Silahkan!

===========================================================
Sumber: Asia Maya
URL: http://www.asiamaya.com/panduasia/yunnan/e-01land/ey-lan20.htm

Permulaan Sejarah China 

Setelah Kublai Khan dari Mongol menaklukkan kerajaan Nanchao, sejarah Yunnan 
menjadi bagian dari seluruh sejarah Cina. 

Untuk memahami sejarah Yunnan sebagai sejarah Cina pada umumnya, sangat 
penting untuk mengetahui sejarah Cina dari awalnya. 

Orang-orang menuntut bahwa sejarah mereka dimulai dari dinasti Xia periode 500 
tahun abad tahun 2200 sampai 1700 sebelum masehi. Hal itu diikuti oleh 
Dinasti Shang dari abad 1700 sampai 1100 sebelum masehi. Walaupun tidak ada 
catatan sejarah dan penemuan arkeologi, tokoh mitologi tetap menuntut tentang 
dua dinasti itu. 

Dinasti ketiga yang dikenal di dinasti Cina bernama dinasti Zhou sampai abad 
221 sebelum masehi. Dinasti Zhou menyumbangkan dua filosofi dan kepercayaan 
penting. Khong Hu Chu dan Tao. Khong Hu Chu berdiri dari abad 551 sampai 479 
sebelum masehi, ia membangun standar kehidupan sosial bagi orang-orang Cina 
sampai tahun1911 ketika kaisar Cina jatuh dan muncul perdebatan, Khong Hu Chu 
memberikan sumbangan pada kehidupan social Cina hingga kini, walaupun Cina 
menjadi negara komunis sampai 1949. 

Pendiri ajaran Tao adalah pendeta Budha Cina bernama Laozi. Berbeda dengan Tao 
Khong Hu Chu bukanlah agama yang berhubungan dengan dewa ataupun dewi, dan 
bukan juga ajaran supranatural, ajaran Tao lebih mengacu pada hal mistik. 

Ketika Dinasti Zhao akan masuk pada wilayah utama, orang-orang China pertama 
kalinya bersatu di bawah Dinasti Qin. Dinasti Qin hanya bertahan selama 14 
tahun, di masa pemerintahan kaisar Qin Shihuang. Walaupun Qin Shihuang 
memerintah dengan kejam, tapi ia memperkenalkan sistem administrasi yang 
dipakai di berbagai tempat lebih dari 2000 tahun. Prinsip dari bentuk sistem 
administrasi sangat kuat berlaku di pemerintahan yang ditentukan oleh 
administrator serta disetujui oleh pusat. Walaupun model Komunis Cina masih 
berpengaruh pada sistem ini. 

Setelah Qin Shihuang wafat, putranya Liu menjadi kaisar, walaupun Kaisar Liu 
tidak memiliki kemampuan sebagai Pemimpin. Kemudian komandan Liu Bang 
bergerak ke Ibukota kekaisaran dan menjatuhkan dinasti Qin. 

Liu Bang kemudian mengumumkan dirinya sebagai kaisar yang baru dan mendirikan 
Dinasti Han. Keturunan Liu Bang memiliki kemampuan untuk memimpin, dan 
dinasti Han berdiri selama 400 tahun dari tahun 206 sebelum masehi sampai 220 
masehi. Dinasti Han tidak terorganisir dengan baik seperti Dinasti Qin. 
Dinasti Han terlibat kasus korupsi dan perpecahan. Setelah kaisar Han 
berakhir, abad 220 setelah masehi, Cina dibagi menjadi tiga kerajaan, 
kerajaan Wu, Wei dan Shu Han. Periode tiga kerajaan itu berakhir sampai abad 
589 setelah masehi. Pada saat itu bukan hanya abad untuk tiga kerajaan, tapi 
juga era dari kerusuhan internal, dengan masa kejayaan dinasti yang singkat 
dan pergantian pusat kekuasaan. 

Cina bersatu kembali, dan diperintah oleh dinasti tunggal, Jenderal Wi Barat, 
Sui, menaklukan hina Selatan bukan untuk kepentingan kemenangan dinasti Wi 
Barat tapi untuk untuk mengangkat dirinya sebagai kaisar Cina. 

Dinasti Sui berakhir pada tahun 618 sebelum masehi tapi menimbulkan dampak 
yang dalam bagi pembangunan masyarakat China. Keahlian mayor dari dinasti Sui 
adalah pembentukan resmi dalam hal pembangunan Grand Canal, dimana sungai 
mengalir dari utara ke selatan melalui Cina, dan ketika sungai mengalir dari 
arah timur ke barat. 

Walaupun tidak sukses, dinasti Sui melakukan tiga perjalanan militer ke 
semenanjung Korea, menjalankan pemerintahan putra Sui, Yangdi. Ketika tentara 
Yangdi kalah untuk ketiga kalinya, kaisar dibunuh oleh penasehatnya. Jenderal 
Yangdi, Li Yuan, yang bermarkas di perbatasan garnisun Taiyuan, mengambil 
kesempatan untuk merebut tahta dan mendirikan dinasti Tang. 

Dinasti Tang berdiri dari tahun 618 sampai 907 sebelum masehi dan merupakan 
dinasti yang memiliki masa kejayaan dalam sejarah Cina. Selama berlangsungnya 
dinasti Tang, sistem administrasi Cina kemudian didirikan. Propinsi 
diperintah dengan persetujuan administrator, yang selanjutnya dibagi dalam 
300 administratif dan 1500 kabupaten. 

Kemudian Dinasti Tang memperlihatkan perkembangan di bidang budaya, seni, ilmu 
dan agama yang sebelumnya tidak dikenal dalam proses internasionalisasi Cina, 
melalui pedagang asing yang tidak hanya membawa barang dagangan tetapi juga 
mendirikan sekolah baru untuk belajar. 

Secara politik Dinasti Tang jatuh. Di barat, tentara Tibet menggedor garnisun 
Tang, dan di Yunnan, kerajaan Thai, Nanchao mencoba melakukan ekspansi ke 
Sichuan. Ketika sistem politik dan militer dari dinasti Tang dikikis, tanah 
Cina menjadi di bawah kepemimpinan kelompok bandit. Akhirnya pada tahun 907 
setelah masehi, perlindungan hukum di bawah pimpinan Huang Zhao direbut oleh 
modal dinasti Tang dan selanjutnya berakhir. 

Selama seperempat abad berikutnya, Komando militer saling bertempur di wilayah 
yang dominan, untuk memperluas kekuatan militer. Mereka percaya bahwa 
kabupaten yang memiliki sejarah yang kaya dan panjang dapat memperbanyak 
sistem legitimasi kekuatan politik, hal ini merupakan hal yang biasa terjadi 
di Cina. 

Di Eropa tengah, kekuatan politik harus dilegitimasi oleh aturan turunan yang 
terperinci , juga oleh perjanjian hirarki agama. Untuk naik tahta, salah 
seorang harus mewarisinya. Dengan begitu, sejarah akan menganggap pemerintah 
sebagai perebut kekuasaan. 

Di Cina, seperti juga di beberapa negara di Asia, legitimasi kekuatan politik 
terletak pada pemiliknya. Petani bahkan bandit dapat menjadi tentara, 
menaklukan Ibukota, mengangkat dirinya sebagai raja atau kaisar, dan 
mengharapkan persoalannya dapat menerima ketentuan tanpa mendiskusikan apakah 
raja atau kaisar baru dapat duduk di tahtanya. 

Dalam pemikiran Cina tradisional, jika pemerintah baru bertahan dalam 
kekuatannya, ia harus dapat membuktikan amanat dari surga untuk menjadi 
kaisar baru. Jika pemerintah atau dinasti jatuh, hal itu membuktikan bahwa 
amanat dari surga tidak berjalan dengan baik. 

Ketika sistem Cina terlihat praktis, konsekuensinya pasti mengikuti, diikuti 
oleh sekelompok individu yang besar untuk mencobanya. Sebagai jenderal tidak 
pernah merasa kuatir walaupun penduduk Cina akan menerima mereka sebagai 
pemerintahan legitimasi dimana mereka mempunyai kekuatan, sejarah Cina banyak 
mempunyai contoh dimana jenderal menaklukan raja-raja dan kaisar-kaisar. 
Pemimpin dari pemberontakan yang terkenal biasanya tidak berhubungan dengan 
pertempuran melawan ketidakadilan sosial, tapi jika pemberontakan itu 
berhasil mereka mempunyai tujuan untuk kekuatan politik sosial dan mendirikan 
dinasti mereka. Penyerbuan asing dapat merebut pengadilan Cina dan mengangkat 
diri mereka sebagai kaisar. Dua dinasti mayor Cina secara etnis bukan orang 
Cina, dua dinasti itu adalah dinasti Mongol Yuan dan dinasti Manchu Qing. 

Setelah runtuhnya dinasti Tang pada abad 907 setelah masehi, pemerintah 
regional, jenderal yang tidak setia, pejabat tinggi kerajaan bahkan Pemimpin 
kelompok bandit terlibat perang atara satu dengan yang lainnya. 

Pada 959, Zhao Kuangyin, Pemimpin penjaga kerajaan di masa dinasti regional, 
meraih kekuatan dari Pemimpin negara bagian yang sudah berumur 7 tahun. Tahun 
berikutnya Zhao Kuangyin, menaklukan kerajaan regional dan berhasil 
menyatakan seluruh Cina di bawah pemerintahannya. Akibat dari Dinasti Song, 
yang mengadakan perjanjian pada saat itu, Zhao Kuangyin merebut kekuasaan 
dari anaknya yang menjadi raja pada tahun 959 sebelum masehi. Hal itu 
berakhir sampai 1279 masehi, ketika Kublai Khan mendirikan Dinasti Yuan. 

Dinasti Song membawa pada Cina apa yang disebut sebagai revolusi perdagangan. 
Salah satunya adalah memperkenalkan uang kertas, yang digunakan dalam 
perdagangan.Kota berkembang sangat cepat, ke arah yang lebih besar seperti 
keadaan yang juga sedang terjadi di Eropa pada saat yang sama. Revolusi 
perdagangan meluas ke daerah luar kota dimana teknik pertanian diperkenalkan. 

Tidak seperti dinasti Cina sebelumnya, Dinasti Song tidak runtuh karena 
penyakit tapi karena pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan dari luar yang 
tidak mempunyai pengaruh. Pasukan dari luar itu berasal dari sekelompok 
orang-orang Mongol, bencana itu terjadi di bagian Asia dan Eropa timur. 
Mongol disatukan tahun 1206 oleh Genghis Khan dan mengacau bangsa-bangsa di 
sekitarnya. Genghis Khan merebut Beijing (bukan Ibukota China) di tahun 1215, 
perlakuannya mengalihkan bagian lainnya ke kekaisaran yang lebih luas, 
dinasti Song yang menjalankannya untuk beberapa dekade. Cucu Genghis Khan, 
Kublai Khan yang pada akhirnya menaklukkan Cina di tahun 1279, termasuk 
kerajaan Yunnan Thai di Nanchao. Meskipun Kublai Khan menaklukan China di 
tahun 1279, Dinasti Yuan didirikan Kublai Khan tahun 1271 sampai 1368. 

Dibawah kekuasaannya, Kublai Khan memperluas daerah jajahan ke wilayah barat, 
tepatnya sampai ke Moskow dan Baghdad.

Orang-orang Mongol menyusun kembali pemerintahan Cina dengan cara 
memiliterisasikannya. Sebelum serangan gencar Mongol, secara luar biasa 
orang-orang Mandarin yang berpendidikan telah menjadi pilar dari system 
administrasi Cina, mereka dibawah kekuasaan orang-orang Mongol, digantikan 
oleh orang-orang yang telah naik jabatannya di militer. 

Ketika orang-orang Mongol mengambil keputusan mengenai semua hal penting dari 
kebudayaan Cina sehingga menjadi tidak dapat dibedakan dari hal-hal pokok 
orang-orang Cina yang sebenarnya, perbedaannya dibuat secara politik, yaitu: 
semua etnik Mongol dibebaskan dari membayar pajak sedangkan orang-orang Cina 
diwajibkankan membayar semua pajak yang ada. Ketidakadilan ini, adalah fakta 
yang berlaku pada dinasti yang secara etnik adalah orang asing, dan 
kemungkinannya ini adalah alasan utama mengapa Dinasti Yuan bertahan selama 
lebih dari 100 tahun. 

Orang Cina asli, sama dengan orang Tao, dulunya dinasti terakhir ini hanya 
dapat dibuktikan jika memiliki "mandat dari surga", dan juga dipercaya dimana 
mandat dari dinasti tertentu telah dikeluarkan, hal tersebut akan mengalah 
pada pemberontak atau pemberontak istana. Di dalam pemikiran tradisional 
orang-orang Cina, kerajaan yang sesungguhnya hanya ada di surga, tetapi tetap 
yang melaksananakannya adalah orang-orang di dunia. Efek dari filosofi 
politik orang-orang Tao adalah sederhana dan praktis: setiap orang boleh 
mencoba keberuntungannya dengan pemberontakan jika dia sangat 
mengharapkannya. Apabila pemberontakannya gagal, kemudian yang membuat suatu 
percobaan dengan jelas tidak memiliki "mandat dari surga" dan biasanya mereka 
dieksekusi. Bagaimanapun, seorang pemberontak yang berhasil diambil sebagai 
bukti bahwa mandat dari surga benar-benar ada. Hal ini semata-mata hanyalah 
nyanyian kesuksesan saja. Setiap orang dapat menjadi seorang kaisar sepanjang 
ia dapat mengumpulkan kekuatannya. 

Sesungguhnya, sejarah orang-orang Cina kebanyakan adalah sebuah teka-teki 
dengan pemberontakan, namun tentunya tidak berhasil dalam membangun sebuah 
dinasti baru di semua orang-orang Cina, pada tingkat pemerintahan. Meskipun 
demikian, kelompok pemberontak memiliki aturan yang berlaku di area 
perbatasan untuk beberapa dekade, biasanya selama pemimpin yang karismatik 
masih memegang kendali kekuasaan. 

Biasanya pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang sangat kejam, 
menyingkirkan kompetisi yang potensial dengan kedudukan mereka tanpa 
mengeluarkan airmata, dan membuang para musuhnya mereka dapatkan dengan cara 
yang efisien, yaitu dengan membunuhnya. 

Secara praktis para penemu dinasti baru Cina, walaupun mereka adalah penjahat, 
jenderal yang tidak loyal atau para pegawai pemerintahan, ditampilkan pada 
tingkat yang tinggi dan secara kejam, serta di tingkat yang tinggi tanpa rasa 
hormat pada ahli waris mereka. Seringkali, kaisar terakhir dari dinasti 
tersebut telah memiliki sedikit toleransi, dan lebih tertarik pada seni, 
begitu pula para selir mereka, daripada menekan pokok permasalahan mereka. 

Mekanisme dari sejarah Cina ini telah menjadi jelas sampai saat ini. Mao 
Zedong kemungkinan telah sangat terpengaruh karena membaca sejarah Cina ini, 
seperti ia telah membaca Marx, Engels dan Lenin. Secara sungguh-sungguh ia 
menyamakan dirinya sebagai penemu dari dinasti baru Cina. Mao Zedong boleh 
percaya bahwa kekejaman yang ia tunjukan selama Great Leap Forward dan 
Revolusi Kebudayaan, serta pengulangan pembersihannya terhadap Pesta Komunis, 
tidak terlalu penting bagi alas an ideology namun lebih kepada menstabilkan 
dinasti baru tersebut, aturan ini dibuat sendiri olehnya, begitu pula pada 
Pesta Komunis. Kegagalan ekonomi dari Great Leap Forward, sepertinya tidak 
menjadi masalah besar baginya. 

Seluruh konsep dari pemberontakan yang dilakukan oleh kelas terendah dari 
lingkungan social lebih berakar pada pemikiran social orang-orang Cina 
daripada pemikiran orang-orang Eropa. Ada beberapa peristiwa di dalam sejarah 
Eropa dimana terdapat pemberontakan petani, atau pemberontak hukum, adalah 
yayasan dari dinasti yang baru. Beberapa kasus di Eropa, selalu memiliki 
kekurangan legitimasi, dan setelahbeberapa waktu kekuasaan lama dinormalkan 
kembali. 

Dalam sejarah orang-orang Cina, mereka tidak pernah kembali. Dinasti tersebut 
telah diatur sedemikian rupa untuk kebaikan. Pemimpin dari pemberontak kelas 
bawah dapat membangun diri mereka sendiri sebagai kaisar yang baru, dan 
selama sisa-sisa dinasti masih berkuasa, kaisar baru tersebut adalah suatu 
masalah legitimasi. 

Kemudian hubungan yang lain antara Revolusi Komunis dari abad ke-20 dan 
pemberontakan petani di awal periode ini. Mereka sering mengikuti ideologi 
dari negara Utopia. 

Hal tersebut seperti pemberotakan petani di pertengahan abad 14 yang 
mengalahkan Dinasti Yuan. Pemimpin dari pemberontakan itu adalah Zhu 
Yuanzhang, anak yatim-piatu yang diadopsi di kuil Budha sebelum ia menjadi 
pemimpin dari salah satu kelompok pemberontakan yang ia persatukan. Ia 
mengakhiri Dinasti Yuan pada tahun 1368 dan menjadikan dirinya sebagai kaisar 
yang baru, hingga didirikankanlah Dinasti Ming. 

Ketika mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar uang baru, Zhu Yuanzhang 
mengganti namanya menjadi Hongwu. Selama masa pemerintahannya, ia memimpin 
perluasan pengusiran tersebut, terutama antara yang berpendidikan. Lebih dari 
10.000 laki-laki yang terpelajar dan anggota keluarga mereka dieksekusi. 

Pada awal tahun pemerintahan Dinasti Ming, sistem pemerintahan Ganda di Cina 
didirikan, dengan Beijing dibagian utara dan Nanjing dibagian selatan. 
Sebenarnya Beijing, secara harfiah tidak berati apa-apa kecuali "Ibukota 
bagian Utara", dan Nanjing adalah "Ibukota bagian Selatan", Jing berasal dari 
kata Mandarin untuk kata "ibukota", Bei untuk "utara", dan Nan untuk 
"selatan".

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke