-------Original Message-------
[Kristian-Culture] Kelenteng

Para koboi itu tidak pernah merasa gerah dgn saingannya seperti para koboi ijo 
yg pakai sorban, sebab mereka kagak doyan babi, tetapi koboi itu sangat sewot 
dan dongkol sama koboi2 yg sealiran, maklum mereka khawatir domba2 gemuknya 
dicolong, sebab saling menyolong domba itu sudah aturan permainan se-hari2, 
dgn saling menjanjikan ladang ato rumput yg lebih hijau.

Dari cerita koboi di Amerika, mang Ucup ingin pindah cerita ke dongeng 
Tiongkok jaman baheula

Karena ini hanya sekedar dongeng, jadi tempat maupun person yg mirip dlm 
oret2an ini semuanya adalah hasil khayalan penulis saja, yg lagi fly karena 
kebanyakan nelen inex dan nyabu gichu.

Macan mati meninggalkan kulit! Pharao mati meninggalkan bangunan pyramid, 
Salomo dan Herodes mati mereka meninggalkan Bait Allah, apa salahnya kalo 
saya juga mempunyai cita2 ingin seperti mereka, minimum ingin beda dari mang 
Ucup, karena kalo dia modar yg ditinggalin selainnya janda yg kagak kehitung 
jumlahnya juga hutang yg berjibun. Itulah pikiran yg tersirat dari seorang 
suhu dari aliran "Beng Kauw" ketika jaman kerajaan Ching Dynasti.

Cita2 ini ditunjang lagi, karena semalam ia bermimpi kedatangan Thian, yg 
menyuru dia untuk membangun Kelenteng yg besar untuk umatnya. Lahan untuk 
bangunan dikota raja harganya sudah melambung tinggi, disamping itu disana 
sudah ada kelenteng dari aliran "Kha To Lie" yg juga cukup besar. Maka dari 
itu di ambilah keputusan untuk membangun kelenteng ini di propinsi bagian 
timur dari kota raja.

Keleteng ini dahulu dimulai di kandang kuda maklum dulu belum ada auto. Dan 
jemaatnya hanya terdiri dari beberapa gerintil orang saja, tetapi dgn bisnis 
instinct bukannya basic instinct dan marketing yg canggih maka dlm waktu 
beberapa th saja umatnya sudah menjadi berjibun ribuan.

Di keletengnya itu selalu meriah dgn tetabuhan mulai dari genderang s/d 
gembreng mirip pesta Barongsay diwaktu Cap Go Meh gichu, maklum orang2 pada 
saat tsb senang suasana yg serba heppi, wajarlah karena rakyatnya lagi 
dilanda kelaparan, dgn adanya bencana wabah belalang hijau "Tho Lah", yg 
memakan habis hasil panen mereka.

Kelenteng ini dibangun hampir selama 15 th jadi mirip bait Allah ketika jaman 
Herodes yg dibangun dlm waktu 10 th. Dgn jumlah daya tampung yg berkapasitas 
20.000 orang dlm saat bersamaan, kurang lebih sama seperti 50%
dari kapasitas stadion gede di Senayan.

Dana yg dihabiskan kalho diukur dgn mata uang jaman sekarang kurang lebih 1/10 
dari hasil yg ditilep oleh Eddy Tanzil (100 M = mungkin juga perpuluhannya 
dari ET).

Kelenteng ini dibangun diatas tanah areal seluas 6000 tombak (6 hektar) 
dibagian selatan kota tsb. Kelenteng yg dibangun itu gee..de banget, sehingga 
jangankan dikota tsb, di ibu kota raja aza, tidak ada bangunan rumah ibadah 
yg bisa nyaingi gedenya dari kelenteng yg super megah ini. Maka dari itu 
tidaklah salah kalo bangungan ini bisa dimasukan ke dlm buku Ginis Buk op 
rekor versi Jawa, jadi bangunan rumah ibadah terbesar di negara Asia gichu.

Rupanya suhu2 jaman dahulu juga udah sering nonton pelem, jadi kelenteng ini 
bangunannya dibuat bundar mirip di pelem Star Trek dgn ukuran diameter 120m, 
mirip piring terbang gichu. Maklum mereka sedang menunggu kedatangan Alien.

Rupanya Kelenteng ini dibangun mirip Disney Land begitu, jadi serba lengkap 
mulai dari kolam renangnya s/d Puja Sera (restoran) buat para jemaat, bahkan 
lengkap dgn hotel kelas berbintang sekalian, jadi benar2 "all in one" bahkan 
tadinya mau dibikin Mall nya sekalian, tetapi rupanya mereka malu takut dicap 
mata duitan, hanya sayang disana tidak ada Casinonya.

Isinya kelenteng ini juga tidak tanggung2, serba yahut dan canggih ukuran 
mimbarnya aza kagak kepalang tanggung gedenya, udah mirip rumah ukuran tipe 
34, jadi sekitar 12m x 50m, dibagian kiri dan kanan dilengkapi dgn 2 layar 
monitor yg gede banget, ukuran seperti di gedung bioskop 2.5 x 3,5 m. Jadi 
mirip di Las Vegas - tempat shownya Elvis dahulu di Ceasar Palace, jadi kalo 
para suhu khotbah disana udah kagak bedanya seperti si dewer Maik Jeger.

Bahkan Rolling Stones aza bisa ngiri kalho melihat peralatan saund sistemnya 
yg bernilai 4M udah gitu AC nya juga sejuk banget mirip di taman Eden, 
lantainyapun pakai cor batu granit yg bergengsi dgn dekornya yg indah dan 
gorden yg menarik plus bunga2 di setiap sudut bangunan, jadi benar2 satu 
Klenteng yg asri, patut di acungi jempol arsiteknya!

Konon menurut selentingan biaya untuk ngebangun kelentengan ini telah 
menghabiskan dana sekitar 26M itu masih dgn kurs ketika satu tail hijau = Rp 
2000, kalho punya shipoa bisa dihitung sendiri berapa jadinya dlm nilai uang 
tail hijau sekarang ini.

Di setiap pilar penyanggah Balcon setengah lingkaran, dipasang monitor TV 
ukuran 32 inches, lebih dari 15 buah TV monitor. Juga speaker-speaker ada di 
setiap sudut pilar.

Saya pastikan, dimana pun kita duduk atau berdiri di dalam gedung, mau di 
pojok, di pinggir, di belakang pasti suara dari mimbar akan terdengar dgn 
jelas melalui speaker yg bersih dan kelas High End. Maklum khotbah suhu ini 
sangat penting untuk memanggil jemaat untuk merubah jalan hidupnya, daripada 
lho nyetorin duit ke account pribadi, lebih baik lho rajin setoran ke 
rekening Kelenteng.

Atap ruangan dalamnya pun di buat dgn seni bangunan yg belum pernah saya 
lihat, banyak pipa-pipa besi ukuran 10 cm, dibuat saling melintang dan 
terkait, lebih dari "duapuluhdelapan ribu meter" (28 km) pipa yg 
dipergunakan, kalau diukur secara keseluruhannya.

Bagian samping seluruh bangunan, tiga perempat pakai kaca, bukan hanya sekedar 
kaca biasa saja bhoo.o, maklum pada jaman edan sekarang ini dimana hampir 
tiap orang mempunyai hobby saling dor-doran, wajarlah kalo dipasang kaca 
"Anti Peluru" mirip rumah Soeharto gichu.

Orang jaman dahulu itu paling pinter "ngatur" jadi segala apa saja bisa dan 
mudah diatur, di kota yg sama ada Kelenteng lainnya dari aliran "Kha To Lie" 
yg baru saja diresmikan oleh Sang Raja bersamaan dgn Kelenteng yg
terbesar juga dari aliran rimba hijau. Jadi semuanya sama2 heppi karena tiap 
agama mempunyai kelenteng besarnya masing2, jadi tidak akan ada yg bisa iri 
satu dgn yg lain.

Hanya sayangnya mulai saat tsb umat2 dari Kelenteng2 lainnya turut tersedot 
untuk pindah ke kelenteng Disney Land yg super gede, super canggih dan super 
komplit, apalagi hampir tiap hari Kebaktikan disana ada hiburan artis yg 
nyanyi. Jadi kagak perlu pergi ke Ancol ato taman hiburan lainnya lagi.

Maka dari itu daripada kalian jauh2 ingin melihat reruntuhan bait Allah yg ada 
di Yerusalem, lebih baik pergi turut sight seeing ke kelenteng dari aliran 
Bengkauw yg sudah mirip dgn Bait Allah ke empat.

Ketika orang Majus pertama kali dtg, mereka mencari Tuhan Yesus, di istana 
Herodes yg megah, tetapi kalo mereka hidup di jaman sekarang pasti mereka 
akan mencari di Kelenteng ini dahulu.

Bahkan sudah di proklamirkan dari sekarang jadi bukan hanya sekedar di Wahyu 
kan saja, bahwa Thian akan dtg untuk kedua kalinya dari Kelenteng ini, jadi 
wajarlah mulai dari sekarang disediakan singgasana-Nya, maklum para hweshio 
disana bisa kongkouw langsung dgn Thian yg diatas ato mungkin juga yg dibawah 
entahlah

Terdengar bunyi sayup2 dari jauh entah itu suara petir ato geledek entah suara 
apa yg berbunyi:
"Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari 
akan Ku-dirikan yg lain, yang bukan buatan tangan manusia"

Maranatha
Engkoh Ping Cup
yg sedang bertapa di Londo





---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke