Nah masalah belajar ini,...

Mengejawantahkan perintah Rosul untuk belajar walau sampai kenegeri China, kita harus bisa melpasakan diri kita dari dogma dogma yang sudah ada. Belajar tidak harus selalu di belakang bangku belajar dan mengikuti pelajaran dari guru. Harus sekolah/pesantren/kuliah belajar seperti ini adalah metode yang mengungkung kita sehingga semakin tertinggalah kita umat Islam di banding orang orang Yahudi.

Belajarlah, dengan metode free style, explore kemampuan otak sampai batasan yang bisa di tampungnya. Jangan terkungkung dengan metode lama, belajarlah sampai ke negeri maya, begitu mungkin phrase yang tepat untuk mengibarkan semangat belajar para netter di sini. Mau belajar apapun ada, silahkan pergunakan teknologi buatan kafirun ini dan jadikan sebagai tempat unutk memperlajari ilmu Alloh, setidaknya yang sudah ada dan bisa dipelajari.

Namun tetap saja, sebagai orang Islam, batasan kita adalah Alloh dan Rosul, jika berbenturan dengan dua koridor ini, kewaspadaan kita harus tetap ada dan tidak menelan mentah mentah apapun yang kita pelajari.

Yuk belajar free style.....

Salam
Ari


At 03:29 PM 12/22/2005, you wrote:
Ikut komentar ya Mas DAyat...

Bisa jadi ada bias diantara keduanya (baik yang disampaikan langsung
atau membaca lewat buku), karena tingkat pemahaman seseorang itu
berbeda-beda, walaupun yang dibaca atau yang didengarnya sama.

Kemungkinan bias lebih kecil jika disampaikan langsung oleh sang
ulama, karena kita bisa bertanya jika ada yang kurang mengerti.

Akan jauh lebih baik kalau kita belajar dari sebuah buku atau kitab
yang kemudian dijelaskan oleh seorang ustadz atau ulama. Jadi
kemungkinan biasnya bisa jauh-jauh lebih kecil dari keduannya. Buku
jadi pengikat ilmu, sedangkan ulama menjadi penjelasnya...

Wassalam


--- In [email protected], ".:.cintasaja.:."
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.,
>
> Sepertinya 'relatif' ini timbul dari berbedanya isi kepala masing2
orang, ya
> ...  kalau begitu sangat subyektif memang.
>
> Sekarang kalau kita asumsikan begini:
> Seorang (yang sama), dia memahami sebuah ayat Al-Quran atau hadits
dalam dua
> kondisi :  dari sebuah buku terjemahan dan dari seorang
Guru/Ustadz/Ulama
> (yang betul-betul ulama tentunya).  Tulisan di buku terjemahan itu
sama
> persis dengan apa yang disampaikan oleh ulama.
>
> Adakah bias pemahaman di sana?  Atau bias penerimaan?  Kalau ada,
mana yang
> lebih besar atau kecil?  Mengapa bisa demikian?
>
> Silakan kalau ada yang mau berbagi pendapat ...
>
> Salam,
> Hidayat
>
> On 12/22/05, kang nceps <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >  ha,,ha,,ha
> > berarti kalo menurut mereka sesat juga bisa relatif dong,,
> > ahhh, kumaha ini teh, koq semua jadi berubah relatif, apa agama
memang
> > relatif ?
> > berarti islam juga bisa relatif,? kalo islamnya KTP relatif bisa
masuk
> > surga,dan tuhannya juga relatif bisa ada bisa tidak ,
> > surga juga relatif,apa yang dimaksud dengan surga dan neraka juga
> > relatif bisa bener bisa kagak,,,
> >
> > apakah ketidak pastian bisa disebut relatif kitu,,,,koq saya jadi
> > lieur? apa mungkin termasuk kedalam jaringan sesat he,
> >
> > wassalam
> > KnC
> >
> >
> >
> > --- In [email protected], Ari Dino <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> > >
> > > Betul kang Hidayat, namun kreativitas ini harus tetap
berpedoman
> > > dengan koridor batasan Alloh dan Rosul. Karena kalau
kreativitas ini
> > > dilepas seperti manusia manusia sesat JIL Laknattulloh, akan
> > > menimbulkan Relativitas yang berbahaya selayaknya Bom Atom....
> > >
> > > Salam
> > > Ari
> > >
> > >
> > > At 01:05 PM 12/22/2005, you wrote:
> > > >Hmm ...  tentang relativitas, yah ...
> > > >Memang nggak ada yang mutlak/absolut, kecuali Gusti Allah ...
> > > >
> > > >Dalam relativitas ini, apakah ada grade-nya?  Maksudnya,
seberapa
> > > >besar 'bias' yang terjadi ...
> > > >Misalnya pada kasus pemahaman dalam beragama; meskipun sama-
sama
> > > >mempelajari hal yang sama (Al-Qur'an dan Hadits), setelah
masuk ke
> > > >'otak' atau 'hati' masing-masing orang, tentunya timbul
> > > >'kreativitas', yang bisa menyebabkan 'relativitas' ...
> > > >
> > > >Eh, betul nggak ya?
> > > >
> > > >Salam,
> > > >Hidayat
> > > >
> >
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/vJUKhA/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke