Kontradiksi terjadi selama manusia masih hidup. Jika dalam diri manusia
sudah tidak ada kontradiksi, maka manusia itu sudah meninggal. 

Saya sisipkan jawaban yang lainnya.

> -----Original Message-----
> From: ronny winarto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, December 04, 2002 12:57 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Kelenteng] nasib
> 
> 
> bagaimana bisa dengan mudah dilaksanakan klo sulit untuk dipahami khan itu
> namanya kontradiksi 
> 
        [Handi]  Apakah orang tersebut ada kesulitan dalam menjalani, jika
ya dia itu belum paham.
> sebagai akibatnya dengan tanpa pemahaman yang baik  dan
> langsung dilaksanakan pada akhirnya tumbuh kepercayaan yang membuta dan
> intoleransi nantinya
> 
>  [Handi]   Tentu saja hasilnya spt. yang dimaksud. 
> 
> memang benar di satu sisi kita berusaha maka sang pencipta yang memutuskan
> lalu apakah  klo gagal kita ngomong dengan kata2 'ini sudah diatur yang
> kuasa' atau 'ini sudah takdir' emang kegagalan/keberhasilan itu takdir
> atau
> karma sih, klo saya cenderung memilih karma karena karmalah yang berperan
> sangat penting karena selama ini kata2 diatas klo dipikir-pikir kita
> meng'kambinghitamkan' Tuhan . saya beri pemisala
> terjadinya Bom bali merupakan hasil kerja dan "ora et labora" dimana para
> pelaku bekerja sambil berdoa lalu ketika tersangka utamanya tertangkap dan
> ditanya apakah dia menyesal dia mengatakan tidak dan itu merupakan rahmat
> Tuhan lalu ketika diberi tahu bahwa kebanyakan korban bukan orang USA
> terus
> dia menjawab bahwa itu adalah takdir. yang menjadi pertanyaan apakah
> sangat
> relevan hal ini terjadi, apakah Tuhan menghendaki dan merencanakan hal
> tersebut. lalu yang menjadi pertanyaan apakah ini wujud ora et labora atau
> apa??? atau karma para korban yang jelek??? sehingga mereka semua
> meninggal
> dengan cara yang mengenaskan. atau apa???
> 
        [Handi]  Memang disayangkan orang yang salah pengertian , bukankah
kita juga tidak tahu dimana saja wilayah setan beroperasi terhadap orang per
orang ?
        Jika setan beroperasi di pikirannya, siapa yang tahu akibatnya spt.
kasus Bali ? 
        Jika meng"Kambing Hitamkan Tuhan" itu hanya istilah dari pemikiran
manusia saja, bukankan kita juga bisa berkata bahwa ada hantu yang baik ?
Apakah kita setuju bahwa Tuhan itu baik, penuh kasih, kudus dan mulia,
apakah kita juga setuju bahwa setan itu jahat, licik, dan kejam ?  

> ronny
        Handi 
> -------Original Message-------
> 
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Wednesday, December 04, 2002 09:15:13
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [Kelenteng] Nasib
> 
> Thomas A. Edison penemu lampu pijar mengatakan bahwa semua hasil kerjanya
> berdasarkan 99 % kerja keras dan 1 % pemikiran.
> Namun ada pula istilah latin " ORA ET LABORA " Berdoa dan Bekerja,
> mengamsumsikan bahwa kita menyerahkan nasib kepada Sang Pencipta, karena
> Dialah yang memutuskan, dan kita harus bekerja karena semuanya tergantung
> daripada usaha kita.
> Perpaduan keduanya ini menyebabkan hal ini menjadi sukar dipahami, namun
> mudah dilaksanakan.
> 
> Salam Kasih,
> Handi Kowan
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke