Hai Teman2, Pertanyaan yang bagus, jawaban yang apik. Inilah dia, jika kita terpaku dan dibatasi oleh istilah2 yang kita (manusia) buat sendiri. Jika 'sesuatu' itu tidak terbatas, maha dan diluar nalar kita, jelas tidak dapat kita batasi kan ?
Tetapi kalau tidak kita batasi sebatas nalar kita, lalu apa yang akan kita bahas ? Percuma kan ? Sebab diluar nalar kita ! Untuk apa dibahas !!! Apa yang akan kita siu ? Apa yang menjadi arah tujuan kita ? Bagaimana kita bisa mengetahui hakekat Tao kalau istilah Tao-nya sendiri juga merupakan suatu istilah yang terpaksa diberikan ? Jelas kan kalau kita harus mengetahui hakekat Tao yang adalah bukan Tao yg sebenarnya merupakan suatu yang sia-sia ? Suatu hal yang mubasir untuk di-siu, wong itu Tao yang paksaan koq ?!!! Hai Butong, gimana nih ? Aku jadi ruwet begini jadinya. Tolooo.....ng Salam, Leon ----- Original Message ----- From: "butongpay -" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, March 05, 2003 8:42 AM Subject: Re: [Kelenteng] Dewa Pengatur > > Hi, > Istilah Tuhan / Giok Hok Sang Ti / Shang Tie / "Hukum karma"/ TAO adalah > sebutan yang kita pakai sehari - hari untuk merepresentasikan Yang > Absolut. Namun apakah kita mengerti dengan makna Tuhan / TAO. Siapakah > di antara kita yang mengetahui pasti apakah Tuhan / TAO / Hukum Karma > itu ? Yang pasti kita dapat merasakan ada sesuatu yang berdiri sendiri > tidak tergantung dari siapapun.Sebab itu Lao Tze mengatakan ...ada > sesuatu yang berdiri sendiri..dan dengan terpaksa saya menggunakan kata > TAO.... > Jadi bagi saya istilah manusia boleh apa saja yang penting kita harus > belajar untuk mengerti hakekat TAO ..dengan demikian sedikitnya kita > mengerti akan hakekat TAO itu sendiri. Perjalanan 1 mil di mulai dengan > langkah kecil.... > regards, > butongpay > yuna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Teman, > kita semua tahu bahwa dalam Budhisme tidak mengakui adanya > Maha Dewa Yang Mengatur Alam Semesta Sebagai Pencipta, > Alam Semesta diatur oleh hukum sebab akibat. Dan apa yang > menimpa masing-masing adalah berdasarkan karma... > Bukankah ini bertentangan dengan Taoisme yang mempercayai > adanya Giok Hong Siang Te dan dewa pengatur hal tertentu. > Dimana dalam Taoisme Giok Hong Siang Te dianggap Maha > Kuasa. Dan memang dalam Budhisme mengenal adanya Para > Dewa, tapi Para Dewa dan Buddha sendiri tidaklah Maha > Kuasa. Tidak ada yang mengatur tiap individu, tiap makhluk > bertanggung jawab sendiri-sendiri. Walaupun Para Suci bisa > membantu, tapi konsepnya tidak seperti menganggap mereka > Yang Maha Kuasa... Dimana dalam Buddhisme, Tuhan Yang Maha > Esa berarti Nirvana(ke-Buddhaan) atau Dao. > > Gimana nih teman? > ======================================================================== > =================== > Dapatkan Telepon SMS untuk rumah dan kantor hanya di PlasaCom melalui > http://toko.plasa.com > 50% Lebih Murah untuk Domain dan Hosting di http://idc.plasa.com khusus > di bulan Februari ! > ======================================================================== > =================== > > --------------------------------------------------------------------- > Milis Kelenteng - Quan Shui > URL: http://lists.quanshui.org > Posting, email: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Tax Center - forms, calculators, tips, and more > --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
