Dari milis tetangga, mungkin bisa didiskusikan buat Bapak2 yg ilmunya 
dilebihkan,  saya mengirimkan ini dlm rangka mencari ilmu dan sharing dari 
Bapak2/ Ibu yg lebih paham mengenai ini . Kebenaran hanya milik Allah SWT.

Hadits Palsu Seputar Amalan Bulan Rajab 
Senin, 22 Agustus 2005 - 23:54:44 :: kategori Fiqh 
Penulis: Al Ustadz Abu Al Mundzir Dzul Akmal As Salafiy. 

.: :. 

1. حديث : رجب شهر الله, وشعبان شهري, ورمضان شهر أمتى. فمن صام من رجب يومين. فله 
من الأجر ضعفان, ووزن كل ضعف مثل جبال الدنيا, ثم ذكر أجر من صام أربعة أيام, ومن 
صام ستة أيام, ثم سبعة أيام ثم ثمانية أيام, ثم هكذا: إلى خمسة عشر يوما منه. 

Artinya : “Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullah Shollallahu 
`alaihi wa Sallam), sedangkan Ramadhan bulan ummat Saya. Barang siapa berpuasa 
di bulan Rajab dua hari, baginya pahala dua kali lipat, timbangan setiap 
lipatan itu sama dengan gunung gunung yang ada di dunia, kemudian disebutkan 
pahala bagi orang yang berpuasa empat hari, enam hari, tujuah hari, delapan 
hari, dan seterusnya, sampai disebutkan ganjaran bagi orang berpuasa lima belas 
hari. 

Hadits ini “Maudhu`” (Palsu). Dalam sanad hadits ini ada yang bernama Abu Bakar 
bin Al Hasan An Naqqaasy, dia perawi yang dituduh pendusta, Al Kasaaiy- rawi 
yang tidak dikenal (Majhul). Hadits ini juga diriwayatkan oleh pengarang 
Allaalaiy dari jalan Abi Sa`id Al Khudriy dengan sanad yang sama, juga Ibnu Al 
Jauziy nukilan dari kitab Allaalaiy. 

1. حديث : من صام ثلاثة أيام من رجب, كتب له صيام شهر, من صام سبعة أيام من رجب, 
أغلق الله عنه سبعة أبواب من النار, ومن صام ثمانية أيام من رجب, فتح الله له 
ثمانية أبواب من الجنة, ومن صام نصف رجب حاسبه الله حسابا يسيرا. 
Artinya : “Barang siapa berpuasa tiga hari di bulan Rajab, sama nilainya dia 
berpuasa sebulan penuh, barang siapa berpuasa tujuh hari Allah Subhana wa 
Ta`ala akan menutupkan baginya tujuh pintu neraka, barang siapa berpuasa 
delapan hari di bulan Rajab Allah Ta`ala akan membukakan baginya delapan pintu 
sorga, siapapun yang berpuasa setengah dari bulan Rajab itu Allah akan 
menghisabnya dengan hisab yang mudah sekali.” 

Diterangkan di dalam kitab Allaalaiy setelah pengarangnya meriwayatkannya dari 
Abaan kemudian dari Anas secara Marfu` : Hadits ini tidak Shohih, sebab Abaan 
adalah perawi yang ditinggalkan, sedangkan `Amru bin Al Azhar pemalsu hadits, 
kemudian dia jelaskan : Dikeluarkan juga oleh Abu As Syaikh dari jalan Ibnu 
`Ulwaan dari Abaan, adapun Ibnu `Ulwaan pemalsu hadits. 

2. حديث : إن شهر رجب شهر عطيم. من صام منه يوما كتب له صوم ألف سنة – إلخ. 
Artinya : “Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang mulia. Barang siapa 
berpuasa satu hari di bulan tersebut berarti sama nilainya dia berpuasa seribu 
tahun-dan seterusnya. 

Diriwayatkan oleh Ibnu Syaahin dari `Ali secara Marfu`. Dan dijelaskan dalam 
kitab Allaalaiy : Hadits ini tidak Shohih, sedangkan Haruun bin `Antarah selalu 
meriwayatkan hadits-hadits yang munkar. 

3. حديث : من صام يوما من رجب, عدل صيام شهر-إلخ 
Artinya : “Barang siapa yang berpuasa di bulan Rajab satu hari sama nilainya 
dia berpuasa sebulan penuh dan seterusnya”. 

Diriwayatkan oleh Al Khathiib dari jalan Abi Dzarr Marfu`. Di sanadnya ada 
perawi : Al Furaat bin As Saaib, dia ini perawi yang ditinggalkan. 

Berkata Al Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya “Al Amaaliy” : sepakat diriwayatkan 
hadist ini dari jalan Al Furaat bin As Saaib- dia ini lemah- Rusydiin bin 
Sa`ad, dan Al Hakim bin Marwaan, kedua perawi ini lemah juga. 

Sesungguhnya Al Baihaqiy juga meriwayatkan hadits ini di kitabnya : “Syu`abul 
Iman” dari hadits Anas, yang artinya : “Siapapun yang berpuasa satu hari di 
bulan Rajab sama nilainya dia berpuasa satu tahun.” Di menyebutkan hadits yang 
sangat panjang, akan tetapi di sanad hadits ini juga ada perawi ; `Abdul 
Ghafuur Abu As Shobaah Al Anshoriy, dia ini perawi yang ditinggalkan. Berkata 
Ibnu Hibbaan : “Dia ini termasuk orang orang yang memalsukan hadits”. 

4. حديث : من أحيا ليلة من رجب, وصام يوما. أطعمه الله من ثمار الجنة – إلخ. 
Artinya : “Barang siapa yang menghidupkan satu malam bulan Rajab dan berpuasa 
di siang harinya, Allah Ta`ala akan memberinya makanan dari buah buahan sorga- 
dan seterusnya.” 

Diriwayatkan dalam kitab Allaalaiy dari jalan Al Husain bin `Ali Marfu`: 
Berkata pengarang kitab : Hadits ini Maudhu` (palsu). 

5. ديث : أكثروا من الاستغفار فى شهر رجب. فإن لله فى كل ساعة منه عتقاء من النار, 
وإن لله لا يدخلها إلا من صام رجب. 
Artinya : “Perbanyaklah Istighfar di bulan Rajab. Sesungguhnya Allah Ta`ala 
membebaskan hamba hambanya setiap sa`at di bulan itu, dan Sesungguhnya Allah 
Ta`ala mempunyai kota kota di Jannah-Nya yang tidak akan dimasuki kecuali oleh 
orang yang berpuasa di bulan itu. 

Dikatakan dalam “Adz dzail” : Dalam sanadnya ada rawi namanya Al Ashbagh : 
Tidak bisa dipercaya. 

6. حديث : فى رجب يوم وليلة, من صام ذلك اليوم, وقام تلك الليلة. كان له من الأجر 
كمن صام مائة-إلخ. 
Artinya : “Di bulan Rajab ada satu hari dan satu malam, siapapun yang berpuasa 
di hari itu, dan mendirikan malamnya. Maka sama nilainya dengan orang yang 
berpuasa seratus tahun dan seterusnya. 

Dikatakatan dalam “Adz dzail” : Di dalam sanadnya ada nama rawi Hayyaj, dia 
adalah rawi yang ditinggalkan. 

Dan demikian disebutkan tentang : “Berpuasa satu hari atau dua hari di bulan 
itu.” 

Disebutkan juga dalam “Adz dzail : Sanad hadits ini penuh dengan kegelapan 
sebahagian atas sebahagian lainnya, di dalam sanadnya ada perawi perawi yang 
pendusta : Dan demikian diriwayatkan : “Bahwa Nabi Shollallahu `alaihi wa 
Sallam berkhutbah pada hari jum`at sepekan sebelum bulan Rajab. Rasulullah 
Shollallahu `alaihi wa Sallam berkata : “Hai sekalian manusia! Sesungguhnya 
akan datang kepada kalian satu bulan yang mulia. Rajab bulan adalah bulan Allah 
yang Mulian, dilipat gandakan kebaikan di dalamnya, do`a do`a dikabulkan, 
kesusahan kesusahan akan di hilangkan.” Ini adalah Hadist yang Munkar. 

Dan dalam hadits yang lain : “Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, 
dan mendirikan satu malam dari malam malamnya, maka Allah Tabaraka wa Ta`ala 
akan membangkitkannya dalam keadaan aman nanti di hari Kiamat- dan seterusnya.” 

Di dalam sanad hadits ini : Kadzaabun (para perawi pendusta). 

Demikian juga hadits : “Barang siapa yang menghidupkan satu malam di bulan 
Rajab, dan berpuasa di siang harinya: Allah akan memberikan makanan buatnya 
buah buahan dari Sorga- dan seterusnya.” 

Didalam sanadnya : Para perawi pembohong/pemalsu hadits. 

Demikian juga hadits : “Rajab bulan Allah yang Mulia, dimana Allah 
mengkhususkan bulan itu buat diri-Nya. Maka barang siapa yang berpuasa satu 
hari di bulan itu dengan penuh keimanan dan mengharapkan Ridho Allah, dia akan 
dimasukan ke dalam Jannah Allah Ta`ala- dan seterusnya.” 

Didalam sanadnya : Para perawi yang ditinggalkan. 

Demikian juga hadits : “Rajab bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullahu 
Shollallahu `alaihi wa Sallam, Ramadhan bulan ummat Saya.” Demikian juga hadits 
: “Keutamaan bulan Rajab di atas bulan bulan lainnya ialah : seperti keutamaan 
Al Quran atas seluruh perkataan perkataan lainnya- dan seterusnya.” 
Berkata Al Imam Ibnu Hajar : Hadits ini Palsu. 
Berkata `Ali bin Ibraahim Al `Atthor dalam satu risalahnya : “Sesungguhnya apa 
apa yang diriwayatkan tentang keutamaan tentang puasa di bulan Rajab, 
seluruhnya Palsu dan Lemah yang tidak ada ashol sama sekali. Berkata dia : 
“`Abdullah Al Anshoriy tidak pernah puasa di bulan Rajab, dan dia melarangnya, 
kemudian berkata : “Tidak ada yang shohih dari Nabi Muhammad Shollallahu 
`alaihi wa Sallam satupun hadist mengenai keutamaan bulan Rajab.” Kemudian dia 
berkata : Dan demikian juga : “Tentang amalan amalan yang dikerjakan pada bulan 
ini : Seperti mengeluarkan Zakat di dalam bulan Rajab tidak di bulan lainnya.” 
Ini tidak ada ashol sama sekali. 

Dan demikian juga, “Dimana penduduk Makkah memperbanyak `Umrah di bulan ini 
tidak seperti bulan lainnya.” Ini tidak ada asal sama sekali sepanjang 
pengetahuan saya. Dia berkata : “Diantara yang diada-adakan oleh orang yang 
`awwam ialah : “Berpuasa di awal kamis di bulan Rajab,” yang keseluruhannya ini 
adalah : Bid`ah. 

Dan diantara yang mereka ada adakan juga di bulan Rajab dan Sya`ban ialah : 
“Mereka memperbanyak ketaatan kepada Allah melebihi dari bulan bulan lainnya.” 

Adapun yang diriwayatkan tentang : “Bahwa Allah Ta`ala memerintahkan Nabi Nuh 
`Alaihi wa Sallam untuk membuat kapalnya di bulan Rajab ini, serta 
diperintahkan kamu Mu`minin yang bersama dia untuk berpuasa di bulan ini.” Ini 
Hadits Maudhu` (Palsu). 

Diantara bid`ah-bid`ah yang menyebar di bulan ini adalah : 
1. Sholat Ar Raghaaib. 
Sholat Ar Raghaaib ini diamalkan di setiap awal Jum`at di bulan Rajab. 

Ketahuilah semoga Allah Tabaraka wa Ta`ala merahmatimu- bahwa mengagungkan hari 
ini, malam ini sesungguhnya diadakan ke dalam Din Islam ini setelah abad 
keempat Hijriyah. (Lihat literatur berikut ini tentang bid`ahnya sholat Raghaib 
: 
1. “Iqtida` As Shiratul Mustaqim” : hal.283. Dan “Tulisan Ilmiyah diantara dua 
orang Imam ; Al `Izz bin `Abdus Salam dan Ibnu As Sholah sekitar Sholat 
Raghaaib.” 
2. “Al Ba`itsu `Ala Inkari Al Bida` wa Al Hawaadist” : hal. 39 dan seterusnya. 
3. “Al Madkhal” oleh Ibnu Al Haaj : 1/293. 
4. “As Sunan wal Mubtadi`aat” : hal. 140. 
5. “Tabyiinul `Ujab bima warada fi Fadhli Rajab” : hal. 47. 
6. “Fataawa An Nawawiy” : hal. 26. 
7. “Majmu` Al Fataawa oleh Ibnu Taimiyah” : 2/2. 
8. “Al Maudhuu`aat” : 2/124. 
9. “Allaalaaiy Al mashnu`ah” : 2/57. 
10. “Tanzihus Syari`ah” : 2/92. 
11. “Al Mughni `anil Hifdzi wal Kitab” : hall. 297- serta bantahannya : 
Jannatul Murtaab. 
12. “Safarus Sa`adah” : hal. 150. 

Sepakat `Ulama tentang hadits-hadits yang diriwayatkan mengenai keutamaan bulan 
Rajab adalah palsu, sesungguhnya telah diterangkan oleh sekelompok Al 
Muhaditsin tentang palsunya hadits sholat Ar Raghaaib diantara mereka ialah : 
Al Haafidz Ibnu hajar, Adz Dzahabiy, Al `Iraaqiy, Ibnu Al Jauziy, Ibnu 
Taimiyah, An Nawawiy dan As Sayuthiy dan selain dari mereka. Kandungan dari 
hadits-hadits yang palsu itu ialraah mengenai keutamaan berpuasa pada hari itu, 
mendirikan malamnya, dinamakan “shalat Ar Raghaaib,” para ahli Tahqiiq 
dikalangan ahli ilmu telah melarang mengkhususkan hari tersebut untuk berpuasa, 
atau mendirikan malamnya melaksanakan sholat dengan cara yang bid`ah ini, 
demikian juga pengagungan hari tersebut dengan cara membuat makanan makanan 
yang enak-enak, mengishtiharkan bentuk bentuk yang indah indah dan selain yang 
demikian, dengan tujuan bahwa hari ini lebih utama dari hari hari yang lainnya. 

2. Sholat Ummu Daawud di pertengahan bulan Rajab. 

Demikian juga hari terakhir dipertengahan bulan Rajab, dilaksanakan sholat yang 
dinamakan sholat “Ummu Daawud” ini juga tidak ada asholnya sama sekali. 
“Iqtidaus Shiraatul Mustaqim” : hal. 293. 

Berkata Al Imam Al Hafidz Abu Al Khatthaab : “Adapun sholat Ar Raghaaib, yang 
dituduh sebagai pemalsu hadits ini ialah : `Ali bin `Abdullah bin jahdham, dia 
memalsukan hadits ini dengan menampilkan rawi rawi yang tidak dikenal, tidak 
terdapat diseluruh kitab.” Pembahasan Abu Al Khatthaab ini terdapat dalam : 
“Al Baa`its `Ala Inkaril Bida` wal Ahadist” : hal. 40. 
Abul Hasan : `Ali bin `Abdullah bin Al Hasan bin Jahdham, As Shufiy, pengarang 
kitab : “Bahjatul Asraar fit Tashauf”. 
Berkata Abul Fadhal bin Khairuun : Dia pendusta. 
Berkata selainnya : Dia dituduh sebagai pemalsu hadits sholat Ar Raghaaib. 

Lihat terjemahannya dalam : “Al `Ibir fi Khabar min Ghubar.” : (3/116), “Al 
Mizan” : (3/142), “Al Lisaan” : (4/238), “Maraatul Jinaan” (3/28), “Al 
Muntadzim” : (8/14), “Al `Aqduts Tsamiin” : (6/179). 

Asal daripada sholat ini sebagaimana diceritakan oleh : At Thurthuusyiy dalam 
“kitabnya” : “Telah mengkhabarkan kepada saya Abu Muhammad Al Maqdisiy, berkata 
Abu Syaamah dalam “Al Baa`its” : hal. 33 : “Saya berkata : Abu Muhammad ini 
perkiraan saya adalah `Abdul `Aziz bin Ahmad bin `Abdu `Umar bin Ibraahim Al 
Maqdisiy, telah meriwayatkan darinya Makkiy bin `Abdus Salam Ar Rumailiy As 
Syahiid, disifatkan dia sebagai As Syaikh yang dipercaya, Allahu A`lam.” 
Berkata dia: tidak pernah sama sekali dikalangan kami di Baitul Maqdis ini 
diamalkan sholat Ar Raghaaib, yaitu sholat yang dilaksanakan di bulan Rajab dan 
Sya`ban. Inilah bid`ah yang pertama kali muncul di sisi kami pada tahun 448 H, 
dimana ketika itu datang ke tempat kami di Baitil Maqdis seorang laki laki dari 
Naabilis dikenal dengan nama Ibnu Abil Hamraa`, suaranya sangat bagus sekali 
dalam membaca Al Quran, pada malam pertengahan (malam keenam belas) di bulan 
Sya`ban dia mendirikan sholat di Al Masjidil Aqsha dan sholat di belakangnya 
satu orang, lalu bergabung dengan orang ketiga dan keempat, tidaklah dia 
menamatkan bacaan Al Quran kecuali telah sholat bersamanya jama`ah yang banyak 
sekali, kemudian pada tahun selanjutnya, banyak sekali manusia sholat 
bersamanya, setelah itu menyebarlah di sekitar Al Masjidil Aqsha sholat 
tersebut, terus menyebar dan masuk ke rumah rumah manusia lainnya, kemudian 
tetaplah pada zaman itu diamalkan sholat tersebut yang seolah olah sudah 
menjadi satu sunnah di kalangan masyarakat sampai pada hari kita ini. Dikatakan 
kepada laki laki yang pertama kali mengada-adakan sholat itu setelah dia 
meninggalkannya, sesungguhnya kami melihat kamu mendirikan sholat ini dengan 
jama`ah. Dia menjawab dengan mudah : “Saya akan minta ampun kepada Allah 
Ta`ala.” 

Kemudian berkata Abu Syaamah : “Adapun sholat Rajab, tidak muncul di sisi kami 
di Baitul Maqdis kecuali setelah tahun 480 H, kami tidak pernah melihat dan 
mendengarnya sebelum ini.” (Al Baa`itsu : hal. 32-33). 

Fatwa Ibnu As Sholaah tentang sholat Ar Raghaaib, Malam Nishfu Sya`ban 

3. Sholat Al Alfiah. 
Sesungguhnya As Syaikh Taqiyuddin Ibnu As Sholaah rahimahullah Ta`ala pernah 
dimintai fatwa tentang hal ini, lalu beliau menjawab : 
“Adapun tentang sholat yang dikenal dengan sholat Ar Raghaaib adalah bid`ah, 
hadits yang diriwayatkan tentangnya adalah palsu, dan tidaklah sholat ini 
dikenal kecuali setelah tahun 400 H, tidak ada keutamaan malamnya dari malam 
malam yang lainnya. Lihat Hadist hadist ini dalam kitab yang disebutkan di atas 
hal. 100-101, dan hal. 439-440. 

Diterjemahkan dari kitab Al Fawaaid Al Majmu`ah, Al Ahadiits Al Maudhu`ah, 
karya Syaikhul Islam Muhammad Bin `Ali As Syaukaniy (Wafat : 1250 H) 


(Dikutip dari website 
http://thullabul-ilmiy.or.id/modules/news/artikel.php?storyid=3, judul asli 
“Hadist-Hadist Palsu Mengenai Keutamaan Bulan Rajab.”, diterjemahkan oleh Al 
Ustadz Abu Al Mundzir As Salafiy.) 


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
dodi indraswanto
Sent: Monday, July 24, 2006 9:31 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [keluarga-islam] Bulan Rojab, bulan yang mulia, bulannya ALLOH SWT

Ass.Wr.Wb.
Sekedar pengingat (Tanbih)...

Bulan Rojab, bulan yang mulia, bulannya ALLOH SWT.

Sebuah hadits menyebutkan, Nabi SAW bersabda : “
Rojabu Syahrulloh “, bulan Rojab itu bulannya Alloh.

Sebentar lagi, akan kita masuki bulan Rojab ini.
Jika kanjeng Nabi Muhammad SAW sampai dawuh, bahwa
bulan Rojab itu bulannya Alloh, maka pasti ada rahasia
yang besar terhadap hal ini.

Salah satunya adalah Kanjeng Nabi SAW di Isro’ Mi’roj
kan oleh Alloh di Bulan ini.
Nabi Muhammad SAW yang selama 12 tahun menjadi Nabi,
beliau hanya menerima informasi – informasi atau NABA’
saja.
Beliau terima naba’ bahwa dahulu ada nabi penghulu
manusia sekarang bernama Adam, ada nabi pemimpin
manusia bernama Ibrahim, Nabi Yusuf, Nabi Musa, dan
sebagainya, namun beliau belum pernah bertemu nabi –
nabi yang diinformasikan tersebut.

Juga beliau menerima informasi tentang surga itu ada,
juga ada neraka, dan beliau belum membuktikan hal itu.

Maka untuk membuktikan apa yang diinformasikan
tersebut, nabi Muhammad SAW di mi’rojkan oleh Alloh
SWT.
Pelaksanaannya , dipilih di bulan ROJAB.

Mengapa bulan Rojab ?
Salah satunya, Rojab itu adalah bulan yang ke 7, dan
nabi Muhammad SAW mi’roj itu juga naik ke langit 7,
manusia itu juga diciptakan prosesnya melalui 7
tingkat.

Bulan Rojab itu juga, salah satu dan awal dari sebuah
do’a yang diajarkan oleh Rosululloh SAW :

“Allohumma Baarik lanaa fii Rojabbin wa Sya’baana
waballighnaa Romadloona , 
Yaa Alloh, berilah berkah untuk kami di bulan Rojab
dan di bulan Sya’ban dan sampaikanlah usiaku sampai
bulan Romadlon “

Begitu mulianya, 3 bulan ini, sehingga dirangkaikan
dalam sebuah do’a yang diajarkan oleh Rosululloh SAW.
Yang sering kita dengar, adalah kemuliaan bulan
Romadlon, yaitu akan turunnya Al Qur’an dan sebuah
malam yang nilainya melebihi 1000 bulan, yaitu
Lailatul Qodar.
Kita semua pasti menginginkan mendapatkan hal itu.
Akan dapatkah kita memperolehnya ?
Insya Alloh, jika kita ingin memperolehnya, harus kita
siapkan mulai dari bulan Rojab ini.
Kita diajarkan oleh Al Qur’an, surat Asr ayat pertama
“ Wal Asri ….Ingatlah waktu “
Jika ingin memperoleh kemuliaan di bulan Romadlon,
diawali dengan mengingat bulan Rojab, untuk
meningkatkan amal kita dari bulan-bulan sebelumnya.
Demikianlah Rosululloh menuntun kita dengan do’a tadi.
Banyak amalan sunnah lainnya yang baik dilakukan
dibulan Rojab ini, diantaranya adalah :

1.      Mandi di awal bulan Rojab
2.      Memperbanyak Do’a yang sudah disebut diatas
3.      Memperbanyak bersholawat
4.      Memperbanyak bertasbih
5.      Berpuasa sunnah 
6.      Memperbanyak sholat sunnah malam

Demikian sedikit pengingat bagi kita yang suka untuk
mengamalkan amalan sunnah, khususnya terkait dengan
akan datangnya Bulan ROJAB

Adakah bulan Rojab bermakna bagi bangsa Indonesia ?

Bagi kita, bangsa Indonesia ini, ada peristiwa hebat
di bulan ROJAB sampai ROMADLON.

Tanggal 12 Rojab bertepatan saat itu dengan hari
Jum’at Kliwon, terjadilah penyusunan Konstitusi, yang
disebut PIAGAM JAKARTA, yang akan menjadi cikal bakal
Pembukaan pada UUD 1945.

Dan dibulan ROMADLON tanggal 9, terjadilah PROKLAMASI
KEMERDEKAAN INDONESIA ( bukan Republik Indonesia
lho…karena tanggal itu, bertepatan 17 Agustus 1945,
Republik Indonesia belum lahir…….lahirnya baru 18
Agustus 1945, setelah UUD 45 disyahkan …he-he-he..)
Teks Proklamasi ini , di susun pada malam Jum’at Legi.

Itulah makna yang perlu kita ingat keterkaitan Bulan
Rojab hingga Romadlon yang punya makna besar bagi
INDONESIA. 

Demikian sedikit Tanbih tentang bulan Rojab, semoga
bermanfaat.
Subhaanakallohuma Wabihamdika Asyhaduanlaailahaillaa
anta Astaghfiruka wa'atubuilayka.

Wassalamualaykum warohmatullohi wabarokatuhu,

dodi indra
yangdhoifdanbarubelajarhidup
========================
Bismillahirrohmaanirrohiim
Cinta Tanah Air Bagian Dari Iman
(Akhirot Tanah Air Haqiqi)
10
____________________________


Wasalam,

dodi indras

================================
Bismillaahirrohmaanirrohiim
CINTA TANAH AIR BAGIAN DARI IMAN
10
--------------------------------

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 



Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya 
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links



 




Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh 
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya 
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu 
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang 
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas 
yang engkau mampu. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke