Objek Wisata Baru di Balige....

Di Balige Kabupaten Tobasa, sekarang ini, ada Convention Hall bertaraf 
internasional, bangunannya cantik, ankustiknya canggih. Dan ada museum yang 
dilengkapi dengan panser, helikopter dan Jeep tempur. Lalu ada Kampung Batak di 
mana terdapat enam buah ruma Batak asli yang sudah berumur ratusan tahun (sudah 
dipugar), dilengkapi dengan alat-alat pertanian dan alat penangkap ikan yang 
ratusan tahun yang lalu pernah digunakan nenek moyang orang Batak. Lalu ada 
satu ruma Batak besar (Ruma Bolon) dengan pekarangan luas tempat manortor. Dan 
juga ada suatu restoran modern dengan view ke arah Danau Toba, kalah Cafe yang 
ada di Jakarta.
 Letaknya di Desa Pagarbatu Balige, hanya beberapa ratus meter dari makam 
Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Soposurung Balige.
 Dan last but not least, ada patung, yaitu patung dari pemilik dan pendiri 
kompleks itu, Letjen TNI (purn) DR TB SILALAHI, SH, mantan Menteri Pemberdayaan 
Aparatur Negara RI dan sekarang anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI.
 Inilah dia, TB SILALAHI CENTER, yang diresmikan hari Jumat tgl 17 April 2008 
bertepatan dengan hari Ulang Tahun ke-70 dari Pak TB sendiri.
 Museum di TB Silalahi Center tersebut merupakan museum pribadi Pak TB, di mana 
kita bisa melihat gambar-gambar dan foto-foto serta benda-benda bersejarah 
dalam sejarah kehidupan Pak TB.
 Mulai dari lukisan dirinya sebagai anak orang miskin, setiap hari menggembala 
sapi, hanya makan “sihapor”, namun tetap bersekolah, sampai masuk Akabri, 
bertugas di luar negeri, menjadi Menteri dan seterusnya.
 Tank yang ada di halaman museum tersebut, adalah tank yang pernah dia pakai 
sewaktu menjadi Komandan Batalion Kavaleri. Helikopter yang juga ada di sana, 
juga yang dulu sering dipakainya. Dan ada sebuah Jeep tentara, pemberian Try 
Sutrisno.
 Semua gambar Presiden RI mulai Soekarno sampai SBY, ada di sana, dan foto-foto 
keterkaitan pengalaman dan peranan Pak TB pada masa-masa itu. Antara lain, 
waktu Pak TB menerima bintang kehormatan dll.
 Dari semua foto-foto tersebut salah satu yang sangat berkesan bagi pengunjung 
museum, adalah foto TB Silalahi waktu bertugas di Mesir, menancapkan bendera 
PBB di gurun Sinai di mana dulu Nabi Musa menancapkan tongkatnya untuk 
mendatangkan air bagi Bangsa Israel.
 Di museum ini pun ada patung Raja Sisingamangaraja XII dan stempel kerajaannya 
yang beraksara Batak dan huruf Arab. Di samping museum pribadi tersebut, juga 
ada ruangan berisi koleksi benda-benda budaya Batak seperti berbagai jenis 
ulos, tongkat dan lain sebagainya.
 DR TB Silalahi mengatakan, museum ini dibangun bukan untuk mengagungkan 
dirinya, melainkan untuk menjadi bahan renungan bagi generasi penerus bahwa 
anak miskin pun bisa berhasil menjadi Jenderal, Menteri dll, asal mau belajar, 
bekerja keras, berjuang dan beriman kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
 Selain  itu juga, dimaksudkan untuk melestarikan budaya Batak juga sekaligus 
dapat dijadikan obyek wisata.
 PERESMIAN
 Kelihatan Pak TB Silalahi sangat bahagia ketika tercinta Ny Diarti TB Silalahi 
melakukan pengguntingan pita sebagai pertanda diresmikannya TB Silalahi Center 
tsb, disambut tepuk tangan dari ratusan undangan, dan Pak TB Silalahi sendiri 
menandatangani prasasti peresmian.
 Kedua suami-isteri berbahagia itu pun saling mencium pipi.
 Kemudian Ibunda dari Jaksa Agung Hendarman Supandji yang khusus datang dari 
Jakarta, yang merupakan Ibu angkat Pak TB Silalahi waktu menjadi Taruna dulu, 
mendapat kehormatan membuka selubung patung dari Letjen TNI (Purn) TB Silalahi 
dan melepaskan balon ke udara.
 Kehadiran beliau selama di acara tersebut didampingi Nyonya Tb Silalahi dan 
Kajatisu Gortap Marbun SH dan isteri.
 Sesudah itu peninjauan ke Museum, baru menyaksikan acara manortor oleh 
pemuda-pemudi Batak dari Kecamatan Lumbanjulu.
 Sesudah itu, menyusul  peresmian Kampung Batak yang berada di Kompleks TB 
Silalahi Center tersebut.
 DR GM Panggabean didampingi isteri mendapat kehormatan menggunting pita 
peresmian Kampung Batak tsb. Baru kemudian, semua undangan, diajak makan siang 
di Restoran modern yang ada di kompleks tsb, sebelum acara dilanjutkan di 
kompleks SMA Soposurung, yaitu penyerahan alat-alat pertanian dari Otorita 
Asahan kepada para Bupati dari Tobasa, Taput, Humbahas, Samosir dan Simalungun.
 Penyerahan dilakukan oleh Ketua Otorita Asahan Saut Hutauruk, disaksikan oleh 
Pak TB Silalahi dan DR GM Panggabean.
 Acara ulang tahun ke-70 Pak TB Silalahi ini, yang dikaitkan dengan peresmian 
TB Silalahi Center yang lengkap dengan Convention Hall, museum, Kampung Batak, 
Ruma Bolon, bahkan restoran, sungguh unik dan mengagumkan.
 Kalaulah lebih banyak lagi orang Batak yang mengingat dan mau memberi 
perhatian membangun kampung halamannya, seperti Pak TB ini, dan Propinsi 
Tapanuli terbentuk pula, rasanya membuat Tapanuli menjadi suatu daerah yang 
jaya dan makmur, bukanlah sesuatu yang mustahil.
 Jadi Obyek Wisata
 Lebih lanjut wartawan SIB melaporkan peresmian Kompleks TB Silalahi Center 
dilaksanakan bertepatan hari ulang tahun Letjend (Purn) DR Tiopan Bernhard 
Silalahi SH yang ke-70 pada Kamis (17/4) di Desa Pagar Batu, Balige. Acara itu 
bagi pak TB merupakan peristiwa penting dan berkelas karena dilaksanakan dalam 
suasana pedesaan pinggir Danau Toba namun dihadiri berbagai tokoh penting di 
antaranya isteri dan ibu angkatnya semasa di militer, ibunda dari Jaksa Agung 
Hendarman Supandji, DR GM Panggabean, para Bupati di kawasan Tapanuli, DPD RI, 
DPRD, pengusaha nasional maupun local, tokoh adat serta para pelaku dunia 
pariwisata di Sumut.
 Kehadiran Kompleks TB Silalahi Center itu merupakan bentuk kepeduliannya 
membangun pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Tapanuli terutama melalui 
pembinaan system pertanian dan perikanan juga melalui sektor pariwisata. Selain 
itu kehadiran TBS Center katanya juga upaya melestarikan kebudayaan Batak 
terutama Kepada generasi muda.
 Peresmian TBS Center itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh TB Silalahi 
bersama Ny Diarty TB Silalahi. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan seremonial 
yang dihibur oleh paduan suara para siswa SMU Plus Sopo Surung di Convention 
Hall TBS Center.
 Para tokoh penting yang hadir mengikuti acara itu antara lain DR GM 
Panggabean, Dubes RI untuk Argentina Sunten Manurung, mantan Dubes RI untuk 
Negara Brasil dan Perancis Adian Silalahi, Kajatisu Gortap Marbun SH, Bupati 
Tobasa Drs Monang Sitorus, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Bupati 
Humbahas Drs Maddin Sihombing,MSi, Bupati Taput Torang Lumbantobing, Bupati 
Dairi DR Master Tumanggor dan Bupati Madina Drs Amrun Daulay, anggota DPD RI 
asal Sumut Parlindungan SH, anggota DPRD Sumut Ir GM Chandra Panggabean, 
Kapolres Tobasa AKBP Franky Samosir serta para unsur muspida se kawasan 
Tapanuli.
 Selain itu tokoh-tokoh nasional di Jakarta juga hadir antara lain Direktur 
Niaga PT PLN Ir Sunggu Anwar Aritonang, Ketua Otorita Asahan Saut Hutauruk, 
pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea SH, para pengusaha dari Jakarta.
 Para pelaku kepariwisataan Sumatera Utara juga hadir antara lain Wakil Ketua 
ASITA Sumut Adil Anwar, Ketua Bawisda (Badan Pariwisata Daerah) Sumut Henry 
Hutabarat yang membawa pengusaha agen wisata. Kehadiran mereka mengingat TB 
Silalahi Center merupakan objek wisata baru yang akan dijual dalam paket wisata 
Sumatera Utara ke luar negeri.
 Dalam pertemuan di dalam Convention Hall, Pak TB mengatakan, resepsi ulang 
tahunnya ke-70 yang jatuh pada 17 April sebenarnya akan dirayakan di Hotel 
Shangrila Jakarta dengan undangan terbatas karena dihadiri Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono besera ibu dan para menter Kabinet Indonesia Bersatu.
 Namun dia mengaku acara peresmian TBS Center yang bertepatan dengan ultahnya 
itulah yang paling berkesan dan membanggakannya karena dilakukan di kampung 
halamannya sendiri yang dihadiri ibu angkatnya yang sangat dekat baginya semasa 
di militer. “Pak GM, ibunda saya ini seorang hajjah yang taat. Tapi pagi tadi 
(Kamis pagi), beliau mau berdoa khusus untuk saya di chapel (gereja kecil) di 
wisma Tara Bunga. Inilah yang membanggakan saya,” kata pak TB di hadapan 
ratusan orang yang memadati convention Hall TB Silalahi Center.
 Hal kedua yang membuat dirinya terharu adalah ketika anak-anak SMU Plus 
Soposurung menyanyikan lagu Daddy You’re My Superstar dan May God Bless You 
(Semoga Tuhan Memberkati Anda). Saya jadi teringat ketika anak-anak Soposurung 
ini dan para seniornya alumni Soposurung masih ingusan waktu SMP, menangis 
ketika berpisah dari ibu bapaknya untuk dididik dan dibina di Yayasan 
Soposurung. Kini mereka telah menjadi dokter, insinyiur dari berbagai perguruan 
tinggi terkemuka di dalam dan luar negeri, mereka inilah yang juga membuat saya 
terharu,” katanya.
 Kemudian lanjutnya peresmian TB Silalahi Center yang dilaksanakan bersamaan 
dengan hari ulang tahunnya ke 70 tahun dihadiri banyak tokoh penting. 
“Pertemuan ini dilaksanakan dalam suasana pedesaan tapi berkelas internasional 
karena dihadiri tokoh-tokoh yang saya anggap penting,” katanya.
 Sebelum acara peresmian, seluruh rombongan diajak melihat patung pak TB 
berpakaian militer memegang harimau yang terletak di halaman depan TB Center. 
Di halaman itu juga dipajang helicopter jenis BO-105 buatan Amerika Serikat dan 
panser jenis AMX-13 buatan Perancis yang dulu dipakai TB Silalahi saat bertugas 
di dalam negeri maupun di Timur Tengah.
 Pak TB bercerita symbol patung harimau yang dipegangnya itu karena nenek 
moyangnya dulu sampai ke Silahi Nabolak pertama kali, bertemu dengan seekor 
harimau. Karena seorang dukun hebat, nenek Silalahi itu mengatakan, mari kita 
ambil langkah sendiri-sendiri. “Jadi harimaunya pergi dia pun pergi. Cucunya 
sekarang pegang harimau lagi,” katanya bercerita.
 Selain itu saat TB Silalahi pertama kali berkarir di tentara di Siliwangi 
simbolnya harimau dan saat menjadi komandan Batalyon Kavaleri simbolnya juga 
harimau. “Nah bagi orang Cina, sio saya juga harimau,” ujarnya sambil ketawa.
 Menurut pak TB, saat dirinya masa kecil-kecil dulu sangat miskin. Namun atas 
kerja keras dan taat berdoa bisa menapaki karir di militer mulai Kodam 
Siliwangi, Kodam Diponegoro, Kostrad dan Mabes TNI hingga menjadi menteri. 
“Inilah karir saya yang menonjol. Hari ini persis umur saya 70 tahun. Apa yang 
diberikan Tuhan Kepada saya maka jiwa saya, raga saya dan seluruh harta saya 
akan saya kembalikan Kepada Mu Tuhan,” ucap pak TB seperti dituliskannya pada 
tugu yang ada di depan TBS Center.
 Pembangunan TBS Center itu sendiri menurutnya didorong keinginan berbuat 
kepada bona pasogit untuk menggugah generasi muda terutama anak-anak agar bisa 
belajar dari pengalaman yang didapat TB Silalahi. Selain itu melalui TBS 
Center, pak TB juga ingin member sumbangan melalui bantuan pemikiran untuk 
membangun pertanian, perikanan sekaligus melestarikan budaya Batak terutama 
untuk generasi muda.
 TB Silalahi menjelaskan, TBC Center yang dibangun diatas eks pabrik minuman 
mineral Aeros seluas lebih kurang 6 hektar terdiri dari gedung induk yang 
terdiri dari convention Hall berkapasitas maksimal 500 orang. Arsitekturnya 
diadopsi dari teknologi Jepang sehingga memiliki keunggulan dalam akustik suara 
yang salah satu terbaik di Indonesia untuk dijadikan pagelaran seni budaya dan 
opera.
 Di gedung induk juga ada museum pribadi TB Silalahi yang menampilkan semua 
peralatan yang digunakannya semasa masih prajurit hingga Letnan Jenderal. Di 
museum dipajang antara lain jeep yang digunakannya semasa ikut menjadi pasukan 
PBB di Timur Tengah, pakaian militernya senjata yang digunakan hingga 
photo-photo kenangan bersama Presiden Sukarno, Presiden Suharo, Presiden 
Habibie, Presiden Gus Dur, Megawati hingga menjadi Penasehat Presiden SBY 
hingga sekarang.
 Salah satu photo yang sangat dibanggakan sekaligus dikenang pak TB seperti 
diceritakannya Kepada pak GM adalah photo TB semasa menjadi pasukan perdamaian 
PBB menancapkan bendera PBB di gurun Sinai dimana Nabi Musa menancapkan 
tongkatnya di gurun Sinai.
 TB Silalahi juga mengajak seluruh hadirin berkeliling ke museum outdoor yang 
merupakan perkampungan Batak yang memiliki enam unit rumah berusia di atas 
seratus tahun lengkap dengan lingkungan yang menggambarkan keaslian lingkungan 
tempat tinggal orang Batak yang dinaungi pohon hariara.
 Di luar gedung induk itu juga ada rumah bolon yang pembuatannya meniru 
keaslian rumah Batak yang tanpa menggunakan paku tetapi hanya main ikat. Di 
halamannya sempat ditampilkan tortor asi Batak Toba.
 Menurutnya kehadiran para agen wisata pada peresmian itu untuk mempersiapkan 
TBS Center dijadikan dalam paket objek wisata di Sumut. Dalam waktu dekat 
katanya pesawat Silk Air akan didaratkan dari Singapura di Bandara Silangit 
membawa rombngan turis. Untuk itu pak TB meminta seluruh Bupati kawasan itu 
ikut membantu membangun infrastrukturnya agar kawasan Danau Toba kembali ramai 
dikunjungi turis.


Febri@



       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke