----- Original Message -----
From: "firliana putri" <[EMAIL PROTECTED]>
To:
Sent: Thursday, December 08, 2005 3:39 PM
Subject: [sufi-islam] Relativitas Waktu


  Relativitas waktu.

  Banyak sekali ayat di dalam Al Qur'an yang berbicara tentang 'Waktu'.
Bahkan Allah juga bersumpah demi 'Waktu' di surat Al Ashr. Artinya, kita
harus benar-benar cermat dalam memahami 'Waktu', karena di dalamnya
terkandung misteri dan rahasia yang sangat besar.

  'Waktu' ternyata tidak berjalan secara konstan. 'Waktu' ternyata juga ada
permulaannya, dan kemudian ada akhirnya. 'Waktu', dulu pernah tidak ada. Dan
kemudian menjadi ada karena diciptakan oleh Allah. Karena itu suatu ketika
nanti, 'Waktu' juga akan lenyap, sehingga tidak ada 'waktu' lagi yang
mengikat kita.

  'Waktu' ternyata bisa, 'mulur-mungkret' (memanjang dan memendek, melambat
dan mencepat) bergantung pada kondisi seseorang. Hal ini telah dibuktikan
secara ilmiah oleh, Einstein lewat teorinya yang terkenal, Relativitas
Waktu. Dan ternyata, kita menemukan fenomena relativitas waktu itu di dalam
Al Qur'an.

  Banyak ayat al Qur'an yang mengindikasikan bahwa alam semesta ini memiliki
relativitas waktu. Hal tersebut ditujukan untuk berbagai kondisi, seperti
ketika Allah menciptakan langit dan Bumi, ketika terjadi kiamat, dan ketika
malaikat dan ruh bergerak menuju ke langit.

  Pada saat penciptaan langit dan Bumi, Allah mengatakan, Dia menciptakan
alam semesta ini hanya dalam waktu 6 hari. Padahal kita tahu, bahwa alam
semesta ini telah berusia sekitar 12 miliar tahun. Dan itupun, sebenarnya
proses; penciptaan alam semesta belum selesai.
  Dalam perhitungan ilmu Astronomi, sejak alam semesta ini diciptakan sampai
kemudian lenyap kembali akan memakan waktu sekitar 30 miliar tahun. Maka,
selama itu pulalah proses penciptaan alam ini berlangsung.

  Selama alam ini masih eksis dan berkembang seperti sekarang ini, selama
itu pula proses penciptaan benda-benda langit terus terjadi. Setiap saat
muncul bintang dan Matahari baru. Dan yang lainnya padam. Begitu juga
planet-planet dan satelit-satelit akan terus tercipta dan mengalami
kehancuran secara sebagian-sebagian. Alam masih sedang dalam proses
penciptaan, sampai sekarang! Bahkan sampai nanti saat kehancurannya.

  Ringkasnya, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa alam semesta.ini
sesungguhnya diciptakan dalam kurun waktu 30 miliar tahun. Tetapi Al Qur'an
mengatakan hanya 6 hari. Ini adalah sebuah relativitas waktu. Bagi manusia,
proses berjalan 30 miliar tahun, tetapi di sisi Allah berjalan hanya 6 hari.
Lho kok bisa begitu?

  Ya begitulah memang 'Waktu'. Ternyata ia bukanlah besaran (ukuran) yang
bersifat tetap (konstanta) bagi siapa saja. Waktu bagi saya bisa berbeda
dengan waktu yang pembaca alami. Semuanya ternyata bergantung kepada sudut
pandang kita, bergantung pada 'kecepatan gerak' si pelaku.

  'Keanehan' waktu ini digambarkan oleh Einstein lewat teorinya : Paradoks
si Kembar. "Jika ada dua orang kembar, yang bergerak dengan kecepatan
berbeda, maka waktu bagi keduanya akan berjalan berbeda pula.

  Katakanlah A dan B adalah orang kembar. Si A tetap tinggal di Bumi,
sedangkan si B berkelana ke angkasa luar meninggalkan Bumi dengan kecepatan
mendekati kecepatan cahaya. Maka, seandainya si B melakukan perjalanan ke
angkasa itu selama 1 jam saja, ketika dia kembali ke Bumi akan menemukan
saudara kembarnya sudah tua dengan rambut memutih sudah beruban.

  Bagi si B (yang bergerak dengan kecepatan tinggi) waktu hanya berjalan
selama 1 jam, akan tetapi bagi si A yang diam di Bumi waktu sudah berjalan
selama puluhan tahun.  Kenapa bisa demikian? Karena ternyata,waktu itu
memang bisa mulur mungkret sesuai dengan kecepatan pelakunya.

  Bagi yang berkecepatan tinggi, waktunya akan memanjang. Sedangkan yang
berkecepatan  rendah, waktunya akan memendek. Ini adalah sebuah realitas!
Bukan sekadar perasaan semata. Jam yang kita gunakan benar-benar akan
menunjukkan waktu yang berbeda.

  Di dalam laboratorium Fisika. hal ini juga telah dibuktikan. Ada sebuah
partikel sub atomik ydng disebut Muon. Partikel ini, dalam. kondisi biasa,
bisa memancarkan cahaya yang kemudian padam lagi dalam usia hampir 1 detik.
Ternyata, ketika Muon itu.dipercepat dengan mesin pemercepat Cyclotron,
cahaya yang biasanya padam dalam waktu tidak sampai 1 detik itu, tidak
padam-padam. Alias mencapai umur yang jauh lebih panjang.

  Hal ini benar-benar telah memberikan dukungan kepada teori relativitas
waktu.. Bahwa 'waktu' ternyata. berlaku berbeda bagi setiap makhluk yang
memiliki 'kecepatan' berbeda. Termasuk ketika berbicara tentang penciptaan
langit.

  Demikian juga, ketika Allah bercerita tentang kecepatan malaikat. Allah
berfirman:
  QS. Al Ma'arij:.4
  "Naik malaikat dan ruh kepadaNya dalam waktu sehari yang kadarnya 50 ribu
tahun"

  Dalam ayat ini Allah memberikan gambaran kepada kita bahwa ada relativitas
waktu antara dunia manusia dan dunia malaikat, disebabkan oleh perbedaan
kecepatan. Menurut Einstein, jika 'sesuatu' bergerak melesat dengan
kecepatan mendekati cahaya, maka waktunya akan mulur mendekati, tidak
terhingga, sesuai rumus,

  Tm =

  dimana To                    = waktu manusia
              Tm                   = waktu malaikat
              v2                    = kecepatan malaikat kuadrat
              c2                    = kecepatan cahaya kuadrat


              Artinya, karena malaikat dibuat Allah dari bahan cahaya, maka
dia bisa melakukan pergerakan dengan kecepatan yang sangat tinggi mendekati
kecepatan 300.000 km per detik. Nah, maka 'waktu' bagi malaikat akan mulur,
yaitu sehari malaikat = 50 ribu tahun manusia! Dalam peristiwa ini, ternyata
kecepatan malaikat ketika bergerak kepada Allah adalah sebesar 0,999 999 999
999 999 kecepatan cahaya.

  Namun malaikat juga bisa memiliki 'waktu' yang berbeda-beda, dikarenakan
kecepatannya bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan.  Hal ini dikatakan oleh
Allah:
  QS Fathiir (35) : 1
  "Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat
sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai
sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada
ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu."

  Ayat di atas mengatakan bahwa malaikat memiliki kecepatan yang sangat
bervariasi. Hal itu diumpamakan Allah dengan jumlah sayap. Bukankah sayap
adalah alat untuk terbang dengan kecepatan tertentu?

  Di ayat lain Allah mengatakan bahwa malaikat bergerak naik kepadaNya dalam
waktu sehari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitungan manusia. Maka di
sini kita melihat, bahwa ternyata waktu itu bisa berubah-ubah kadarnya
sesuai dengan kecepatan pelakunya.

  QS. As Sajdah (32) : 5
  "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu"

  Demikian pula pada saat hari kiamat. Allah mengatakan bahwa pada hari itu
kadar waktu juga akan mengalami relativitas. Sehari pada waktu itu akan
mulur sampai 1000 tahun waktu manusia sekarang.

  Hal ini menunjukkan bahwa ketika terjadi kiamat itu, pergerakan
benda-benda langit memiliki kecepatan yang sangat berbeda dengan sekarang.
Kondisi saat itu adalah sedemikian rupa sehingga 1 hari pada waktu itu sama
dengan 1000 tahun sekarang. Itulah saat saat terjadinya kiamat.

  Kembali kepada persoalan semula. Maka, ketika Allah mengatakan bahwa Dia
memerlukan waktu 6 hari untuk proses penciptaan alam semesta, itu harus
dipahami dari sisi Fisika Modern.

  Enam hari di sisi Allah pada saat penciptaan langit dan Bumi itu pada
kenyataannya memiliki kadar 30 miliar tahun, sesuai dengan fakta Astronomi
bahwa alam semesta ini sudah berusia 12 miliar tahun, dan masih akan terus
berkontraksi sampai 18 miliar tahun kernudian.

  Jadi, sekarang kita bisa memahami kenapa Allah mengatakan kiamat sudah
dekat. Karena di sisi Allah, teenyata usia alam sernesta ini sangatlah
singkat. Usia yang 12 miliar tahun ini, di sisi Allah barulah sekitar 2 hari
saja!

  Tinjauan tentang dekatnya kiamat, sebenarnya juga bisa dilihat dari sudut
pandang yang lain, seperti firman Allah.
  QS. Al Israa' (17) : 52
  "yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil
memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur)
kecuali sebentar saja."

  Artinya, ayat tersebut menggambarkan kepada kita bahwa selama kita berada
di alam Barzakh, kita tidak merasakan masa penantian itu sebagai waktu yang
lama. Bahkan rasanya hanya sekitar satu hari saja. Sehingga, praktis, begitu
kita mati, maka tak lama kemudian kita sudah akan bertemu dengan hari
kiamat. Meskipun,  nanti akan kita diskusikan di bagian berikutnya, bahwa
bagi manusia yang hidup kejadian kiamat itu masih ribuan tahun lagi. Tapi
pada kenyataanya kita akan menemuinya beberapa tahun lagi, 'sesaat' sesudah
kita mengalami kematian kita !

  Jadi bagi yang sekarang sudah berusia 40 tahun misalnya, jika diambil
rata-rata usia manusia 65 tahun, maka kiamat baginya hanya tinggal 25 tahun
lagi. Baik kiamat yang berarti kematiannya, maupun kiamat hancurnya Bumi.
Kenapa begitu?

  Karena, begitu dia meninggal, dia sudah tidak merasakan lagi masa
penantian 'kiamat bumi' yang diperkirakan masih ribuan tahun lagi. Baginya
waktu ribuan tahun itu tidak ada bedanya dengan 1 hari saja. Apalagi bagi
yang sudah berumur 60 tahun. Sebenarnya, kiamat baginya hanya tinggal
sekitar 5 tahun lagi. Begitu dekatnya hari kiamat itu, persis seperti
digambarkan Allah di dalam berbagai firmanNya.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
We'll help your hive really thrive (healthy tips for the whole family).
http://us.click.yahoo.com/rVTKVD/0lQLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya 
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke