > 
> > ---------------------------------
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di 
> Yahoo! Answers
> >      
> >                        
> > 
> >        
> > ---------------------------------
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di 
> Yahoo! Answers
> >
>


Kirim email ke