Wu Si; Lima dewa pelindung manusia
Sumber: Wawasan Cyber Edition
URL: http://www.wawasan.co.id

DEWA Pondasi, Malaikat Pintu, Dewa Penunggu Talang, Dewa Dapur dan Dewa Sumur
adalah lima dewa yang biasa disebut Wu Si atau Lima Hyang. Pemujaan terhadap
mereka sudah lama sekali, mungkin sejak pertengahan dinasti Shang tahun 1250
SM. Biasanya tidak memakai papan pemujaan dan juga tanpa area, walaupun
kadang-kadang ada.

Di dalam rumah, kadang-kadang diadakan sem-bahyangan untuk Di Ji Zhu (secara
harfiah berarti Malaikat Penjaga Pondasi Rumah) , yang merupakan Dewa Penjaga
Rumah atau Hu Shen dan dianggapTu Di Gong penunggu rumah tersebut. Sembahyang
yang diadakan untuk Di Ji Zhu adalah empat kali dalam setahun yaitu Qingraing
(Ceng-beng-Hokkian), DU-WU Toan-ngo-Hokkian atau Pehcun), Zhoryuan (Hong
goan-Hokkian, yaitu tanggal 7 bulan 7 Imlik) dan Chu-xi (yaitu menjelang
tahun baru Imlik) .

Anggota Lima Hyang lainnya adalah Men Kou Gong (secara harfiah berarti Datuk
Penunggu Pintu) seringkali disebut juga Men Shen (Mui Sin-Hokkian) yang
berarti Malaikat Pintu. Malaikat Pintu ini seringkali digambarkan pada daun
pintu kiri dan kanan. Sekarang ini malah tersedia dalam wujud gambar tempel
yang tinggal dilekatkan di daun pintu untuk siapa saja yang berminat.

Menurut penelitian sejarah, Malaikat Pintu yang paling kuno dikenal orang
adalah Shen Tu dan Yu Lei. Siapa sesungguhnya kedua malaikat ini, dijelaskan
dalam buku Thong-guoginiai Shenhua". Dikisahkan bahwa kedua malaikat itu
adalah dua bersaudara yang dititahkan oleh Kaisar Purba Huang Di untuk
memerintahkan semua iblis yang ada di Mayapada ini.

Setelah dinasti Shang tumbang dan Zhou Wang tewas, dinasti Zhou berdiri dan
Wen Wang menjadi kaisar, Jiang Zi Ya (Kiang Cu Ge-Hokkian) melantik kedua
panglima pendengus dan peniup itu menjadi Malaikat Pengawal Bangunan-bangunan
Suci.

Patung-patung mereka seringkali tampak di depan pintu Kuil Buddha ataupun
Taoisme di Tiongkok Daratan, tapi di Asia Tenggara jarang ada kelenteng yang
memasang patung maupun gambar kedua malaikat ini

Khusus kuil yang bercorak Buddhisme seperti Tay Kak Sie di Semarang misalnya,
sering memakai dua orang buddhisatya yang berpakaian lengkap, yaitu Qie Lan
dan Wei Tuo sebagai Malaikat Penjaga Pintu, seperti yang tampak gambarnya di
kelenteng tersebut

Yan Kou Ma atau seringkali disebut Zhong Uu Shen adalah Malaikat Penunggu
Talang yang menjaga keselamatan rurnah beserta semua penghuninya
ZaoJunYe (CiaoKunYa-Holddan} yang seringkali disebut sebagai Zao Wang Ye
(Ciao-Ong-Ya-Hokkian), Zao Jun Gong (Ciao Kun Kong-Hokkian) atau Si Ming Zao
Jun (Su Bing Ciao Kun-Hokldan) adalah Dewa Dapur, Diantara kelima Hyang yang
dipuja di dalam rumah tangga, Zao Jun Ye termasuk yang paling umum dan
terkenal. Pemujaan keempat Hyang yang lain di Indonesia sekarang ini sudah
jarang terlihat hanya Zao Jun saja yang masih ada

Sedangkan Zao Jun adalah salah satu dewa Wu Si yang berkedudukan tinggi
tempatnya di dapur. Zao Jun berkedudukan lebih tinggi dan keempat Hyang yang
lain. Dia dianggap sebagai Dewa Pelindung Rumah, sebab itu hanya dalam rumah
tangga saja umumnya ada altar unftiknya, jarang ada kelenteng khusus memuja,
kalau toh ada hanya sebagai pelengkap. Di kelenteng Tay Kak Se, Gang Lombok
Semarang, Zao Jun Ye ditempatkan bersamaan dengan San Guan Ta Di (Sam Kban
Tee Hokkian) di atas pintu masuk utama, patungnya hanya kecil, sehingga
jarang ada orang yang tahu.

Di Tiongkok, Dewa Dapur mempunyai kedudukan yang tinggi di kalangan
 masyarakat pada jaman purbakala, Zao Jun dipuja sebagai sang pencipta api,
 tapi karena kemudian ada dewa yang khusus menguasai api, maka Zao Jun dipuja
 sebagai Dewa.

Pelindung Rumah Tangga, yang bertugas memberikan berkah dan hukuman kepada
penghuni rumah yang bersangkutan sesuai dengan perbuatannya. Untuk tugas ini
Zao Jun membuat laporan tahunan tentang tingkah laku semua penghuni rumah dan
akhir tahun yaitu jatuh tanggal 24 bulan 12 Imlik, beliau naik ke singgasana
langit untuk memberikan laporannya kepada Yu Huang Shang Di.

Lima dewa anggota yang terakhir adalah Jing Long Wang atau Jing Shen, yakni
Malaikat Penunggu Sumur yang menguasai surnber air dan sumber penyakit. Pada
Hari Raya Dong Zhi (Tang-cek-Hokkian) orang mengadakan sembahyang untuk dewa
ini dengan menyediakan sesaji berupa wedang ronde dan semacam bakpao dari
ketan. Jing Long Wang seringkali digambarkan sebagai seorang wanita dengan
pakaian pejabat pada jaman dinasti Tang, tangan Idrinya memegang Ru-yi dan
mengen-darai naga hijau. Dilndoneaapemujaan kepada dewa ini sangat jarang
sekali ditemui, sehingga menyulitkan penelitian tentang asakisulnya.

Diantara penyfembahan Lima Hyang atau Wu Si ini Zao Jun dan Di Ji Zhu-lah
 yang paling populer, karena dianggap paling akrab dengan lingkungan hidup
 manusia dan keluarganya. (Vanuar_Dwi Sarjono)


---------------------------------------------------------------------
Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke