Selama tahun 1850, di Taiwan terjadi begitu banyak keresahan. Sehingga
Kaisar mengutus Hsu Shujen dengan bala tentara untuk menenangkan semuanya.
T'ang Yi An juga diutus bersamanya. T'ang ingin mencari tahu bagaimana
keadaan adiknya, T'ang Shegan yang memimpin pasukan dari Hsiamen,
menyeberangi Selat Taiwan di Cina. Tetapi komunikasi pada saat itu buruk
sekali, dan selama masa perang hampir tidak mungkin untuk mengirimkan surat.

Pada suatu hari, datanglah empat orang buruh dengan membawa seekor kura-kura
laut yang amat besar untuk dijual. Kura-kura itu amat besar, demikian pula
dengan harga yang mereka tawarkan. Chang, salah seorang bawahan T'ang
berpikir untuk membelinya tetapi dia tidak setuju dengan harga yang mereka
tawarkan.

Para buruh menawarkannya kepada Nyonya T'ang, tetapi dia juga berpikir bahwa
harganya terlalu tinggi. Pada saat mereka hendak membawa kura-kura itu
pergi, Nyonya T'ang melihat kura-kura itu melihatnya dengan perasaan sedih
pada kedua matanya, kura-kura itu menangis. Dia merasa kasihan pada hewan
itu. Jadi walaupun harganya terlalu tinggi, dia tetap membelinya. Dia
menceritakan hal itu pada suaminya dan suaminya memutuskan untuk membebaskan
kura-kura itu di laut keesokan harinya.

Kura-kura itu amat besar sehingga harus dibawa oleh empat orang buruh.
Tetapi keesokan harinya ketika T'ang mencoba menggerakkannya, dia merasa
kura-kura itu sangat ringan sehingga dia dapat mengangkatnya sendiri.

"Ini bukanlah kura-kura biasa," pikirnya. Tanpa berbicara, dia berpesan pada
kura-kura tersebut, "Saya percaya bahwa kamu pasti kura-kura yang mempunyai
kekuatan gaib. Benar atau tidak saya akanamelepasmu di laut hari ini,
tanggal 8 September. Jika kamu memiliki kekuatan, saya akan sangat
menghargainya jika kamu dapat menemukan saudara saya, T'ang Shengan, yang
sekarang sedang memimpin pasukan di Hsiamen, untuk menulis surat kepada
saya. Apakah kamu mengerti?"

Kemudian dia melepaskan kura-kura itu. Kura-kura itu kelihatan begitu
gembira dapat kembali ke air! Dia bermain-main di ombak. Sambil berenang
menjauh, dia menengok ke belakang melalui bahunya dan menganggukkan
kepalanya tiga kali kepada T'ang. Dia seperti mengucapkan terima kasih.

Satu bulan kemudian, datang sepucuk surat dari T'ang Shengan memberi kabar
bahwa segala sesuatunya baik-baik saja. Surat itu bertanggal 8 September.

Apakah ini suatu kebetulan? Ataukah kura-kura itu mengerti pesan telepati
Yi-an dan entah bagaiman menyampaikannya kepada Shengan? Mungkin ini adalah
cara kura-kura itu menunjukkan penghargaan untuk hidupnya.

T'ang bersaudara telah berjasa besar pada negaranya selama masa sulit
tersebut, tetapi mereka telah cukup banyak bertempur dan memenangkan
pertempuran. Mereka pensiun dan menjalani kehidupan yang tenang di desa.
Mereka sering menceritakan kisah ini kepada tetangga-tetangga mereka, untuk
mengingatkan orang lain bahwa hewan pun mencintai hidup mereka, dan dengan
menolong hewan, kadang-kadang kamu dapat menolong dirimu sendiri juga.

Dikutip dari : "Mencintai Kehidupan"

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke