http://www.poskota.co.id/poskota/truestory_contents.asp?id=153
True Story Minta sukses pada dewa bisnis (3) Rabu,1/29/2003 8:49:05 AM - AGAK aneh memang, di sela-sela padatnya bangunan pertokoan di pasar lama Jatinegara, berdiri sebuah pusat peribadatan ummat Budist. Vihara Amurva Bhumi yang konon sudah berusia 313 tahun nampak kokoh berdiri. Tak terusik oleh aktivitas perdagangan yang sangat bising di sekitarnya.Menurut Ming Ming, satu penghuni vihara Amurva Bhumi Jatinegara, hal yang unik yang dimiliki vihara ini adalah koleksi patung Kongco Hok Tek Ceng Sin (patung dewa bisnis). Usia patung ini sudah sama tuanya dengan usia bangunan vihara.Bedanya, jika vihara sudah beberapa kali direnovasi, maka sang patung masih dibiarkan seperti sediakala. Nampak masih mulus dan terawat dengan baik. Di sekitar patung diletakkan berbagai sesaji dan lilin untuk keperluan sembahyang ummat Budist. Ummat Budist pada hari-hari besar keagamaan dan hari-hari biasa, sering mampir untuk melakukan sembahyang. Ummat ini datang dari berbagai penjuru wilayah tak terbatas Jatinegara atau Jakarta Timur. Mereka meminta doa terutama seputar kesuksesan bisnis.Karena tuanya usia patung dewa bisnis ini dan bangunan vihara, Ming Ming mengaku banyak turis asing yang sengaja datang mengunjungi. Mereka suka datang berkelompok dari berbagai negara asing. Sampai sekarang, pihak pengelola vihara yang diketuai Selfia Koyani alias Akong tidak mengetahui persis siapa pendiri vihara tersebut. Manuskrip yang ditemukan baru ada catatan sejarah sekitar tahun 250 tahun lalu saat vihara ini diketuai Thian Woen Nyoek. Itupun masih sangat terbatas. �Kami masih mencari dokumen tentang sejarah vihara ini,� kata Ming Ming. LEGENDA DEWA BISNIS Menurut legenda, Hok Tek Ceng Sin (Fude Zheng-shen) dahulunya adalah seorang pejabat yang bernama asli Thio Hok Tek (Zheng Fu De) yang lahir tahun 1134 sebelum masehi (SM). Ia hidup pada zaman Dinasti Chao (Zhao) masa pemerintahan kaisar Chao Bu Ong (Zhou Wu Wang). Selanjutnya dalam kitab suci Amurva Bhumi juga diceritakan sosok pejabat ini merupakan sosok yang pandai dan bijaksana serta berhati mulia. Ketika menjabat menjadi menteri urusan pajak, nilai pajak yang ditariknya tidak pernah memberatkan rakyat. Sayangnya, setelah Hok Tek Ceng Sin meninggal dunia, penggantinya adalah seorang yang berwatak kejam. Ia suka bertindak kasar dan menyengsarakan rakyat. Rakyat pun mendambakan pimpinan seperti sosok Hok Tek Ceng Sin. Dari sinilah kemudian muncul gelar Hok Tek Ceng Sin. Legenda dewa bisnis ini sangat kental mewarnai Vihara Amurva Bhumi Jatinegara. Dalam berbagai perayaan, patung dewa bisnis inilah yang menjadi pusat perhatian di samping patung pendampingnya seperti dewa Hua Kung Hua Mu. Mungkin karena letak vihara yang berada di tengah-tengah pasar yang diwarnai dengan kesibukan aktivitas bisnis. Yang jelas, ribuan ummat Budist menempatkan patung dewa ini menjadi salah satu patung yang sangat dicintai dan disegani. SUGUHKAN ATRAKSI BARONGSAI Khusus menghadapi perayaan Imlek dan Cap Go Meh, ummat Budist di Vihara ini sudah menyiapkan acara ritual sembahyangan. Mulai tengah malam tanggal 31 Januari, semua ummat berkumpul di vihara. Prosesi sembahyangan langsung dipimpin ketua vihara bersama sejumlah suhu dengan penerangan lampu Lampion. Esoknya, atraksi Barongsai rencananya akan digelar secara spektakuler. Pemainnya tak hanya orang dewasa, tetapi juga melibatkan anak-anak kecil. Atraksi mengusir roh jahat ini tak hanya ditonton oleh ummat Budist tetapi juga masyarakat umum lainnya. �Kami juga ingin menghibur masyarakat lain, di luar ummat Budist,� tandas Ming Ming. (inung) --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
