Saya pribadi sangat prihatin pada si tukang kuamia
ini. Apakah ini adalah kutukan dari Tuhan Yesus
sehingga kedua anaknya meninggal gara gara perilaku
dia. Kesiaan deh dia. Apakah Tuhan Yesus-nya
memberikan kutukan atas dasar hukum KARMA, sampai
akhirnya dengan begitu pasrah dan parah untuk bertobat
dan berobat ke Tuhan Yesus. "Jangankanlah engkau
melakukan sesuatu penghinaan, pejelekan terhadap semua
makluk yang diciptakanNya (Shio),aknn berarti anda
telah membohongi diri anda sendiri, menghindarkan
kebodohan pertama adalah wajar, namun melakukan
kebodohan kedua adalah kebodohan.". Ada tidak pasal
ini di Alk.... mu. Mungin telah dirobekin karena
kebodohan-nya.  
--- Handoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ====================================================
> By: frans
> Posted: Sat Feb 08, 2003 11:18 am    
> Post subject: Pengakuan Harun Jusuf, Mantan Tukang
> Kuamia
> Sumber: Tempat Diskusi SiuTao.com
> URL: http://siutao.com/forums/
> 
> Sdr. Shan Mao, Dhammawan, dan rekan2 semua, 
> Saya lihat di milis kristen fordian dimuat kesaksian
> spt dibawah ini. 
> Mohon ditanggapi, saya akan forward tanggapan tsb
> kesana. 
> Thanks 
> 
> Frans 
> 
>
----------------------------------------------------------------------------------
> 
> 
> From: Ratna Damayanti 
> 
> Pengakuan Harun Jusuf, Mantan Tukang Kuamia: 
> "Pasien yang datang justru dikutuk Si Tukang
> Kwamia!" 
> 
> Berbeda dengan penampilan para tukang kwamia pada
> umumnya, Harun Jusuf, mantan 
> tukang mantan tukang kwamia yang namanya pernah
> sangat ngetop di kalangan 
> etnis Tionghoa ini, berpenampilan sederhana.
> Ditemani Acu, 
> istrinya, Harun Yusuf menjawab serta membuka semua
> rahasia kwamia secara 
> blak-blakan. Iapun mengaku sedang menyiapkan sebuah
> tulisan untuk diterbitkan 
> menjadi sebuah buku mengenai perjalanan hidupnya
> dari Tukang 
> Kwamia menjadi Anak Tuhan Yesus. 
> 
> Bapak sangat dikenal sebagai tukang kwamia di
> kalangan etnis Tionghoa. 
> Apa yang Bapak lakukan setiap kali pasien datang? 
> 
> Begini. Tak semua pasien yang datang diterima.
> Tetapi, harus saya uji dulu. 
> Maksudnya ialah saya tanyakan tanggal lahirnya
> lengkap dengan jam 
> kelahirannya. Lalu didaftar, tunggu, antri dan jam
> berapa bisa diterima. 
> 
> Maksud Bapak? 
> 
> Dari tanggal lahirnya, kita harus bikin Pek Jie. Pek
> Jie ialah sebuah daftar 
> di mana kita dapat menghitung dengan mengutak atik
> angka berdasarkan tanggal 
> lahir sehingga menghasilkan sebuah angka.
> Jam,tanggal, bulan, tahun kelahiran 
> diterjemahkan dalam dua huruf. Angka ini disebut
> Bintang ("Xing"). Nah, dari 
> sinilah nasib manusia berjalan sesuai dengan apa
> yang sudah ditentukan oleh 
> Pek Jie. 
> 
> Dan, ternyata memang tepat? 
> 
> Saya jamin 90% tepat, karena memang sudah diuji.
> Jadi, saya menerima pasien 
> tak sembarangan. Jika menurut perhitungan
> berdasarkan masa lalunya, kapan 
> menikahnya, kapan punya anaknya, sudah 90 % tepat
> barulah saya 
> jadikan pasien. Tetapi, kalau kurang dari segitu tak
> mau saya jadikan pasien. 
> Bisa saja saya katakan bahwa tanggal lahir yang
> diberikan kepada saya itu 
> salah tanggalnya, karena orangtuanya memang salah
> mencatatnya. 
> 
> Lalu, bagaimana dengan ramalan Hongshui? 
> 
> Pada prinsipnya sama saja dengan menggunakan pek
> jie. Dari perhitungan pek jie 
> muncul unsur emas, kayu, baru dicocokkan dengan
> tanah yang mau dibangun atau 
> dipakai. Jadi, semuanya berdasarkan perhitungan
> angka atau 
> matematika. Ada yang memakai kemampuan roh seperti
> di.... ( Harun Jusuf 
> menyebutkan suatu daerah di kawasan Jakarta Barat -
> Red). Jadi yang saya 
> lakukan ialah sesuatu yang ilmiah. Kwamia adalah
> sesuatu yang ilmiah, 
> bersifat internasional. Seperti mau membangun sebuah
> gedung, arsiteknya 
> memasukkan unsur-unsur hong shui. 
> 
> Benarkah seseorang yang datang minta dikwamia,
> rohnya sudah dikuasai terlebih 
> dulu ? 
> Ya, benar. Rohnya sudah berada di dalam cengkeraman
> roh yang saya pelihara. 
> Sejak itu roh pasien harus tunduk pada roh saya
> apapun yang saya perintahkan. 
> Misalnya saya ramalkan bahwa orang itu akan
> bercerai, maka 
> rohnya tunduk 100% dan dia pasti akan bercerai!
> Padahal sebenarnya belum tentu 
> ia akan bercerai. Roh kamilah yang justru
> menakdirkan,merencanakan semuanya 
> itu. Ini, yang saya pikir paling tepat. Makanya,
> tukang kwamia 
> yang makin jitu, makin berbahaya, berarti yang
> dipeliharanya makin hebat. 
> Bekingnya makin hebat. 
> 
> Kalau begitu, kutukan itu datangnya justru dari si
> tukang kwamia kepada si 
> pasien? 
> 
> Ya, betul, secara tak sadar, ya! Saya dipakai oleh
> roh yang ada dalam diri 
> saya untuk mengutuk manusia atau pasien yang datang!
> Dengan begitu setiap 
> pasien berada dalam cengkraman kami. Melalui mulut
> kami, tukang kwamia 
> keluar kutukan-kutukan yang harus dijalankan secara
> tak sadar oleh si roh 
> pasien itu. Misalnya, jika dikutuk bahwa tahun depan
> ia akan disikat orang 
> perusahaannya, biar bagaimana hati-hatipun
> perusahaannya pasti akan 
> disikat orang lain. Mengapa? Karena rohnya sudah
> sepenuhnya tunduk kepada roh 
> kami si tukang kwamia! 
> 
> Bagaimana pandangan Bapak jika ada orang Kristen
> yang masih datang untuk 
> dikwamia atau diramalkan kehidupannya? 
> 
> Orang Kristen yang pergi ke tukang kwamia? Oh,
> banyak. Banyak sekali. 
> Dulu, sebelum saya bertobat, sudah bukan rahasia
> lagi jika di antara sekian 
> banyak pasien saya, banyak yang beragama Kristen.
> Cuma, sekarang setelah saya 
> bertobat, saya ingin memberitahukan kepada mereka
> untuk 
> menghentikan hal tersebut. Sebab, jika masih tetap
> percaya atau pergi ke 
> tukang kwamia, nasib mereka sudah tak ada di tangan
> Tuhan lagi. Ia harus 
> tunduk atau menuruti kepada ramalan-ramalan yang dia
> pegang. Setelah 
> saya bertobat, saya membaca Firman Tuhan dalam Roma
> 6 : 16 . Kepada siapa kita 
> taat, kita menjadi hambanya. Nah, jika orang Kristen
> masih pergi dan percaya 
> kepada tukang kwamia, ia menjadi hamba dari roh
> tukang kwamia. 
> Tetapi, jika kita taat kepada Tuhan Yesus, maka kita
> akan menjadi hamba Tuhan 
> Yesus dan Tuhan Yesus menjadi majikan kita. Menjadi
> hamba roh tukang kwamia, 
> pasti ada imbalan atau tumbal yang harus dibayar.
> Ingin diramal baik, sudah 
> tentu tak gratis. Jadi, harus ada bayarannya dan
> bayarannya mahal yaitu nyawa 
> salah seorang keluarga kita. Seperti yang dulu
> pernah saya alami. Dua orang 
> anak saya meninggal dunia. 
> 
> Jadi, tumbal adalah suatu keharusan jika kita
> meminta sesuatu kepada tukang 
> kwamia? 
> 
> Di dunia mana ada yang gratis, kecuali ASI, air susu
> ibu yang kita minum. 
> Kita pinjam uang kepada bank. Tak mungkin bank
> memberi secara gratis. 
> Kita harus membayar bunganya, bukan? Kita pinjam
> uang sama teman. Namanya 
> hutang, bukan? Kecuali dari orangtua kita. Di alam
> roh juga begitu. 
> Harus ada harga yang harus dibayar. Karena itu, jika
> memperoleh hasil, maka 
> hasil itu harus jelas, apakah dari Tuhan atau bukan.
> Jika dari Tuhan, maka Ia 
> akan memberi tanpa imbalan. Gratis! Misalnya Ia
> menciptakan matahari. 
> Orang jahatpun bisa menikmati sinar matahari. Begitu
> pula dengan air. 
> Air, Tuhan berikan secara gratis. Kalau kita harus
> membeli air, itu karena 
> kita harus membayar ongkos pembuatan air. Airnya kan
> gratis. 
> 
> Menurut orang Tionghoa yang kokoh memegang tradisi
> lamanya, peranan Shio 
> sangat penting dalam perjalanan hidupnya. Bagaimana
> sebenarnya 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke