Menurut saya, free style ini lebih tepat kalau untuk 'hikmah' atau nasihat/perbuatan baik. Misalnya, tentang masalah akhlak ...
Kalau tentang aqidah dan syari'ah, mesti mengikuti kaidah menuntut ilmu dengan benar. Free style ini kalau untuk aqidah atau syari'ah cukup rawan, karena kita sepenuhnya mengandalkan kemampuan otak kita (meski dengan tujuan hanya ALlah dan Rasulnya).
Bagaimana memastikan bahwa apa yang kita pelajari bebas dari nafsu atau mengandalkan hanya ra'yu (rasio) saja?
Salam,
Hidayat
On 12/26/05, Ari Dino <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Seperti sudah saya sampaikan, kita umat ISlam ini masih terkungkung oleh cara pemikiran lama tentang metode balajar.
Dengan membebaskan pikiran kita dari pemikiran pemikiran (bahkan dari distorsi pemikiran) guru, ulama ulama, imam imam madzhab dan apapun pemikiran manusia setelah Rosul, dan membersihkannya sedemikian rupa sehingga otak kita sudah tidak lagi berwarna dan bersih dari bau mazhab apapun, maka kita bisa secara sadar memasuki tahapan belajar yang sesuai dengan koridor Alloh dan Rosul.
Dengan terbebasnya kita dari kungkungan pemikiran maupun distorsi pemikiran para pemikir pendahulu kita, otak dan hati kita tidak akan lagi alergi dengan perbedaan dan ketidak samaan ajaran yang kita peroleh, karena hati dan pikiran kita sudah kita siapkan untuk hanya menerima Ilmu Alloh dan Rosulnya.
Free dalam artian kita bisa mempelajari apapun, dimanapun, dan kapanpun, juga kepada siapapun sepanjang hanya Alloh dan Rosul yang menjadi tujuan akhir sehingga apappun, dimanapun, kapanpun, siapapun akan menjadi sesuatu yang dengan bebas kita dapatkan untuk menuju ilmu Alloh dan Rosul Nya.
Otak dan hati yang sudah free ini nantinya "purified" dan akan berisi ilmu yang tidak membedakan golongan dan mazhab, karena tujuan akhirnya hanya satu yaitu Alloh dan Rosul Nya.
Kalau coba coba.... Buat Alloh kok coba coba.....
Salam
Ari
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "keluarga-islam" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
