Assalamu 'alaikum Wr Wb
Saya memahami bahwa tasawuf adalah suatu istilah untuk mewakili
sebuah cabang ilmu dalam Islam yang dikhususkan dalam hal penyucian
hati, rohani serta pemurnian akhlak. Tentu hal ini adalah salah satu
cabang ilmu yang sangat perlu kita pelajari yang sebenarnya secara
mendasar sudah ada di dalam al-Qur`an dan as-Sunnah yang banyak
menyinggung masalah ihsan, tazkiyyah, zuhud dan sebagainyanya,
sebagaimana yang menjadi konsentrasi di dalam dunia tasawuf.
Tidak benar jika dikatakan bahwa Rasulullah hanya mengajarkan ilmu
syariat saja kepada para sahabat, yang berarti bahwa orang2 tasawuf
lebih hebat dan lebih sempurna keislamannya daripada para sahabat.
Tidak benar juga jika dikatakan bahwa Rasulullah hanya menyampaikan
yang zhahir saja kepada khalayak umum, sedangkan yang batin
diberitahukan hanya kepada orang2 tertentu saja. Bukankah ini
berarti bahwa Rasulullah telah berkhianat kepada sebagian yang lain?
Padahal Beliau telah meminta persaksian di hadapan segenap manusia
muslim tanpa kecuali yang berkumpul di bawah Jabal Ar-Rahmah pada
hari haji akbar. Kata beliau, "Sesungguhnya, kalian akan ditanya
tentang aku. Maka, apakah yang akan kalian katakan ?" Jawab
mereka : "Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah Rabb-
mu dan telah menunaikannya. Engkau telah menasehati umatmu dan
menunaikan kewajibanmu".
Lantas beliau bersabda seraya mengacungkan telunjuknya ke arah
langit dan menggerak-gerakkannya ke hadapan manusia : "Ya Allah,
saksikanlah. Ya Allah, saksikanlah". (Hadits Jabir bin Abdullah)
Nabi saw pun menegaskan mengenai tugas kerasulannya:
"Artinya : Sesungguhnya seorang nabi tidak mengenal main isyarat
(dengan mata)". (Hadits Shahih Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dari
Anas. lihat Shahih Al-Jami' II/303).
Hal ini menjelaskan agar kita tidak berburuk sangka kepada beliau
bahwa dalam agama Allah ada rahasia yang tidak banyak diketahui
manusia, dan hanya manusia tertentu saja yang mengetahuinya.
Sungguh, seorang Nabi tidak akan berlaku seperti itu.
Usaha pembersihan jiwa sebenarnya adalah suatu yang penting dalam
rangka memurnikan Tauhid. Sehingga ilmu tasawuf sangatlah
diperlukan. Namun yang menjadi masalah sekarang adalah banyak aliran
tasawuf yang justru sudah terkontaminasi oleh hal2 yang dapat
merusak tauhid. Tasawuf bukan lagi sekadar ilmu untuk membersihkan
jiwa. Baik dari sisi pemahaman maupun amalan, banyak hal yang tidak
lagi sesuai dengan al-Quran dan sunnah.
Adanya keyakinan di kalangan orang-orang sufi (seperti artikel yg
dikirim arif dhani) tentang masalah Aqthab, Autad, Abdal, Aghwats,
An-Najba yang mendefinisikan beberapa maqam para wali Allah, istilah
status, jabatan atau peringkat di kalangan sufi. Mereka meyakini
bahwa maqam tertinggi dari wali tersebut akan menyertai Murid-
muridnya ketika kelak menghadap ke Hadirat Allah SWT dan menjawab
pertanyaan-pertanyaan Allah SWT mewakili murid-muridnya, bahkan
dapat memasukkan murid2 mereka kedalam surga yang khusus.
Keyakinan seperti ini adalah termasuk kedalam faham wihdatul wujud
yang meyakini bahwa ruh Allah berdiam pada diri mereka sehingga
merekalah yang mengatur apa yang ada di alam semesta ini. Faham
seperti adalah faham yang sangat berbahaya yang dapat merusak
aqidah, sebagaimana dikatakan oleh Dr Qardhawi.
Itulah salah satu hal dalam tasawuf yang sangat perlu diberi
perhatian serta diperjelas karena melibatkan masalah aqidah.
Oleh karenanya, mari kita pelajari, fahami, serta amalkan sebanyak
mungkin ajaran al-Quran dan Sunnah sebagaimana pemahaman para ulama
salaf. Sesungguhnya kedua sumber tersebut adalah merupakan sumber
terbaik dalam mempelajari tasawuf, sehingga kita tidak perlu
mempelajari tasawuf dengan cara2 yang tidak pernah diajarkan oleh
Nabi saw, yang pada akhirnya dapat membawa kita kepada kesesatan.
Sebagaimana ditegaskan oleh orang2 sufi terdahulu agar jangan
sampai menyimpang dari garis syariat dan hukum-hukumnya. Seperti
yang dikatakan oleh Al-Junaid bin Muhammad -seorang tokoh sufi besar
yang dikutip oleh Ibnul Qayyim, "Semua jalan tertutup bagi
manusia, kecuali jalan yang dilalui Nabi saw."
Wallahu a'lam
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas
yang engkau mampu.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/