namo buddhaya,

saya bingung mau menaggapi email anda, soalnya anda mencampur semua email kayak tahu 
campur aja :-) . baik dari email saya maupun yang lain. ok akan saya jawab beberapa. 
tanha adalah nafsu keinginan, avija adalah kekotoran batin atau juga bisa disebut 
kebodohan. dalam agama buddha tidak ada istilah dosa yang ada adalah avijja.karena 
manusia yang melakukan 'dosa' adalah orang yang dilingkupi oleh avijja. dari dua 
inilah seseorang tidak bisa lepas dari tumimbal lahir. karena dengan adanya tanha dan 
avija, seseorang akan terbelenggu dalam tumimbal lahir karena adanya nafsu keinginan 
untuk dilahirkan kembali dan tidak terlepas dari dukkha . dukkha adalah penderitaan. 
penderitaan disini berarti segala sesuatu yang bersifat tidak kekal baik itu 
kebahagiaan atau kesedihan. jadi yang menjadi point dari dukkha adalah ketidakkekalan. 
pengertiaan ehipassiko sepertinya telah dibahas panjang lebar oleh saudara agung klo 
ndak salah. tapi akan saya kasih pengertian sedikit untuk mengulangi apa yang ada 
kapan hari bahwa ehipassiko adalah jalani dulu suatu keyakinan dan tidak percaya 
membabibuta. untuk panjang lebarnya mungkin akan saya jelaskan lain waktu. sekalian 
saya juga mau menanggapi tanggapan anda  mengenai 

>>NB : Pertanyaan saya mengenai Sang Pencipta belum dijawab ! Apa diakui ?
>>dan bagaimana posisinya dengan Dewa atau Sang Budha ?
Konsep ketuhanan didalam buddhism berbeda dgn umumnya,malah 
menurut saya didalam buddhism tidak mengenal Tuhan yg prima causa,
akan tetapi alam dewa ada tapi bukan pencipta lho. Tuhan dalam agama buddha bukan 
merupakan suatu entitas, Tuhan dalam arti sifat ketuhanan ada didlam hati masing2 
manusia, tinggal bagaimana kita bisa menggunakannya. mungkin penjelasan untuk ini 
sangat panjang dan lebar. tapi pada prinsipnya agama buddha tidak mengenal Tuhan 
sebagai suatu entitas atau sebagai primari causa. 

>dipikir memang lucu tapi kalau dibalik mengenai tujuan akhirnya akan
> berbeda.
apanya yang berbeda??? apakah anda setuju dengan pernytaan seperti itu???klo ada 
apakah tujuan itu ???

> *** He he Kitab Suci memang bukan kitab sejarah murni, banyak sekali
> perbedaan yang Anda ungkapkan.

saya kira kitab suci memang bukan kitab sejarah murni atau kitab ilmu pengetahuan tapi 
apakah boleh suatu kitab suci mempunyai pandangan yang bertolak belakang dengan 
sejarah dan iptek. bagaimana suatu kitab suci bisa bilang bumi kotak???, bagaimana 
dengan evolusi??? dan masih banyak yang lain. lucu sekali khan. mending klo penulis 
kitab suci itu nggak tahu nggak usah dibahas aja. bagaimana suatu kitab suci bisa 
memuat hal2 yang bertentangan dengan keadaan sebenarnya. apakah bukan penipuan 
namanya. padahal katanya kitab suci itu firman dari Tuhan. lalu kenapa Tuhan 
membiarkan terjadinya perbedaan yang sangat mencolok itu. yang diungkap saudara TDL 
adalah bukti yang nyata dan bukan mengada-ada

> *** Memang itulah kasih siap dengan segala konsekuensinya, jika memang
> perlu ditampar tamparlah. Akan terbukti apakah dia itu menerapkan ajaran
> kasih itu. 
apa sih kasih itu klo menurut pandangan anda? apakah kasih itu universal dalam 
keyakinan anda?? klo iya mau kah anda mengasihi orang2 yang disebut kafir dalam 
keyakinan anda tanpa memaksa dia mengikuti pandangan saudara.apakah kasih anda juga 
universal untuk setiap makhluk. maukah anda memaafkan setan yang mengganggu anda???

> *** Keterbatasan pikiran manusia yang diberikan Sang Pencipta memang tidak
> bisa menampung rencana Sang Pencipta
itu menurut anda, sehingga terkadang manusia secara membabi buta memaksakan kehendak 
dengan mengatasnamakan rencana Tuhan, nubuat Tuhan untuk menakut-nakuti sesamanya.
.
>> , namun dengan membayangkan dan
> mempercayai apa yang dianggap dongeng - dongeng itu, bisa membuat
> seseorang meraih impiannya. 
> Sehingga jangan heran jika banyak yang tidak berhasil meraih impiannya,
> dan gagal ditengah jalan karena harus diupayakan dengan segenap jiwa dan
> raga. Mengenai pikiran spt. itu adalah salah, saya tidak setuju karena
> bukankah orang juga bisa hidup dengan kepercayaannya. 

membayangkan dan mempercayai dongeng bisa membuat orang meraih impian???darimana pula 
ini??? tergantung dongeng2 itu  iya klo cerita-ceritanya itu menggambarkan bagaimana 
seseorang itu mendarma bhaktikan hidupnya untuk negara spt Kwankong(Klo kwankong bukan 
dongeng tapi sejarah yang memang ada buktinya lain klo adam dan hawa) atau manusia 
bolehlah kita ambil hikmah tapi klo dongeng tersebut sudah salah kaprah dan cenderung 
mengada-ada tanpa bukti bahkan bertentangan dengan bukti2 yang ada?? apakah hal itu 
bisa mewujudkan impian seseorang??.apa kita tidak cenderung bertanya-tanya nantinya?? 
apakah kita diamkan saja dengan mematikan logika kita dan mengganggap itu rencana 
Tuhan yang berjalan di dongeng tersebut?? ha..ha..ha bahkan ada dongeng di suatu kitab 
suci yang menceritakan incest antara ayah dan anak yang dianjurkan, lalu bagaimana 
juga dongeng2 porno di kitab suci tersebut yang tidak pantas bagi anak kecil untuk 
membaca. Apakah dongeng itu yang membuat orang mencapai impian??? apakah juga rencana 
Tuhan ???



ronny

Kirim email ke