omong2 yang tulis ini mang ucup ya ??? kenapa koq nggak gereja kharismatik koq
kelenteng. sudah tahu disini adalah komunitas kelenteng pemisalannya koq pake
kelenteng . engkong ucup koq lucu ya semua yang dia ungkapkan disitu persis seperti
gereja kharismatik di Indonesia bukan kelenteng. klo nggak percaya dateng aja mang
ucup kesini jangan koar2 dinegeri orang cari aman. liat di sby di graha
bethany.katanya mau belajar eh malah mencoba membabarkan 'Dharmanya' yang sesat. Tuhan
koq dateng sambil ngomong pake petir segala. dateng aja kenapa pake petir nanti PLN
rugi karena listrik mati lalu harga listrik naik lagi dong. iya di Holland listrik
murah dan jarang mati klo disini disamping harganya mencekik leher juga matian.
dateng aja Tuhan anda baik-baik nanti kita diskusi masalah kita dan juga
kesalahan-kesalahan agama sampeyan yang sampeyan bela mati-matian. kenapa pake suara
gledek segala kayak jaka gledek aja( atau memang Tuhan anda Jaka gledek). omong-omong
di bait pertama ente bilang koboi kagak doyan babi, emang agama ente membolehkan anda
makan babi, baca dong kitab suci anda, jangan dipandeng aja nanti matanya keluar
hehehehe. wong di kitab sucinya aja ngelarang makan babi pake ngatain koboi pake
sorban ijo kagak makan babi. dianya sendiri makan babi nggak boleh kong kata Tuhan
anda nanti engkong darah tingginya kumat. nanti engkong dijadikan latihan untuk
mengetes kekuatan petirnya Tuhan anda lho kong. atau pake suara petirnya Tuhan anda
nanti jantungnya engkong copot, mahal kong transfusi jantung sekarang.
salam dari orang yang mau soja tapi nggak pake tangan tp pake kaki heheheheheh
ronny
-------Original Message-------
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, January 09, 2003 09:44:43
To: Kelenteng - Milis
Subject: [Kelenteng] Kelenteng
-------Original Message-------
[Kristian-Culture] Kelenteng
Para koboi itu tidak pernah merasa gerah dgn saingannya seperti para koboi ijo
yg pakai sorban, sebab mereka kagak doyan babi, tetapi koboi itu sangat sewot
dan dongkol sama koboi2 yg sealiran, maklum mereka khawatir domba2 gemuknya
dicolong, sebab saling menyolong domba itu sudah aturan permainan se-hari2,
dgn saling menjanjikan ladang ato rumput yg lebih hijau.
Dari cerita koboi di Amerika, mang Ucup ingin pindah cerita ke dongeng
Tiongkok jaman baheula
Karena ini hanya sekedar dongeng, jadi tempat maupun person yg mirip dlm
oret2an ini semuanya adalah hasil khayalan penulis saja, yg lagi fly karena
kebanyakan nelen inex dan nyabu gichu.
Macan mati meninggalkan kulit! Pharao mati meninggalkan bangunan pyramid,
Salomo dan Herodes mati mereka meninggalkan Bait Allah, apa salahnya kalo
saya juga mempunyai cita2 ingin seperti mereka, minimum ingin beda dari mang
Ucup, karena kalo dia modar yg ditinggalin selainnya janda yg kagak kehitung
jumlahnya juga hutang yg berjibun. Itulah pikiran yg tersirat dari seorang
suhu dari aliran "Beng Kauw" ketika jaman kerajaan Ching Dynasti.
Cita2 ini ditunjang lagi, karena semalam ia bermimpi kedatangan Thian, yg
menyuru dia untuk membangun Kelenteng yg besar untuk umatnya. Lahan untuk
bangunan dikota raja harganya sudah melambung tinggi, disamping itu disana
sudah ada kelenteng dari aliran "Kha To Lie" yg juga cukup besar. Maka dari
itu di ambilah keputusan untuk membangun kelenteng ini di propinsi bagian
timur dari kota raja.
Keleteng ini dahulu dimulai di kandang kuda maklum dulu belum ada auto. Dan
jemaatnya hanya terdiri dari beberapa gerintil orang saja, tetapi dgn bisnis
instinct bukannya basic instinct dan marketing yg canggih maka dlm waktu
beberapa th saja umatnya sudah menjadi berjibun ribuan.
Di keletengnya itu selalu meriah dgn tetabuhan mulai dari genderang s/d
gembreng mirip pesta Barongsay diwaktu Cap Go Meh gichu, maklum orang2 pada
saat tsb senang suasana yg serba heppi, wajarlah karena rakyatnya lagi
dilanda kelaparan, dgn adanya bencana wabah belalang hijau "Tho Lah", yg
memakan habis hasil panen mereka.
Kelenteng ini dibangun hampir selama 15 th jadi mirip bait Allah ketika jaman
Herodes yg dibangun dlm waktu 10 th. Dgn jumlah daya tampung yg berkapasitas
20.000 orang dlm saat bersamaan, kurang lebih sama seperti 50%
dari kapasitas stadion gede di Senayan.
Dana yg dihabiskan kalho diukur dgn mata uang jaman sekarang kurang lebih 1/10
dari hasil yg ditilep oleh Eddy Tanzil (100 M = mungkin juga perpuluhannya
dari ET).
Kelenteng ini dibangun diatas tanah areal seluas 6000 tombak (6 hektar)
dibagian selatan kota tsb. Kelenteng yg dibangun itu gee..de banget, sehingga
jangankan dikota tsb, di ibu kota raja aza, tidak ada bangunan rumah ibadah
yg bisa nyaingi gedenya dari kelenteng yg super megah ini. Maka dari itu
tidaklah salah kalo bangungan ini bisa dimasukan ke dlm buku Ginis Buk op
rekor versi Jawa, jadi bangunan rumah ibadah terbesar di negara Asia gichu.
Rupanya suhu2 jaman dahulu juga udah sering nonton pelem, jadi kelenteng ini
bangunannya dibuat bundar mirip di pelem Star Trek dgn ukuran diameter 120m,
mirip piring terbang gichu. Maklum mereka sedang menunggu kedatangan Alien.
Rupanya Kelenteng ini dibangun mirip Disney Land begitu, jadi serba lengkap
mulai dari kolam renangnya s/d Puja Sera (restoran) buat para jemaat, bahkan
lengkap dgn hotel kelas berbintang sekalian, jadi benar2 "all in one" bahkan
tadinya mau dibikin Mall nya sekalian, tetapi rupanya mereka malu takut dicap
mata duitan, hanya sayang disana tidak ada Casinonya.
Isinya kelenteng ini juga tidak tanggung2, serba yahut dan canggih ukuran
mimbarnya aza kagak kepalang tanggung gedenya, udah mirip rumah ukuran tipe
34, jadi sekitar 12m x 50m, dibagian kiri dan kanan dilengkapi dgn 2 layar
monitor yg gede banget, ukuran seperti di gedung bioskop 2.5 x 3,5 m. Jadi
mirip di Las Vegas - tempat shownya Elvis dahulu di Ceasar Palace, jadi kalo
para suhu khotbah disana udah kagak bedanya seperti si dewer Maik Jeger.
Bahkan Rolling Stones aza bisa ngiri kalho melihat peralatan saund sistemnya
yg bernilai 4M udah gitu AC nya juga sejuk banget mirip di taman Eden,
lantainyapun pakai cor batu granit yg bergengsi dgn dekornya yg indah dan
gorden yg menarik plus bunga2 di setiap sudut bangunan, jadi benar2 satu
Klenteng yg asri, patut di acungi jempol arsiteknya!
Konon menurut selentingan biaya untuk ngebangun kelentengan ini telah
menghabiskan dana sekitar 26M itu masih dgn kurs ketika satu tail hijau = Rp
2000, kalho punya shipoa bisa dihitung sendiri berapa jadinya dlm nilai uang
tail hijau sekarang ini.
Di setiap pilar penyanggah Balcon setengah lingkaran, dipasang monitor TV
ukuran 32 inches, lebih dari 15 buah TV monitor. Juga speaker-speaker ada di
setiap sudut pilar.
Saya pastikan, dimana pun kita duduk atau berdiri di dalam gedung, mau di
pojok, di pinggir, di belakang pasti suara dari mimbar akan terdengar dgn
jelas melalui speaker yg bersih dan kelas High End. Maklum khotbah suhu ini
sangat penting untuk memanggil jemaat untuk merubah jalan hidupnya, daripada
lho nyetorin duit ke account pribadi, lebih baik lho rajin setoran ke
rekening Kelenteng.
Atap ruangan dalamnya pun di buat dgn seni bangunan yg belum pernah saya
lihat, banyak pipa-pipa besi ukuran 10 cm, dibuat saling melintang dan
terkait, lebih dari "duapuluhdelapan ribu meter" (28 km) pipa yg
dipergunakan, kalau diukur secara keseluruhannya.
Bagian samping seluruh bangunan, tiga perempat pakai kaca, bukan hanya sekedar
kaca biasa saja bhoo.o, maklum pada jaman edan sekarang ini dimana hampir
tiap orang mempunyai hobby saling dor-doran, wajarlah kalo dipasang kaca
"Anti Peluru" mirip rumah Soeharto gichu.
Orang jaman dahulu itu paling pinter "ngatur" jadi segala apa saja bisa dan
mudah diatur, di kota yg sama ada Kelenteng lainnya dari aliran "Kha To Lie"
yg baru saja diresmikan oleh Sang Raja bersamaan dgn Kelenteng yg
terbesar juga dari aliran rimba hijau. Jadi semuanya sama2 heppi karena tiap
agama mempunyai kelenteng besarnya masing2, jadi tidak akan ada yg bisa iri
satu dgn yg lain.
Hanya sayangnya mulai saat tsb umat2 dari Kelenteng2 lainnya turut tersedot
untuk pindah ke kelenteng Disney Land yg super gede, super canggih dan super
komplit, apalagi hampir tiap hari Kebaktikan disana ada hiburan artis yg
nyanyi. Jadi kagak perlu pergi ke Ancol ato taman hiburan lainnya lagi.
Maka dari itu daripada kalian jauh2 ingin melihat reruntuhan bait Allah yg ada
di Yerusalem, lebih baik pergi turut sight seeing ke kelenteng dari aliran
Bengkauw yg sudah mirip dgn Bait Allah ke empat.
Ketika orang Majus pertama kali dtg, mereka mencari Tuhan Yesus, di istana
Herodes yg megah, tetapi kalo mereka hidup di jaman sekarang pasti mereka
akan mencari di Kelenteng ini dahulu.
Bahkan sudah di proklamirkan dari sekarang jadi bukan hanya sekedar di Wahyu
kan saja, bahwa Thian akan dtg untuk kedua kalinya dari Kelenteng ini, jadi
wajarlah mulai dari sekarang disediakan singgasana-Nya, maklum para hweshio
disana bisa kongkouw langsung dgn Thian yg diatas ato mungkin juga yg dibawah
entahlah
Terdengar bunyi sayup2 dari jauh entah itu suara petir ato geledek entah suara
apa yg berbunyi:
"Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari
akan Ku-dirikan yg lain, yang bukan buatan tangan manusia"
Maranatha
Engkoh Ping Cup
yg sedang bertapa di Londo
---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]