Hallo, Kelenteng adalah tempat yang sakral dan suci untuk umatnya karena disanalah posnya Dewa-Dewi yang banyak disembah orang untuk meminta ini dan itu, kadang sampai menimbulkan suatu keangkeran, yang katanya kalau tidak angker tidak menunjukkan tempat tersebut sebagai kelenteng. Apalagi setiap omongan orang tua di kelenteng tersebut bisa menjadikan suatu pesan yang seakan-akan mewakili Dewa dan ini lama kelamaan menjadi tradisi yang diikuti saja oleh orang-orang yang belum paham, sehinga ujung-ujungnya yang terjadi adalah suatu ketahyulan belaka.
Mengenai kejadian yang dialami oleh anak kecil tersebut, yang orang tuanya langsung bereaksi dengan ingin mengadakan upacara memohon maaf sebenarnya sah-sah juga sih, tapi sekiranya menurut ajaran Tao modern sekarang ini tidak diperlukan lagi acara-acara yang hampa tersebut, yang paling pokok adalah bila kita ingin memohon maaf cukup dengan setulus hati memohon maaf dalam batin saja sudah lebih dari cukup. Apakah dikatakan anak tersebut salah ?. Tentu jawabannya adalah tidak juga, karena seperti yang kita ketahui anak-anak semuanya masih berkeinginan untuk bermain dalam kehidupan mereka yang utama, nah sekiranya kejadian ini sampai menimbulkan omelan bahkan pukulan dari orang tua terhadap anak tersebut, lantas untuk selanjutnya apakah anak tersebut masih berani ke kelenteng ?. Perlu juga kita sadari bahwa Dewa-Dewi adalah maha pengasih dan penyayang , mereka menginginkan umatnya semua berjalan dijalan yang benar, berhati baik, dan sebagainya. Sayangnya masih terdapat begitu banyak orang-orang yang belum mengerti arti daripada sebuah kelenteng dan pengertian-pengertian mengenai upacara yang bermakna. Salam, Life ----- Original Message ----- From: Handoyo <[EMAIL PROTECTED]> To: Kelenteng <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, October 29, 2002 7:42 AM Subject: [Kelenteng] Perlengkapan terjatuh Dikirim oleh Wen pada 08/12/02 - 22:01:14 Judul: Perlengkapan terjatuh Sumber: Ruang Interaksi (http://interaksi.kelenteng.com/) Direct URL: http://interaksi.kelenteng.com/interaksi.cgi?action=display&num=22 Hallo, Saya ada mau sedikit bertanya nih, mengenai perlengkapan sembahyang yang terjatuh secara tidak disengaja. Suatu ketika seorang anak kecil bermain sepeda di ruang yang ada Altar (Meja Sembahyang Dewa/Dewi), tanpa disengaja roda sepedanya tersangkut dikaki Meja Altar. Yah namanya juga anak-anak, ia langsung saja menarik sepedanya tanpa memperhitungkan akibatnya. Karena sepeda ditarik secara paksa, maka Meja Altar itupun terjatuh dan mengakibatkan pecahnya Lampu Minyak serta tumpahnya Hiolo yang ada di Altar tersebut. Menurut pendapat "Orang Tua" yang segera dihubungi oleh Ayah si Anak, akibat kejadian itu maka harus diadakan suatu upacara tertentu untuk memohon maaf kepada Dewa/Dewi yang perlengkapan altarnya rusak. Pertanyaan saya, apakah upacara seperti itu memang ada dalam ajaran TAO ? Salam Hangat TAO, Wen --------------------------------------------------------------------- Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
