Kamis, 30 Januari 2003 

Kurangi Daging Hewan Berkaki Empat 

Pola hidup sehat tetap menjadi patokan agar tubuh memiliki daya tahan 
yang baik, sehingga mampu menangkal berbagai penyakit tersebut. Banyak cara
bisa dilakukan, seperti beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan sehat, serta
menjauhkan diri dari stres.

Ada beberapa saran yang dianjurkan oleh Suhu Kwan, di antaranya =
menghindari konsumsi daging hewan berkaki empat. Selain bernyawa dan
memiliki roh, hewan juga mempunyai pikiran dan emosi. Dan binatang berkaki
empat mempunyai berat badan lebih daripada yang berkaki dua.

"Kejadian semasa hidupnya, seperti rasa kesal atau perasaan takut, akan
meresap dalam darah dan dagingnya. Dan begitu dikonsumsi, getaran energi
tersebut sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pemakannya, " ujar Suhu
Kwan.

Misalnya saja, saat akan disembelih, rasa ketakutan yang amat sangat bisa
timbul pada hewan tersebut. Energi maupun getaran dari rasa ketakutan inilah
yang akan meresap ke dalam darah serta daging. Bila dikonsumsi dalam jumlah
banyak, energi negatif ini akan terkumpul. Lalu, secara fisik, lemak dari
hewan juga akan menumpuk. Apalagi bila individu tersebut juga tidak banyak
melakukan aktivitas fisik.

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mengeluarkan energi negatif. 
Penguasaan serta pemeliharaan diri dengan baik bisa menetralisasi dampak
negatif dari konsumsi daging hewan berkaki empat.

Cara lain yang dianjurkan Suhu Kwan untuk mengeluarkan energi negatif 
adalah dengan melakukan gerak badan serta perbuatan baik. "Kalau makin
emosional, energi negatifnya akan meresap dan tertanam dalam tubuh,"
sebutnya. 

Namun, tidak berarti bahwa daging hewan berkaki empat tidak boleh =
dikonsumsi sama sekali. Boleh dikonsumsi asal tidak berlebihan. Kalaupun
ingin makan daging, lebih baik hewan berkaki dua, seperti ayam dan burung.

Selain daging, makanan yang kurang menguntungkan bagi manusia adalah sayuran
yang tumbuh di air, seperti kangkung, genjer, serta selada air. Secara
logika, sayuran tersebut akan bersifat dingin, sedangkan tubuh manusia
sangat jarang membutuhkan sifat dingin.

"Jika sifat dingin ini terus dikonsumsi, peredaran darah akan melemah. 
Orang jadi malas beraktivitas dan penyakit akan lebih cepat datang,"
ucapnya.
Makanan tersebut akan lebih bagus dikonsumsi saat musim kemarau atau udara
sedang panas.

Yang terpenting, kata Suhu Kwan, adalah menguasai pikiran, karena hal 
ini akan berakibat ke masalah stres. Istirahat yang cukup amat diperlukan.
Mempelajari senam pernapasan seperti chikung juga bisa dilakukan.  

Copyright =A9 2002 PT. Kompas Cyber Media =20 




---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!
Pecinan.com - http://www.pecinan.com
Tionghoa dalam Budaya dan Tradisi

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke