perbuatan yang tidak disengaja pada dasarnya
tidaklah merupakan hal yang mempunyai akibat.
perbuatan tidak disengaja merupakan hal yang
terjadi karena tidak adanya kehendak atau
keinginan untuk berbuat hal seperti itu("klo memang benar2
tidak disengaja dalam arti
bukan karena kecerobohan kita").
anak kecil bertindak karena tidak didasari atas
kemauan yang kuat untuk melakukan itu.kembali kita sebagai orang tua untuk mengawasi anak-anaknya.
para dewa dewi tentu telah mengetahuinya
 
 
salam
 
 
ronny

-------Original Message-------

From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, October 29, 2002 06:37:41 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kelenteng] Perlengkapan terjatuh

Salam Tridharma,

Saya rasa hal yang anak itu lakukan merupakan hal yang
tidak disengaja, namun upacara sembahyang untuk
memohon maaf perlu dilakukan, dan saya yakin ini
termasuk dalam salah satu ajaran Tao. " Berani
mengakui kesalahan jika anda salah dan berani mengakui
kebenaran jika anda benar." Walaupun kesalahan ini
tidak disengaja tapi anda tidak bisa menghindari
kesalahan yang telah terjadi. Saya beri contoh dalam
kehidupan sehari2...misalnya kamu lagi maen dirumah
teman dan tidak disengaja kamu menyentuh salah satu
barang berharganya, nah dalam hal ini anda pasti
langsung meminta maaf tanpa harus disuruh. Hal ini
merupakan suatu yang biasa kita harus lakukan. Apalagi
kita berhadapan dengan para dewa/dewi. Sudah
sepantasnya kita melakukan hal tersebut. Saya rasa
dengan cara ini, para dewa sekalian bisa memahami dan
mengerti apalagi anak tersebut melakukannya tanpa
disengaja. Demikian saran dan ide dari saya.


--- Handoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dikirim oleh Wen pada 08/12/02 - 22:01:14
> Judul: Perlengkapan terjatuh
> Sumber: Ruang Interaksi
> (http://interaksi.kelenteng.com/)
> Direct URL:
>
http://interaksi.kelenteng.com/interaksi.cgi?action="display&num=22
>
> Hallo,
>
> Saya ada mau sedikit bertanya nih, mengenai
> perlengkapan sembahyang yang
> terjatuh secara tidak disengaja.
>
> Suatu ketika seorang anak kecil bermain sepeda di
> ruang yang ada Altar (Meja
> Sembahyang Dewa/Dewi), tanpa disengaja roda
> sepedanya tersangkut dikaki Meja
> Altar. Yah namanya juga anak-anak, ia langsung saja
> menarik sepedanya tanpa
> memperhitungkan akibatnya.
>
> Karena sepeda ditarik secara paksa, maka Meja Altar
> itupun terjatuh dan
> mengakibatkan pecahnya Lampu Minyak serta tumpahnya
> Hiolo yang ada di Altar
> tersebut. Menurut pendapat "Orang Tua" yang segera
> dihubungi oleh Ayah si
> Anak, akibat kejadian itu maka harus diadakan suatu
> upacara tertentu untuk
> memohon maaf kepada Dewa/Dewi yang perlengkapan
> altarnya rusak.
>
> Pertanyaan saya, apakah upacara seperti itu memang
> ada dalam ajaran TAO ?
>
> Salam Hangat TAO,
> Wen
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
> Kelenteng.com -
http://www.kelenteng.com
> Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe, e-mail:
> [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe, e-mail:
> [EMAIL PROTECTED]
>


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Y! Web Hosting - Let the expert host your web site
http://webhosting.yahoo.com/

---------------------------------------------------------------------
Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
____________________________________________________
  IncrediMail - Email has finally evolved - Click Here

Kirim email ke