Nambahin dikit...
Dalam
sebuah riwayat di Zaman Rosululloh saw ...
Ada
seorang ibu yg mengadu pada Rosululloh saw,.." Yha Rasul, aku mengadukan tentang
keluhan seorang istri yg datang padaku, suami dia setiap hari, dari
pagi sampai malam selalu berada di Masjid berzikir , tidak peduli dng
kewajiban dia sebagai seorang suami yg harus menghidupi anak & istrinya
sehingga anak istrinya sering kelaparan...
Rasululloh saw bertanya " Siapakah yg memberi makan anak & istrinya
selama ini..??"...
"..Bibinya .." Jawab
seorang ibu yg mengadu itu.
"..Kalau begitu nanti yg akan masuk Surga adalah Bibinya, bukan suami
orang itu yg setiap saat berada di Masjid berzikir Tapi menelantarkan Istri
& anaknya.." Jawab Rosululloh saw.
Mungkin Sang Suami yg di adukan pada Rosululloh saw tsb, adalah
termasuk kelakuan-nya Orang Sufi yg Ghuluw dalam
Beribadah...
Kejarlah Akhiratmu tapi JANGAN LUPAKAN duniamu..( Hadist
)..
Salam
JIHAD
AL-Pacitan
Ini ada sedikit informasi mungkin berguna, membacanya mestinya pelan dan hati hati...(soalnya postingannya panjang),
Bashrah, sebuah kota di negeri Irak, merupakan tempat kelahiran pertama bagi Tasawuf dan Sufi. Yang mana (di masa tabi'in) sebagian dari ahli ibadah Bashrah mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud dan wara' terhadap dunia (dengan cara
yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam), hingga akhirnya mereka memilih untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuuf). Meski kelompok ini tidak mewajibkan tarekatnya dengan pakaian
semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan "Sufi", sebagai nisbat kepada Shuuf .
Oleh karena itu, lafazh Sufi ini bukanlah nisbat kepada Ahlush Shuffah yang ada di zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam, karena nisbat kepadanya dinamakan Shuffi, bukan pula nisbat kepada shaf terdepan di hadapan Allah
Ta'ala, karena nisbat kepadanya dinamakan Shaffi, bukan pula nisbat kepada makhluk pilihan Allah karena nisbat kepadanya adalah Shafawi dan bukan pula nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku Arab), walaupun secara lafazh
bisa dibenarkan, namun secara makna sangatlah lemah, karena antara suku tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama sekali.
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "keluarga-islam" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
