Namo Buddhaya,

klo boleh saya tambahkan memang mereka cenderung untuk men 'cap' sesuatu yang tengah 
menjadi 'BOOM' suatu saat dengan label setan. Dulu sekitar tahun 80 an sering terjadi 
pembakaran2 lagu2 rock atau slow yang mereka pandang bertentangan dengan mereka. 
sebagai contoh lagu Forever Young yang dinyayikan oleh Alphaville.album mereka dibakar 
habis krn lagu itu, dengan alasan yang bisa hidup selamanya adalah Yes.. dan orang2 
percaya sama dia. begitu juga waktu booming Pokemon dimana mereka berpandangan bahwa 
pokemon itu adalah jilmaan Lucifer, sehingga bila kita punya atau menyimpan sesuatu 
yang bernuansa pokemon maka dicap sebagai pengikut Lucifer. dan lucunya banyak orang 
baik dewasa maupun anak kecil membuang semua atribut2 bernuansa pokemon. padahal klo 
kita berpikir logika saja mana mungkin Lucifer yang begitu licinnya(kata mereka 
lucifer kemampuannya hampir sama dengan Tuhan), mempunyai bentuk yang kentara sekali . 
Klo saya jadi lucifer, saya akan jadi sesuatu yang tidak bisa ditebak oleh mereka ya 
khan misal saya jadi pendeta atau biarawan atau orang beriman lain. Adalah suatu 
tindakan bodoh bila mereka mempunyai bentuk yang begitu aneh sehingga mencurigai semua 
orang. Penjahat  tidak mungkin mempunyai bentuk yang mencurigakan yang membuat orang 
bisa melihat dia sebagai penjahat. itu sudah hukum alam

mereka mungkin juga sedikit trauma terhadap masa lalu, dimana ketika tahun 60an dimana 
Beatles menjadi sangat terkenal, salah satu personilnya yaitu John Lennon menyatakan 
bahwa grupnya lebih populer dibanding dengan Tuhan, sehingga memancing reaksi keras 
kala itu. meskipun pernyataan itu sudah dicabut oleh Paul Mc cartney tapi tetap aja  
grup Beatles dicap sebagai pengikut Lucifer. apalagi sejak para anggota2nya ikut 
upacara hindu di India meskipun mungkin untuk cari popularitas ya,apalagi juga  sejak 
John Lennon menciptakan lagu Imagine yang didalamnya terdapat syair bahwa lebih baik 
tanpa agama, daripada ada agama tapi selalu terjadi perang yang mengatasnamakan agama. 
Dan konon khabarnya pihak agamais (Kris....+kath....) sangat membencinya dan ujung2nya 
terjadilah pembunuhan terhadap John lenon tahun 80an, yang menurut berita dilakukan 
oleh penggemar beratnya, tapi benarkah ???? no one knows

tapi nggak usah jauh-jauh lah. baru-baru ini aja ada beberapa huruf cina yang 
disalahartikan menjadi arti sesuai dengan kitab dan pandangan mereka. bener-bener 
sudah keterlaluan memang.

ronny

 
-------Original Message-------

From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, January 23, 2003 07:11:07
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Kelenteng] ASEREJE LAS KETCHUP

Asereje, Lagu Setan ?

Sebuah rumor merebak tentang lagu hits Asereje yang dinyanyikan oleh Las
Ketchup, bahwa lagu tersebut adalah lagu penyembahan setan. Dari
liriknya yang campuran antara Inggris dan Spanyol disebutkan bahwa terselip
lirik penyembahan terhadapan setan. Kita mungkin berpikir bahwa karena itu
lagu Spanyol, maka wajarlah kalau kita nggak mengerti liriknya. Tapi ada
satu fakta yang mengejutkan, bahwa bahkan orang Spanyol sendiri nggak
mengerti lagu ini, karena ada banyak bagian-bagian yang bukan bahasa
Spanyol. Tapi lagu yang mereka tidak mengerti ini, segera meluas menjadi
hits di Spanyol. Bahkan tim Bola Basket nasional Spanyol menggunakan lagu
ini sebagai lagu maskot.

Perdebatan kemudian terjadi di negri itu, karena lagu ini disebutkan
sebagai lagu yang meramalkan akan kedatangan sang Iblis dan sambutan
akannya. Coba perhatikan lyric Asereje dalam versi bahasa Inggris ini:

Friday night it's party time
feeling ready looking fine,
viene diego rumbeando,
with the magic in his eyes
checking every girl in sight,
grooving like he does the mambo
he's the man alli en la disco,
playing sexy felling hotter,
he's the king bailando et ritmo ragatanga,
and the dj that he knows well,
on the spot always around twelve,
plays the mix that diego mezcla con la salsa,
y la baila and he dances y la canta
Chorus:
asereje

� ja de j� de jebe tu de jebere seibiunouva,
majavi an de bugui an de buididipi,
aserej� ja de j� de jebe tu de jebere seibiunouva,
majavi an de bugui an de buididipi
many think its brujeria,
how he comes and disappears,
every move will hypnotize you,
some will call it chuleria,
others say that its the real,
rastafari afrogitano
he's the man alli en la disco,
playing sexy felling hotter,
he's the king bailando et ritmo ragatanga,
and the dj that he knows well,
on the spot always around twelve,
plays the mix that diego mezcla con la salsa,
y la baila and he dances y la canta

Bila kita lihat maka lagu ini, menceritakan seseorang yang sangat tampan
rupawan mempesona dan menghipnotis siapa saja, yang bernama Diego.

Dari informasi mantan penganut gereja Setan diketahui bahwa Diego adalah
'code name' dari Devil. Khusunya untuk daerah Amerika Selatan dan
Spanyol. Dan harus kita ingat, bahwa Lucifer adalah iblis yang rupawan
dan ahli musik, termasuk dansa.

Perhatikan lirik awalnya tentang sebuah pesta pada Jumat malam (bukan
malam Jumat). Ini merupakan hari kramat bagi setan dibarat (Kalau
dinegri kita yang keramat bagi setan itu kamis malam, atau malam jumat).
Ingat film Friday the 13th ? Untuk penganut setan malam Jumat adalah malam
dimana mereka mengadakan kebaktian dan pesta.

Perhatikan kombinasi ras si Diego, yaitu afro-gypsy Rastafarian.
Sedangkan Afro atau Afrika terkenal dengan occultnya dan tari-tarian
pemujaannya, sehingga mantra santet atau kutuk paling terkenal dan
paling hebat datang dari Afrika yaitu Voodoo. Gypsy berbicara tentang
peramal dan penyihir Dan Rasta adalah sebuah mode yang lekat dengan
pemberontakan dan Narkoba.

Ragatanga tidak memiliki arti apa-apa dalam bahasa Spanyol. Tapi seluruh
Eropa tau bahwa Rangatanga adalah sebuah upacara pemanggilan kekuatan
setan dari sebuah grup bidah yang bernama The Rouge.

Perhatikan lirik pada bait keduanya, menceritakan bagaimana Diego dapat
datang dan menghilang sesuka hati. Lucifer memang punya prilaku itu
dalam kebaktian yang diadakan untuknya. Datang dan pergi tidak ada yang
tahu,

Kemudian Diego disebut brujeria, penulis coba mencari arti kata brujeria
di Internet, dan anda akan terkejut bila anda mengetikan brujeria.com
<www brujeria.com> di browser anda. Anda akan melihat gambar kambing,
yang merupakan lambang antikris, dan saat anda masuk dalam websitenya anda
mungkin akan segera bergidik dan mual melihat kesadisan dalam web itu.
Saya rasa tidak perlu lagi dijelaskan apa brujeria itu.

Nah sekarang kita sampai pada reff-nya yang heboh itu,
aserej� ja de j� de jebe tu de jebere seibiunouva,
majavi an de bugui an de buididipi,
aserej� ja de j� de jebe tu de jebere seibiunouva,
majavi an de bugui an de buididipi
Dalam bahasa Spanyol reff. ini nggak ada artinya, tapi bila dilagukan
dengan ritme seperti itu bagi orang Spanyol akan terdengar seperti,

"Jadilah sesat, Jehovah itu tidak ada... , (atau bisa berarti; sesat
bila mempercayai Jehova) tinggalkan keberadaan/imanmu saat ini.... mereka
akan datang kebawah, dan mereka akan memandu kita

Kathrine Marshal, yaitu manager dari Institut Paranormal South Hampton
mengatakan; Bahwa dalam bahasa suku Assab di bagian barat laut Afrika,
asereje mirip dengan dialek mereka dalam sebuah upacara pemanggilan
arwah orang yang mati karena kecelakaan. Dan irama upacara pemanggilan
arwah itu juga mirip dengan lagu asereje dalam versi perkusi dan tambur.

Asereje memang membius dunia, lagu ini bahkan lebih booming daripada
lagu pendahulunya yaitu Macarena, bahkan sebuah radio diAmerika (WAMR FM
107.5) mengaku pernah memutar lagu ini hampir seratus kali dalam sehari.
Memang mengherankan bila melihat lagu ini akan segera disukai oleh orang
yang mendengarkannya, dan mereka tanpa sadar akan menyanyikannya
berulang-ulang. Orang yang mendengarnya akan seperti terhipnotis
mendengarkan iramanya.

Pihak Sony memberikan penjelasan resminya terhadap lagu ini, akibat
penolakan gereja yang mulai meluas terhadap lagu ini diluar negri. Bahwa
lagu ini bercerita tentang Diego, seorang Rasta Afro Gipsi. (Sebuah
gabungan yang aneh seorang negro yang rasta dan juga seorang gipsi). Dan
Diego ini menyukai lagu tahun 79 yang berjudul Rapper Delight yang
dibawakan oleh Sugar Hill Gang. Dalam reff lagu itu berlirik seperti ini;

"I said a hip hop the hippie the hippie to the hip hip hop, a you don't
stop the rock it to the bang bang boogie say up jumped the boogie to
the rhythm of the boogie, the beat."

Namun karena si Diego tidak bisa berbahasa Inggris, maka yang
dinyanyikan menjadi seperti Ase re je dilidahnya itu. Demikian penjelasan
pihak Sony dan manager Las Ketchup.

Walaupun demikian gerakan penolakan terhadap lagu Asereje semakin meluas
diluar negri. Bagaimana dengan anda, bukan berarti melarang anda
mendengarkan dan menyukai lagu ini. Tapi bukankah sebaiknya kita
menghindarinya ? Sebelum rumor ini menjadi jelas dan dikonfirmasi oleh
pihak-pihak yang ahli dan berkepentingan dalam hal ini.



---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] 

Kirim email ke