Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar," (QS 33:67-68).
Ketaatan para pendukung terhadap para pemimpin dan para pembesarnya semata-mata karena kultus individu atau taklid buta akan membawa malapetaka dalam kehidupan akhirat nanti yaitu penyesalan, dendam, dan kutukan. Taklid buta dan kultus individu yang merupakan karakter orang-orang kafir telah mengundang malapetaka dalam kehidupan manusia.
Itu adalah sunatullah yang berlaku sepanjang masa. (Pahala yang dijanjikan Allah itu) bukanlah menurut angan-angan yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak pula pelindung baginya selain Allah, (QS 4:123).
Taklid buta dan kultus individu yang bisa mendorong pemujaan terhadap imam/ guru/ wali adalah fenomena yang bisa terjadi kapan dan di mana saja. Kewajiban kita sebagai kaum muslimin, khususnya para dai dan ulama, adalah memberikan pendidikan dan pemahaman yang benar tentang Islam. Di antara pemahaman yang benar dan mendasar adalah:
Akal dan hati nurani merupakan anugerah dan amanat Allah yang wajib digunakan untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk mengabdi dan mengkultuskan pemimpin/ imam/ guru/ wali bahkan pembesar.
Setiap tindakan yang melanggar ajaran Allah dan dilakukan siapa pun adalah kesesatan dan kebodohan. Tiada kompromi antara kebenaran dan kesesatan. Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS 10:32).
Maka kebenaran adalah dari Alloh dan kesesatan adalah bersumber dari syetan... Naudzubillahhimindzalik...
Salam
Ari
At 01:43 PM 2/28/2006, you wrote:
mohon maaf, mau ikutan komentar.
biasanya yang sering melebih-lebihkan seperti ini adalah para muridnya sendiri,
yang terlalu 'kesengsem' dengan kharisma gurunya.
sedangkan kebanyakan para guru ini tidak ingin dan tidak bermaksud seperti itu,
kecuali memang yang bersangkutan ingin diagung-agungkan.
dan jika sudah seperti itu, untuk apa mengikuti guru yang seperti ini..? :p
apakah para wali songo (dan juga para wali-wali lain yang berada di luar lingkaran wali-9) juga ingin diagung-agungkan dan diistimewakan oleh para pengikutnya..?
kemungkinan besar tidak..
tetapi kenyataannya, para pengikutnya dari dulu sampai sekarang sangat mensakralkan para wali ini.
bahkan para pembuat cerita berusaha menampilkan para wali ini sedemikian sakti...
he-he-he...
so, kembali ke diri sendiri saja...
salam
:)
-----
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "keluarga-islam" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
