Salam Tao.

Sebelum menjawab pertanyaan anda, haruslah diperjelas maksud arti kiamat itu
sendiri.
Jika dimaksud hanya kerusakan atau perubahan bentuk, itu adalah biasa. Itu
kami penganut Tao mengatakan suatu siklus lahir mati, tercipta baru dan
rusak adalah siklus juga. Dari yang rusak kemudian diperbaiki atau di daur
ulang menjadi sesuat yang lain dan menjalani siklus yang baru lagi sampai
selesai kemudian berlanjut lagi ke siklus yang lain. Itu hal yang biasa.
Jika dikatakan kiamat itu adalah suatu kemusnahan, itu perlu juga
diperjelas, yang dimaksud musnah itu apa?
Lenyap sama sekali, atau rusak sama sekali.
Yang dikatakan lenyap itu tidak tersisa, artinya materinya juga hilang sama
sekali.
Jika dikatakan rusak itu artinya hanya fungsi fungsi semula menjadi tidak
dapat berjalan lagi, alias tidak dapat difungsikan.
Nah kiamat itu yang mana?
Sebab yang dikatakan lenyap sendiri itu sebenarnya tidak ada. Yang ada
hanyalah perubahan bentuk, penguraian atau perubahan materi. Tetapi ingat
materi itu sendiri tidak dapat dimusnahkan, alias tetap akan ada seterusnya.

Selain itu, entah kiamat itu ditafsirkan sebagai lenyap atau rusak, atau
perubahan bentuk, maka yang perlu diperjelas lagi adalah tolok ukur kiamat,
seberapa besar dan seberapa luas kerusakan atau kelenyapan atau perubahan
bentuk itu dikatakan sebagai kiamat. Sebab ingat: Alam Semesta itu tidak
terbatas, sedang suatu penyebab kiamat, itu seberapa besarnya tetap adalah
terbatas. Walaupun bisa merusak atau menghilangkan bentuk dari bumi
misalnya, apakah bisa melenyapkan satu galaksi bima sakti?, Jika bisa
melenyapkan galaksi bima sakti, apakah bisa melenyapkan galaksi galaksi lain
yang lebih jauh dan makin jauh dan yang jauh jauh sekali, sampai yang tak
terbatas misalnya?.

Kembali harus diingat. bahwa suatu energi yang meledak misalnya, itu gerak
energinya tidak bergerak satu garis arah (atau satu arah) saja, melainkan ke
segala arah.  Dengan demikian makin jauh maka akan makin menyebar, sehingga
makin jauh kekuatannya akan makin hilang dan berkurang.
Nah apakah bisa ini menghabiskan bentuk seluruh alam semesta?
Tentunya tidak bisa.

Nah, disisi lain jika yang dimaksud kiamat itu adalah lenyapnya kehidupan,
maka sekali lagi ini perlu dipertanyakan.
Yang bisa lenyap itu kehidupan yang mana?
Apakah malaikat atau Dewa2 itu juga hidup?
Apakah Tuhan itu juga hidup?
Tentunya yang dimaksud adalah kehidupan manusia dan tumbuhan dan binatang
mungkin.
Nah jika yang hilang itu hanya kehidupan manusia, jika manusia itu mati
apakah tidak ada kehidupan lagi?
Jika ada kan enggak ada bedanya bukan, kiamat itu tetap tidak begitu merusak
seperti yang dibayangkan, cuman suatu timing dimana manusia itu matinya
bersamaan.
Nah lagian, jika kiamat itu efeknya tidak terhindarkan, kan tidak jadi
masalah juga akhirnya, karena semua orang mengalaminya.
Nah jika dikatakan dengan berbuat sesuatu (X misalnya). lalu dia bisa
selamat dari kiamat, apakah sekiranya orang yang berpikir jernih mau
sendirian atau sekelompok selamat sendiri, sedang tumbuhan dan binatang pada
mati semua?. Emangnya mau hidup di belantara padang pasir?

Nah disini perlu diamati dan dijadikan bahan diskusi, "APAKAH KIAMAT ITU,
APAKAH KIAMAT ITU PERLU DITAKUTI?, APA YANG PERLU DILAKUKAN JIKA KIAMAT ITU
MEMANG ADA?, JIKA KIAMAT ITU HANYA ADA SEBAGIAN SANGAT KECIL ORANG YANG
SELAMAT, AKAN IKUT YANG MANAKAH?. "

Saya sendiri secara pribadi meragukan bahwa Tuhan Sendiri yang mengatur
kiamat itu. Karena yang saya tahu Tuhan itu Maha Pengasih. Umat manusia yang
sakit aja ditolong, yang dosa dimaafkan, lalu buat apa mengadakan kiamat.
Melainkan saya kira kiamat itu adalah siklus yang tidak bisa dihindari, dan
sesuatu yang wajar saja, dan tidak seperti yang diperkirakan orang, bahwa
kiamat itu bukanlah suatu kerusakan yang benar benar menyeluruh, walaupun
jangkauannya luas, tetapi bukanlah tidak terbatas, jadi tetap ada tempat dan
jarak yang tidak terjangkau oleh kiamat itu.
Nah menjadi tugas manusia mendatang untuk mengatasi siklus kerusakan yang
dikatakan sebagian orang adalah kiamat itu, sebab bagaimanapun yang
dikatakan kerusakan tentu ada penyebabnya, dan suatu penyebab masih mungkin
untuk diatasi, tinggal mampu atau tidakkah itu tergantung juga keadaan saat
itu.


Nah sekian ikutan saya, semoga menjadi jelas adanya.
Terima Kasih.
Salam
Kien Kok.


----- Original Message -----
From: "abee jet lee" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, 30 October, 2002 10:50 AM
Subject: Re: [Kelenteng] kiamat


> On Tue, 29 Oct 2002 07:24:56   robi pranajya wrote
> Pertanyaan yang saya lihat yakni apakah anda percaya dengan kiamat?..
> Coba anda perhatikan sekeliling anda,perhatikan segala kejadian dari
kejadian yang kecil maupun yang besar.Kemudian anda renungkan sejenak.
> Mungkin dari hal itu anda akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan anda.
Sebagai contoh kecil suatu mahluk hidup : mahluk tersebut lahir dan kemudian
meninggal, contoh lain barang yang dibuat manusia :makin lama waktu berjalan
maka barang tersebut akan rusak dan mungkin akan hilang dari muka bumi. Saya
hanya memberi contoh yang mungkin belum menjelaskan tentang pertanyaan
diaatas.Tapi yakinlah bahwa kiamat itu ada dan semua itu diatur oleh Yang
Maha Kuasa.
>
>
>
> Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail
account at http://www.eudoramail.com
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
> Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>




----------------------------------------------------------------------------
 Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 
250.000 tunai
 ----------------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke