Ali bin Abi Talib
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: panduan arah, cari
Sayyidina Ali bin Abu Thalib karamallahu wajhah, suami Fatimah Az 
Zahra, menantu dan saudara sepupu nabi Muhammad SAW.

Dalam biography asing hubungan beliau kepada Nabi Muhammad SAW 
dilukiskan seperti St. John (Nabi Yahya) kepada Jesus (Nabi Isa). 
Dalam riwayat-riwayat Syi'ah dan sebagian riwayat Suni dilukiskan 
seperti Nabi Harun kepada Nabi Musa.

Bagi kaum Syiah beliau adalah Imam pertama dari 12 Imam dan Khalifah 
yang sah se-peninggal- Nabi Muhammad SAW.

Bagi kaum Suni beliau adalah Khalifah ke 4 dari 4 Khalifah yang 
dipastikan sah dan adil sepeninggal Rasulullah. Terlepas dari adanya 
riwayat tentang 12 Khalifah besar yang adil, 8 khalifah berikutnya 
tidak dapat dipastikan. Karena riwayat yang sangat kuat tentang 10 
sahabat yang di jamin Nabi SAW untuk masuk surga , hanya 4 khalifah 
pertama yang ada diantaranya.

Bagi kaum Sufi beliau adalah Imam dalam ilmu hikmah (divine wisdom) 
dan futuwwah (spiritual warriorship). Dari beliau bermunculan cabang-
cabang tarekat (thoriqoh) atau spiritual-brotherhood dalam istilah 
Inggrisnya.

Dari sudut manapun kita memandang, beliau memang punya banyak 
kelebihan, akan tampak bahkan bagi kaum yang membenci beliau 
sekalipun seperti kaum Khawarij dan Bani Umayyah.

Ketinggian derajat beliau di sisi Nabi Muhammad SAW, kedekatan 
hubungan kekerabatan karena darah (sesama Bani Hasyim) dan 
pernikahan dengan Fatimah putri Nabi SAW seakan-akan menjadi paradox 
atau teka -teki pandora yang harus dipecahkan bila dibandingkan 
dengan riwayat hidup beliau yang lebih banyak kesusahan dan 
penderitaan.

Karena kesulitan dalam memecahkan paradox di atas membuat banyaknya 
penafsiran yang berbeda tentang sejarah beliau, sejarah keluarga dan 
keturunan beliau dan berdampak pada sejarah Islam keseluruhan baik 
masalah politik (ke-khalifah-an) sampai berkembangnya madzhab-
madzhab baru dengan dogma-dogma yang berbau peng-kultus-an.

Biografi yang akan kami susun perlahan-lahan ini mudah-mudahan akan 
mengungkap misteri kehidupan beliau, keluarga beliau dan sejarah 
umat Islam tanpa memihak kepada salah satu madzhab atau kelompok 
tertentu dalam umat Islam.

Beliau bernama asli Haydar putra Abu Thalib paman Nabi Muhammad SAW. 
Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalib untuk 
mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani 
diantara kalangan Quraisy Mekah. Usia beliau terhadap Nabi Muhammad 
masih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat menyebut berbeda 
25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan 32 
tahun.

Setelah mengetahui sepupu yang baru lahir diberi nama Haydar, Nabi 
SAW terkesan tidak suka, karena itu mulai memanggil dengan 'Ali' 
yang berarti 'Tinggi'(derajat di sisi Allah). Disini ada hikmah 
sangat baik bagi siapa yang mau menggunakan hati nurani yang paling 
dalam di samping akal sehat, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang 
yang sangat halus, menyukai ke-indah-an dan tidak suka ke-keras-an. 
Karena sudah tentu 'Singa' berkonotasi ganas dan menyeramkan.

Kelahiran Ali putra Abu Thalib banyak memberi hiburan bagi Nabi SAW 
karena beliau tidak punya anak laki-laki. Uzur dan faqir nya 
keluarga Abu Thalib memberi kesempatan bagi Nabi SAW bersama istri 
beliau Khadijah untuk mengasuh Aliy dan menjadikannya putra angkat. 
Hal ini sekaligus untuk membalas jasa kepada Abu Thalib yang telah 
mengasuh Nabi sejak beliau kecil hingga dewasa.

Disini kembali kita melihat hikmah yang sangat mulia diajarkan oleh 
Nabi kepada umatnya untuk tidak pernah lupa membalas jasa kepada 
siapa yang pernah berbuat baik kepada kita.

Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, riwayat-riwayat lama 
seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Aliy adalah lelaki pertama yang 
mempercayai wahyu tesebut atau orang ke 2 yang percaya setelah 
Khadijah istri Nabi sendiri. Pada titik ini Ali berusia sekitar 10 
tahun.

Pada usia remaja setelah wahyu turun, Ali banyak belajar langsung 
dari Nabi SAW karena sebagai anak asuh, berkesempatan selalu dekat 
dengan Nabi hal ini berkelanjutan hingga beliau menjadi menantu 
Nabi. Hal inilah yang menjadi bukti bagi sebagian kaum Sufi bahwa 
ada pelajaran-pelajaran tertentu masalah ruhani (spirituality dalam 
bahasa Inggris atau kaum Salaf lebih suka menyebut istilah 'Ihsan') 
atau yang kemudian dikenal dengan istilah Tasawuf yang diajarkan 
Nabi khusus kepada beliau tapi tidak kepada Murid-murid atau Sahabat-
sahabat yang lain.

Karena bila ilmu Syari'ah atau hukum-hukum agama Islam baik yang 
mengatur ibadah maupun kemasyarakatan semua yang diterima Nabi harus 
disampaikan dan diajarkan kepada umatnya, sementara masalah ruhani 
hanya bisa diberikan kepada orang-orang tertentu dengan kapasitas 
masing-masing.

Didikan langsung dari Nabi kepada Ali dalam semua aspek ilmu Islam 
baik aspek zhahir (exterior)atau syariah dan bathin (interior) atau 
tasawuf menggembleng Ali menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, 
berani dan bijak.

Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui orang-orang 
Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur menampakkan 
kesan Nabi yang tidur sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka 
mengetahui Ali yang tidur, sudah tertinggal satu malam perjalanan 
oleh Nabi yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abubakar 
Siddiq.

Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah Ali dinikahkan Nabi 
dengan putri kesayangannya Fatimah yang banyak dinanti para pemuda. 
Nabi menimbang Ali yang paling tepat dalam banyak hal seperti Nasab 
keluarga yang se-rumpun (Bani Hasyim), yang paling dulu mempercayai 
ke-nabi-an Muhammad (setelah Khadijah), yang selalu belajar di bawah 
Nabi dan banyak hal lain.

Beberapa saat setelah menikah, pecahlah perang Badar, perang pertama 
dalam sejarah Islam. Di sini Ali betul-betul menjadi pahlawan 
disamping Hamzah paman Nabi. Banyaknya Quraisy mekah yang tewas di 
tangan Ali masih dalam perselisihan, tapi semua sepakat beliau 
menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 
25 tahun.

Hampir semua peperangan beliau ikuti kecuali perang Tabuk karena 
mewakili nabi Muhammad untuk menjaga kota Madinah.

Sampai disini hampir semua sepakat tentang riwayat Ali bin Abi 
Thalib, perbedaan pendapat mulai tampak ketika Nabi Muhammad wafat. 
Kaum Syi'ah berpendapat sudah ada wasiat (berdasar riwayat ghadir 
khum) bahwa Ali harus menjadi Khalifah bila Nabi SAW wafat. Tetapi 
kaum Suni berbeda pendapat.

Terlepas dari siapa benar dan salah hendaklah diambil hikmah yang 
sangat mulia bahwa, sedemikian hebat se orang Ali bin Abi Thalib toh 
tidak menuntut ke-khalifah-an kepada yang terpilih (Abubakar Siddiq) 
walaupun beberapa riwayat mengatakan beliau mem-baiat Abubakar 
terlambat, bahkan ada riwayat mengatakan hingga beberapa (6) bulan 
beliau menyendiri baru membaiat dan mendukung pemerintahan Abubakar.

Tidak ada satu naskah pun yang meriwayatkan Ali menuntut ke-khalifah-
an terlepas dari haq beliau atau kedekatannya dengan Nabi Muhammad 
SAW, memberikan kita hikmah yang sangat mulia yaitu rendah-hati, 
tidak menyombongkan diri karena ilmu dan keturunan dan selalu 
mendahulukan kepentingan umat. Terlebih Abubakar selain orang yang 
juga sangat dekat dengan Nabi SAW, beliau ber usia jauh di atas 
Aliy, sekitar 25 tahun. Mengajari kita adab yang sangat baik yaitu 
menghormati dan mendahulukan orang yang lebih tua selama orang itu 
dikenal kebaikannya, kejujurannya dan ketaqwaannya. Adab yang sangat 
baik yang menjadi bagian dari hikmah yang sangat mulia merupakan 
buah pengajaran dan pendidikan Nabi puluhan tahun kepada beliau.

Sebagai Khalifah ke-4 yang memerintah selama sekitar 5 tahun. Masa 
pemerintahannya mewarisi kekacauan yang terjadi saat masa pemerintah 
Khalifah sebelumnya. Untuk pertama kalinya perang saudara antara 
umat Muslim terjadi saat masa pemerintahannya, Perang Unta. 20000 
pasukan pimpinan Sayyidina Ali melawan 30000 pasukan pimpinan Zubair 
bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Ummul mu'minin Aisyah, janda 
Rasulullah. Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Sayyidina Ali.

Peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan yang menurut berbagai 
kalangan waktu itu kurang dapat diselesaikan karena fitnah yang 
sudah terlanjur meluas dan sudah diisyaratkan (akan terjadi) oleh 
Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup, dan diperparah oleh 
hasutan-hasutan para pembangkang yang ada sejak zaman Utsman bin 
Affan, menyebabkan perpecahan di kalangan kaum muslim sehingga 
menyebabkan perang tersebut. Tidak hanya selesai di situ, konflik 
berkepanjangan terjadi hingga akhir pemerintahannya. Perang Shiffin 
yang melemahkan kekhalifannya juga berawal dari masalah tersebut.

Sayyidina Ali bin Abu Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan 
dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam 
administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan 
pemerintahan sebelumya. Beliau meninggal di usia 63 tahun karena 
pembunuhan oleh Abdullah bin Muljam, seseorang yang berasal dari 
golongan khawarij (pembangkang) saat shalat subuh di masjid Kufa.

Sayyidina Ali adalah inspirasi bagi para ahli ilmu dan hikmah, 
contoh tauladan dalam ketabahan bagi siapa saja yang mengaku diri 
orang-orang sabar, model dalam kepahlawanan bagi para ahli futuwwah 
(spiritual warrior).

Bagi kaum Syiah beliau di doa kan Alayhi Salam (AS) atau semoga 
Allah melimpahkan ke-selamat-an dan ke-sejahteran, bagi kaum Sunni 
beliau di doa kan Radhiyallohu Anhu (RA) atau semoga Allah 
melimpahkan Ridho (ke-suka-an) nya.

Sedang bagi kaum Sufi beliau di do'a kan Karromallohu Wajhah (KW) 
atau semoga Allah me-mulia-kan wajahnya. Doa kaum Sufi ini sangat 
unik, berdasar riwayat bahwa beliau tidak suka menggunakan wajahnya 
untuk melihat hal-hal buruk bahkan yang kurang sopan sekalipun.

Dibuktikan dalam sebagian riwayat bahwa beliau tidak suka memandang 
ke bawah bila sedang berhubungan intim dengan istri.

Sedangkan riwayat-riwayat lain menyebutkan dalam banyak pertempuran 
(duel-tanding), bila pakaian musuh terbuka bagian bawah terkena 
sobekan pedang beliau, maka Ali enggan meneruskan duel hingga 
musuhnya lebih dulu memperbaiki pakaiannya.

Dari mana pun kita memandang memang beliau pemimpin besar yang 
karisma dan pengaruhnya terhadap umat Islam melampaui batas-batas 
madzhab yang ada sekarang. Beliau dimiliki oleh umat Islam dari 
semua madzhab dan dari semua negara.







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya 
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke