---------- Forwarded message ----------
From: firliana putri
Date: Dec 2, 2005 12:36 PM
Subject: [sufi-islam] Hidup Yang Sesungguhnya
To:
HIDUP YANG SESUNGGUHNYA
Judul di atas membawa pikiran kita kepada sebuah persepsi bahwa ada hidup
yang sesungguhnya dan ada yang tidak sesungguhnya. Yang manakah yang
sesungguhnya dan mana yang tidak sesungguhnya? Hanya Allah lah yang
mengetahuinya, karena Dialah pemilik dan pembuat hidup kita.
Karena,itu, marilah kita lihat firman-firman Allah berikut ini.
QS. Ali Imran (3) : 186
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari
kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan
dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."
QS. Al Anaam (6) : 32
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau
belaka. Dan sungguh kampung Akhirat itu lebih baik bagi orang orang yang
bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"
QS. At Taubah (9) : 38
"Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di
Akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan
kehidupan) di Akhirat hanyalah sedikit."
Allah mengatakan di dalam firman-firmanNya di atas bahwa kehidupan kita di
dunia ini sebenarnya bukanlah hidup yang sesungguhnya..
Kehidupan kita yang sesungguhnya baru akan terjadi nanti di Akhirat.
Di dunia ini, kata Allah, hanya main-main saja. Hanya sendau gurau belaka.
Hanya saling pamer-pamer gengsi saja.
Bukankah hidup kita ini memang hanya saling pamer saja. Kadang pamer
rumahnya yang baru dibangun. Atau juga pamer mobilnya yang baru dibeli. Atau
seringkali juga pamer keluarga, anak anak dan berbagai prestasi yang
dimilikinya. Padahal, bukankah semua itu bersifat sementara?
'Yang pasti' dari semua aspek kehidupan kita ini sebenarnya
hanyalah satu yang pasti, yaitu: bahwa kita akan mengalami kematian dan
meninggalkan semua kebanggaan kita yang bersifat duniawi tersebut. Ketika
kita mati, rumah bagus yang kita miliki akan kita tinggalkan. Mobil mewah
juga tidak kita bawa. Bahkan istri, suami, anak dan segala prestasi yang
membanggakan itu juga tidak bisa ikut serta. Kita tinggal sendirian saja
menghadap Allah, Sang Maha Pencipta.
Maka, sungguh benarlah adanya, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah
sementara. Bahkan kata Allah hanya main-main dan sendau gurau belaka. Hidup
yang sesungguhnya justru akan terjadi setelah kematian kita.
Boleh jadi kita akan sangat terkejut dengan kehidupan kita
sesudah mati itu. Kita tidak pernah menyangka bahwa 'kehidupan sesudah mati'
itu memiliki bentuk dan ukuran nilai yang sangat berbeda dengan kehidupan
kita di dunia. Bagaikan seorang bayi yang baru lahir.
Ketika masih di dalam rahim dia terendam dalam air ketuban, tidak bernafas,
dan peredaran darah serta denyut jantungnya mengikuti denyut jantung ibunya.
Demikian pula, seluruh kebutuhan makananya dipasok oleh ibunya lewat
plasenta (ari-ari).
Namun, begitu dia terlahir ke dunia ini, dia menemukan kenyataan yang
berbeda, bahwa dia harus bernafas sendiri. Juga harus mempertahankan
hidupnya dengan cara makan dan minum yang tidak pernah dialaminya ketika
masih berada di dalam kandungan. Bahkan,dia lantas harus belajar berjalan
dan menggerakkan anggota anggota badannya. Dia juga harus
mengaktifkan seluruh panca inderanya agar bisa berinteraksi dengan
'dunianya' yang baru.
Pendek kata, meskipun masih menggunakan badan yang sama, sang bayi temyata
harus hidup di dalam dunia yang berbeda.
Kurang lebih sama. Ketika kita dibangkitkan olehNya di alam
Akhirat nanti, kita akan mengalami berbagai macam penyesuaian dengan
kehidupan baru itu. Persis seperti mengalami kelahiran kembali.
Badan kita masih sama dengan saat hidup di dunia akan tetapi kemampuannya
berbeda, dan lingkungan hidup kita juga sangat berbeda dengan kondisi di
sini. Hal ini dikatakan oleh Allah di dalam QS. Ibrahim : 48, bahwa Bumi dan
langit pada waktu itu telah diganti dengan yang baru. Kondisinya sangat jauh
berbeda, sehingga menyebabkan kita bisa hidup lebih kekal dibandingkan
dengan kehidupan di dunia.
Pada waktu itu, banyak hal yang akan mengalami perubahan. Mulai dari
lingkungan hidup, ketajaman dan kemampuan indera kita, ketahanan fisik,
sampai pada ukuran nilai dan, kebahagiaan yang akan kita alami.
Kehidupan kita di sana nanti akan berlangsung selama 15 miliar tahun!
Itulah kehidupan yang sesungguhnya.
QS Al Mu'min (40): 39
"Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan
(sementara), dan sesungguhnya Akhirat itulah negeri yang kekal"
QS. Al Kahfi: 45 - 46
"Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia) kehidupan dunia adalah
bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit. Maka menjadi subur
karenanya tumbuh-tumbuhan di muka Bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi
kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu."
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan amalan
yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta
lebih baik untuk menjadi harapan"
QS. Thaahaa .(20) : 124-126
"Barangsiapa berpaling dari peringatanKu maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat
dalam keadaan buta"
"Berkatalah ia : ya Tuhanku mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan
buta, padahal dahulunya aku adalah seorang yang melihat ?"
Allah berfirman : demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka
kamu melupakannya, dan begitu pula, pada hari kiamat ini kamupun dilupakan."
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/9s3l1A/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas
yang engkau mampu.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/