Assalamu 'alaikum wr wb
Segala amal berawal dari niat, namun tidaklah cukup hanya
bermodalkan niat saja dalam melakukan amal ibadah. Beramal perlulah
ilmu, untuk itulah ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting di
dalam Islam. Mempelajari tatacara beramal ibadah yang benar,
termasuk mengetahui dalil-dalil nash yang menjadi dasar dalam
melaksanakan Amal Ibadah tersebut, adalah hal yang seharusnya
dilakukan oleh setiap muslim.
Adanya ilmu yang mengiringi amal, membuat kita dapat beribadah dan
beramal dengan benar. Dan yakinlah bahwa Allah pun pasti akan
menerima amal ibadah kita, jika memang kita beramal dengan benar.
Allah dalam firmanNya:
"Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-
orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-
sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka
bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya". (Al-Kahfi: 103-104).
Di sini dapat kita lihat dimana orang yang beramal belum tentu
diterima amalannya jika tidak mempelajari tentang ilmunya.
Ilmu dan amal merupakan dua perkara yang beriringan dan tidak
berpisah. Amal adalah hasil daripada ilmu dan ilmu pun tidak akan
sempurna tanpa amal.
Berdasarkan Nash, maka dapat pahami bahwa ada dua syarat utama
diterimanya suatu amalan di sisi Allah, yaitu:
- Niat Ikhlas karena Allah semata, ini merupakan syarat bathin.
- Mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
(ittiba'urrasul shallallahu 'alaihi wasallam ), dan ini merupakan
syarat zhahir.
Kedua syarat ini tidak boleh diabaikan salah satunya, karena
barangsiapa melaksanakan suatu amalan dengan ikhlas, tapi
menyelisihi atau menyalahi ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam maka amalan itu tertolak atau sia-sia. Begitu pula
sebaliknya siapa saja yang beramal sesuai ajaran Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam tapi niatnya tidak ikhlas karena Allah
maka sia-sia pula amalan itu.
Contoh sederhana, jika kita melakukan sholat tidak seperti yang
dicontohkan Rasulullah, maka sholat kita tidak sah dan tidak akan
diterima oleh Allah SWT. Begitu pula jika kita sholat bukan karena
Allah, tapi karena ingin dipuji oleh orang lain tentulah shalat kita
pun tidak akan diteima oleh Allah swt.
Untuk lebih jelasnya marilah kita pahami uraian berikut ini:
1) Ikhlas
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan kita semua
tidaklah sia-sia, namun mempunyai tujuan yang amat agung yaitu
beribadah kepada Allah. FirmanNya:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembahKu".(Adz-Dzaariyaat: 56).
Dalam penciptaan alam semesta beserta isinya ini Allah tidak dibantu
dan tidak butuh bantuan dari siapapun, sehingga sudah pasti ibadah
itu harus dan wajib diperuntukkan bagi Allah saja dan tidak boleh
bagi yang lain, baik itu nabi-nabi yang Allah utus ataupun malaikat-
malaikat yang dekat dengan Allah. Dan lebih tidak boleh lagi kalau
ibadah itu ditujukan kepada wali-wali, kyai-kyai, batu, keris, dll.
Hal ini sesuai dengan firman Allah:
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan
lurus". (Al-Bayyinah: 5).
Maka sudah sewajarnya ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam ditanya tentang berperangnya seorang laki-laki dengan niat
untuk memperoleh pahala dari Allah dan juga agar dikenang oleh
manusia, beliau menjawab: dia tidak memperoleh apa-apa. Kemudian
Rasulullah ` ditanya sampai tiga kali dan tetap jawaban Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam seperti semula, lalu beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak menerima suatu amal kecuali
dari orang yang ikhlas dan hanya mengharap wajah-Nya". (Diriwayatkan
oleh Imam An-Nasa'i dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam
shahihnya nomor 56).
Maka sangat tepat perkataan ulama' bahwa ikhlas itu penunggalan niat
untuk mendekatkan diri kepada Allah 'Azza wa Jalla bersih dari
segala jenis kotoran syirik.
2) Ittiba'ur Rasul
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah penutup para nabi dan
rasul, dan beliau itu merupakan semulia-mulia manusia di muka bumi,
dan hal ini telah disaksikan oleh Allah dalam firmanNya :
"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur". (Al-
Qalam: 4).
Maka wajar jika Allah menjadikan keta'atan kepada Rasul itu bagian
dari kecintaan kepadaNya, firmanNya :
"Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya Allah akan mengasihimu". (Ali Imran: 31).
Kemudian Allah menegaskan perintah ta'at ini dengan firmanNya:
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang
dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah". (Al Hasyr: 7).
Demikian banyak ayat yang memerintahkan kita untuk ta'at kepada
Rasulullah dan senantiasa berpegang teguh terhadap ajaran beliau,
lebih-lebih beliau telah bersabda:
"Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada padanya
perintahnya dari kami maka amalan itu tertolak". (HR. Muslim).
Maka dari itu tidak ada alasan bagi kita untuk menyelisihi atau
menyimpang dari ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ,
baik dalam bentuk pengurangan, maupun dalam bentuk penambahan ibadah
yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam .
Berkata Sufyan Ats-Tsauri : "Tidak akan diterima suatu perkataan
kecuali dengan perbuatan, dan tidak akan tegak perkataan, perbuatan,
dan niat itu kecuali sesuai dengan petunjuk Rasulullah".
Pada akhirnya, marilah kita mohon kepada Allah agar dimasukkan dalam
golongan orang yang ikhlas dan senantiasa mengikuti ajaran
Rasulullah saw tanpa menambah atau mengu-ranginya, dan agar kita
ditetapkan dalam golongan ini sampai akhir hayat kita. Amin. (Imam)
Wassalam
Ref: Tazkiyatun Nufuus, Ahmad Farid.
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas
yang engkau mampu.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/