Para bandit beraksi lagi di Fuyong! Kali ini mereka merampok sekelompok
penduduk. Kemudian mereka memenggal kepala dan tangan para penduduk
tersebut. Semua orang menjadi takut akan kekejaman semacam itu.

Banjir juga terjadi di Hsiang Yang. Ratusan kuda hilang terbawa air dalam
waktu singkat. Para penduduk kehilangan segalanya dan tidak ada tempat untuk
mengungsi. Tapi ada seseorang yang beruntung, orang ini tidak langsung
tenggelam atau terbawa air banjir yang sedang mengamuk.

Sebagai pejabat setempat, Li Peiteh merasa dia harus melakukan sesuatu
sehubungan dengan bencana yang menimpa penduduk di bawah kekuasaannya.
Sebagai orang yang baik dia merasa prihatin terhadap penduduk yang malang
tersebut. Sebagai seorang penganut Tao, dia merasa heran apa yang mungkin
menyebabkan bencana ini.

"Jika ada orang yang tahu, dia pastilah Guruku, Lin." Ketika mendapat
kesempatan, Li pergi ke kuil Erh-Hsien untuk mengujungi gurunya, ketika dia
sampai ke sana, gurunya sedang bermeditasi.

Ketika Li masuk, gurunya menyambutnya, Li bertanya, "Guru, aku ingin
menanyakan apa yang menyebabkan semua bencana yang telah menimpa desa kami
yang tidak bahagia baru-baru ini. Para penjahat itu datang seperti sekawanan
kerbau yang marah, mereka membunuh dan membakar. Banjir telah menghancurkan
hasil kerja keras bertahun-tahun. Guru, katakan kepadaku mengapa."

"Aku jarang meninggalkan kuil ini," kata gurunya. "Aku tidak mengikuti
hal-hal yang terjadi sekarang."
"Tapi mengapa harus penduduk ini yang menjadi korban peristiwa yang amat
buruk ini?"

Sang Guru menarik nafas panjang, "Kamu memperoleh apa yang kamu taburkan.
Orang-orang tersebut egois dan kejam, mereka hanya memikirkan perut mereka
sendiri. Jadi mereka membunuh hewan dan memakan daging mereka."

"Hewan yang dibunuh sangat marah. Ketika banyak kemarahan mengumpul,
kedamaian di alam terganggu sehingga terjadi bencana alam. Beberapa hewan
terlahir kembali sebagai manusia, dan membunuh serta merampok sebagai balas
dendam atas perlakuan buruk yang dilakukan pada mereka.

"Tidak ada yang dapat melarikan diri dari kuasa alam. Orang yang telah
melakukan kesalahan membawa kemalangan bagi diri mereka sendiri dan bagi
keluarga mereka. Orang-orang yang melanggar hukum alam membawa bencana bagi
diri mereka sendiri.

Walaupun cerita ini sudah ada sejak ratusan tahun, hal ini sangat penting
untuk kita ketahui. Pada akhir abad kedua puluh, Florida dilanda angin ribut
dan angin topan, California digoncang gempa bumi, kekeringan karena kemarau
panjang dan kemudian dibasahi oleh hujan angin ribut. Angin topan dan badai
menghancurkan harta benda dan meninggalkan ribuan tunawisma di seluruh
negeri.

Kita harus mendengar kebijaksanaan kuno dan melihat bagaimana kita bersikap
dalam menghadapi alam. Pembunuhan, kekerasan, penyalahgunaan obat,
homoseksual, musik yang mengganggu ketenangan, alkoholisme, berita yang
menyeramkan, dan seks bebas adalah hiburan bagi orang-orang modern. Apakah
mengherankan jika alam hampir tidak dapat mentoleransi sikap kita?

Dikutip dari : "Mencintai Kehidupan"

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke