Selain prinsip 5S, Japan Company Management juga terkenal dengan 3G's nya : Genba, Genbutsu, dan Genjitsu, yg diterjemahkan ke dalam bahasa Batak nya "actual place", "actual thing", and "actual situation". :-)
Semoga bermanfaat. best regards, -Candra RG- =2GETHER WE STRIVE 4 CONTINUOS IMPROVEMENT= --- On Thu, 4/24/08, Indriatmo Atmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Indriatmo Atmo <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Toyota No Kuchi Guse (TNKG) To: Date: Thursday, April 24, 2008, 6:45 PM TOYOTA NO KUCHI GUSE (TNKG) Beberapa hari yang lalu saya mampir ke sebuah toko buku Seibunkan (toko buku yg hampir ada disetiap kota-kota di jepang). Dalam satu barisan buku-buku yang saya scaning secara sekilas, ada satu buku yang menarik perhatian saya. "Toyota no kuchi guse" (TNKG). Toyota = perusahaan mobil terkenal toyota, Kuchi = mulut dan Guse = kebiasan. Artinya dalam bahasa kita "kebiasan bicara di toyota". TNKG ini yang menjadi salah satu faktor kemajuan dari perusahaan mobil toyota. Kebiasaan bicara yang selalu diucapkan oleh para pimpinan atau penanggung jawab (kepala pabrik, leader, manager dst. yang memiliki posisi atasan dan tanggung jawab). Buku itu menjelaskan beberapa kuchi guse yang sering dipakai oleh mereka-mereka yang memiliki tanggung jawab di toyota. Salah satu yang ingin saya sharing di sini adalah sebuah kuchi guse "ore ga itte kita, omae wa itta ka?", yang dalam bahasa gaul kita sehari-hari "gua udah turun ke lapangan, elo udah turun belon?". Ini yang selalu diucapkan atasan-atasan di toyota ketika mendapat laporan trouble dari bawahannya. Satu kebiasaan di toyota, ketika ada masalah langsung keluar laporan dari bawahan. Tapi oleh atasan atau si penanggung jawab laporan tersebut tidak dibaca dulu. Diletakkan di atas mejanya lalu si atasan langsung turun ke lapangan melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang sedang terjadi di pabrik itu. Setelah si atasan tadi selesai melihat-lihat, baru kemudian dibacanya laporan dari bawahannya. Beberapa saat kemudian diadakan rapat terkait masalah tadi. Sebelum rapat atasan tadi mengeluarkan kuchi guse, "gua udah turun ke lapangan, elo udah turun belon?". Kalau ada peserta rapat yang belum turun ke lapangan dan lihat sendiri apa yang sedang terjadi, maka rapat ditunda... Seorang atasan yang sebelumnya menjadi bawahan merasakan betul ungkapan yang begitu dahsyat dalam menyelesaikan masalah-masalah yang muncul saat itu. Dengan turun langsung ke lapangan kita akan dapat mengetahui secara langsung apa yang sebenarnya terjadi. Tidak terpaku pada laporan bawahan yang kadang dan kemungkinan disamarkan kondisi yang sebenarnya karena khawatir disalahkan oleh atasannya. Sehingga ada kemungkinan laporannya dibuat tadi menjadi tidak valid. Maka sebelum membaca laporan tadi, para atasan di toyota langsung turun dahulu ke "gemba" (pabrik). Dan memang, kebiasan para atasan di jepang kerjanya tidak duduk-duduk di meja kantor saja utk acc atau terima laporan jadi dari bawahannya. Tapi selalu mondar-mandir kantor, pabrik, kantor, pabrik dan seterusnya.. Dan ini saya lihat sendiri ketika saya menemani vice presiden perusahaan Indonesia yang terkait dengan Toyota datang ke pabrik Toyota langsung. Para atasan turun ke pabrik untuk ngecek kondisi lapangan, diskusi dengan buruh-buruh yang bekerja menanyakan apakah ada masalah dsb. Tidak heran kalau perusahaan jepang berhasil dan berada di papan atas perusahaan-perusahaan internasional... Bisakah kita mencontohnya? ------------------------------------- (Oleh: Candra Dermawan) ________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http:/mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62 sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ%20>
