ah aku jadi bingung nih, mungkin ini karena dasar saya yang bodoh dalam agama, dengan singkat sudah saya tulis bahwa....Maka dari itu selama dalam lingkaran akidah yang sama, mengapa perbuatan amal kebaikan yang berbeda amalannya harus diperdebatkan ?
apakah amalan yang berbeda (misal tahlil, maulid dll) termasuk munkar sehingga perlu diperangi ? yah...jika benar seperti itu maka sampai kiamat pun akan terus "berperang". Coba deh yang amalannya berbeda jangan diganggu, insya Allah tidak ada "perang". eh..eh..maaf jadi maksa'in pendapat...he..he..lanjut deh "perang"nya emang dasar saya bodoh dalam agama, nulisnya aja gak pakai dalil. ----- Original Message ----- From: "duy_201" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, December 15, 2005 10:09 AM Subject: [keluarga-islam] Re: Al-ALBANI MENDHOIFKAN SEJUMLAH HADIS IMAM BUKHORI DAN MUSLIM (1) > Assalamu'alaikum wr. wb. > > Akang2, abang2, dan mas2 sekalian yg dirahmati Allah.... > > Salah satu kewajiban penting yang diamanahkan oleh Rasulullah saw > kepada kita kaum Muslim adalah "al amru bil ma'ruf dan al- > nahyu 'anil munkar". Memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah > kemunkaran. Tugas ini wajib dilakukan oleh seluruh kaum Muslimin, > sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Terlebih lagi para ulama, > di mana pun mereka berada, tugas mereka adalah menyebarkan > kebenaran, menyebarkan As-Sunnah dan mengajari manusia serta tidak > enggan atau sungkan untuk melakukannya. Walaupun dia harus rela > dicerca dan dihina seperti halnya yang dulu dialami Rasulullah saw. > Wajib atas para ahli ilmu tesebut untuk menyebarkan kebenaran yang > telah diketahui. Jadi hal ini mereka lakukan bukan untuk menyerang > atau menyudutkan golongan atau paham tertentu. Selayaknyalah kita > berhusnudzon kepada mereka yang diberi amanah untuk itu. > > > Rasulullah saw sudah mengingatkan, agar siapa pun jika > melihat kemunkaran, maka ia harus mengubah dengan tangan, dengan > lisan, atau dengan hati, sesuai kapasitasnya. > > Dalam kitabnya, Ihya' Ulumuddin, Imam al-Ghazali menekankan, bahwa > ativitas "amar ma'ruf dan nahi munkar" adalah kutub terbesar dalam > urusan agama. Ia adalah sesuatu yang penting, dan karena misi > itulah, maka Allah mengutus para nabi. Jika aktivitas 'amar ma'ruf > nahi munkar' hilang, maka syiar kenabian hilang, agama menjadi > rusak, kesesatan tersebar, kebodohan akan merajelela, satu negeri > akan binasa. Begitu juga umat secara keseluruhan. Kemunkaran ilmu > merupakan kemunkaran yang terbesar dalam perspektif Islam. > Kemunkaran ilmu adalah sumber kesalahan asasi dalam Islam. Ilmu yang > salah mengacaukan batas antara al-haq dan al-bathil. Orang yang > bathil tidak menemukan jalan untuk bertaubat, sebab dia merasa apa > yang dilakukannya adalah tindakan yang baik. Allah SWT berfirman, > yang artinya: "Katakanlah, akankah Kami beritahukan kepadamu tentang > orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?" Yaitu orang- > orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini, tetapi > mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya." (QS al- > Kahfi:103-104). > > Marilah kita terus belajar dan belajar agar kita tidak mendapati > ilmu yang salah. Menegur, mengingatkan, sebatas ilmu yang kita > miliki adalah kewajiban bagi kita sesama muslim. > > Wassalamu'alaikum > > --- In [email protected], "MR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > bukan untuk mendukung kang nceps, tetapi pendapat kang nceps > sepemahaman > > dengan saya. > > > > Jika ada orang Islam/segolongan orang Islam yang menilai perbuatan > orang > > Islam lainnya dalam rangka menambah kebaikan amal, seperti tahlil, > maulid, > > dan lainnya yang tidak sepaham, sebagai perbuatan bid'ah atau > sesat, maka > > mereka menilai dari sudut pandangnya sendiri, dan yang melakukan > itu juga > > punya keyakinan serta penilaian dari sudut pandangnya, sehingga > biarkan saja > > orang berbuat sesuai keyakinannya. > > > > Yang sering jadi masalah adalah ketika si-A melakukan hal yang > tidak sepaham > > dengann si-B, lalu si-B mengatakan bahwa itu bid'ah/sesat, maka > sudah pasti > > si-A akan melawan perkataan si-B. Seandainya si-B tidak menilai > perbuatan > > si-A bisa dipastikan si-A tidak akan melawan / menilai si-B. Maka > dari itu > > selama dalam lingkaran akidah yang sama, mengapa perbuatan amal > kebaikan > > yang berbeda amalannya harus diperdebatkan ? > > > > Mohon maaf, saya yang bodoh dalam agama ini ikut menyampaikan > pendapat, jika > > tidak ada kesepahaman mohon dimaafkan. > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/vJUKhA/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
