Bismillahirrohmanirrohiim, Alhamdulillaahi Robbil `alamiina, al qooilu fii kitabihil kariim. Wash-sholatu was salaamu'ala asy-syrofil mursaliin sayyidina Muhammadin shollallohu'alaihi wasallama wa'ala aalihi wa ash-haabihi ajma'in ammaaba'du.
Saudaraku yang insya Alloh dimuliakan Alloh SWT, Ada dua pendapat besar terkait dengan perintah dan larangan suatu perbuatan / amal. Satu pendapat, melihat dari sisi, jika tidak ada perintah maka hukumnya terlarang. Pendapat ini sedikit rancu, karena biasanya para ulama atau penganut faham ini, akan memisahkan soal Ibadah menjadi pengertian yang sangat sempit , yaitu hanya yang terkait dengan ibadah akhirot (syar'I ) saja, sedang masalah yang terkait dengan kehidupan, dimasukkan bukan ibadah, sehingga dihukumi , tidak mengapa / boleh walau tidak ada tuntunan / Nash untuk masalah itu. Hal ini biasa dipisah dan disebut perkara muamalah oleh yang berfaham begini. Namun, ada lagi pendapat ulama yang menyebutkan sebaliknya, yaitu, jika tidak ada hokum yang mengharamkan, maka hanya dihukumi mubah / boleh, bahkan jika membawa kemaslahatan bagi umat, menjadi sunnah. Para ulama yang mengikuti faham ini, tidaklah membedakan Ibadah itu hanya yang terkait akhirot ( Syar'I ) saja, namun Ibadah itu juga harus setiap detik, setiap saat, segala perbuatan selama hidup. Jadi memahami Ibadah itu tidak sempit, karena muamalahpun harus menjadi ibadah dengan niat dan itiqod yang selalu dikaitkan dengan Alloh SWT. Ayat-ayat yang menjadi landasan pemahaman ini adalah : QS Adz Dzaariyat ayat 56 : " Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka berIbadah pada-Ku ". QS Al A'roof (7) ayat : 33 Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui". QS Al Hasyr (59) :al ayat 7 bagian akhir : .. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. QS Al Maidah ayat 87 : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Soal Ibadah ini, Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah mempunyai pendapat. Penjelasan Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah tentang firman Alloh : " Ya ayyuhannas u'buduu robbakum ( wahai manusia, hendaklah kalian beribadah kepada Robbmu), maka beliau menjelaskan dalam kitab Ubuudiyah sebagai berikut : "IBADAH itu adalah satu kata yang meliputi dan mencakup segala perbuatan dan perkataan yang dicintai serta diridhoi oleh Alloh SWT, adapun wujud Ibadah itu adalah berupa : shalat, puasa , zakat, haji, berkata jujur, menyampaikan amanah, hormat kepada orang tua, memelihara hubungan silahturohmi, menepati janji, menegakkan amar ma'ruf nahyi mungkar, berbuat baik pada sesame manusia, menyayangi binatang, berdzikir dan lain sebagainya. Dan wujud lain dari Ibadah kepada Alloh SWT adalah dengan mencintai Alloh dan RosulNYA, takut kepada Alloh, kembali (bertaubat) kepadaNYA, sabar serta ikhlas dalam menjalankan semua syariatNYA, mensyukuri atas segala nikmatNYA, ridho terhadap qodo' dan qodarNYA, mengharap rahmatNYA, takut akan adzabNYA, dan lain sebagainya " Penjelasan yang sangat menarik adalah bahwa rasululloh SAW menetapkan bahwa segala amal perbuatan yang dikerjakan oleh setiap manusia untuk keperluan hidupnya dan usahanya termasuk juga Ibadah karena dapat disetarakan dengan sholat dan jihad dijalan Alloh, selama berpegang teguh kepada syarat sebagai berikut : 1. Semua Amal perbuatan tadi sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam. 2. Harus disertai niat yang baik hanya karena Alloh serta mengharap ridho dariNYA. 3. Amal pekerjaan itu haruslah dikerjakan dengan baik, hati-hati, rajin dengan menjaga kehormatan diri, keluarga, kesejahteraan umat dan demi kemakmuran dunia. Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim berikut ini untuk pedoman :" Bahwa Rosululloh SAW bersabda: Sesungguhnya Alloh telah mencatat (menetapkan) amal yang baik atas segala sesuatu ", juga "Berbuat baik terhadap semua yang bernyawa ada pahalanya ", serta hadits Riwayat Imam Baihaqi berikut : dari Aisyah RA , Rosululloh SAW bersabda : Sesungguhnya Alloh menyukai apabila salah seorang diantara kamu melakukan sesuatu pekerjaan dengan tekun serta teliti". 4. Dalam melakukan amal ini harus mengikuti ketentuan yang digariskan Alloh, tidak boleh berbuat dzalim dan kianat, tidak menipu, apalagi sampai merampas hak orang lain. 5. Tidak boleh melupakan amalan yang bersifat ukhrowi (akhirat) karena disibukkan dengan mengerjakan amalan yang bersifat duniawi. Firman Alloh QS Al Munaafiquun ayat 9 : " Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi." Juga QS An Nuur ayat 37 : "Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang." Dari kedua ayat tadi, dapatlah diartikan bahwa Ibadah Ukhrowi itu lebih utama dibandingkan Ibadah Duniawi. Namun, Allohpun menilai bahwa mencari rizqi (karunia Alloh) itu juga utama, sehingga disetarakan dengan orang yang berjihad dijalan Alloh sebagaimana firmanNYA QS Al Muzzammil ayat 20 : "Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hujatul Islam, Imam Al Ghazali dalam menjelaskan QS Adz Dzaariyat ayat 56 : " Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka berIbadah pada-Ku ". Beliau mengatakan : Sesungguhnya Islam itu tidak hanya terdiri dari amalan yang dapat dihitung dengan jari-jari tangan, sama sekali tidak, sesungguhnya di dalam hidup seseorang, ia membawa sesuatu tugas yang terarah dan bertujuan, yaitu segala amal perbuatan, baik berupa perkataan, perbuatan, tingkah laku, serta sikap diamnya yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan merupakan bentuk ibadah kepada Alloh SWT. Nah , saudaraku, ketika ada ajakan untuk meningkatkan amal ibadah kita, misalnya : Di bulan ROJAB , apakah kita mau menolaknya ? atau mau mengikutinya ? Tentulah itu semua terpulang kepada saudaraku semuanya masing-masing. QS Ali Imron berikut ini : 145. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. 185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. QS Asy Syuuraa, ayat : 15 ....Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)" Demikian saudaraku, semoga kita diberi cahaya Iman, agar bisa mengambil yang manfaat bagi dunia dan akhirot kita, amiin. Mohon maaf jika ada kesalahan dan perbedaan pemahaman, semoga Alloh meluruskan niat kita, hanya Alloh yang Maha Benar. Subhaanakallohuma Wabihamdika Asyhaduanlaailahaillaa anta Astaghfiruka wa'atubuilayka. Wassalamualaykum warohmatullohi wabarokatuhu, dodi indra yangdhoifdanbarubelajarhidup ======================== Bismillahirrohmaanirrohiim Cinta Tanah Air Bagian Dari Iman (Akhirot Tanah Air Haqiqi) 10 ____________________________ --- In [email protected], "Radiansyah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dari milis tetangga, mungkin bisa didiskusikan buat Bapak2 yg ilmunya dilebihkan, saya mengirimkan ini dlm rangka mencari ilmu dan sharing dari Bapak2/ Ibu yg lebih paham mengenai ini . Kebenaran hanya milik Allah SWT. > > Hadits Palsu Seputar Amalan Bulan Rajab > Senin, 22 Agustus 2005 - 23:54:44 :: kategori Fiqh > Penulis: Al Ustadz Abu Al Mundzir Dzul Akmal As Salafiy. > > .: :. > > 1. ÍÏíË : ÑÌÈ ÔåÑ Çááå, æÔÚÈÇä ÔåÑí, æÑãÖÇä ÔåÑ ÃãÊì. Ýãä ÕÇã ãä ÑÌÈ íæãíä. Ýáå ãä ÇáÃÌÑ ÖÚÝÇä, ææÒä ßá ÖÚÝ ãËá ÌÈÇá ÇáÏäíÇ, Ëã ÐßÑ ÃÌÑ ãä ÕÇã ÃÑÈÚÉ ÃíÇã, æãä ÕÇã ÓÊÉ ÃíÇã, Ëã ÓÈÚÉ ÃíÇã Ëã ËãÇäíÉ ÃíÇã, Ëã åßÐÇ: Åáì ÎãÓÉ ÚÔÑ íæãÇ ãäå. > > Artinya : "Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam), sedangkan Ramadhan bulan ummat Saya. Barang siapa berpuasa di bulan Rajab dua hari, baginya pahala dua kali lipat, timbangan setiap lipatan itu sama dengan gunung gunung yang ada di dunia, kemudian disebutkan pahala bagi orang yang berpuasa empat hari, enam hari, tujuah hari, delapan hari, dan seterusnya, sampai disebutkan ganjaran bagi orang berpuasa lima belas hari. > > Hadits ini "Maudhu`" (Palsu). Dalam sanad hadits ini ada yang bernama Abu Bakar bin Al Hasan An Naqqaasy, dia perawi yang dituduh pendusta, Al Kasaaiy- rawi yang tidak dikenal (Majhul). Hadits ini juga diriwayatkan oleh pengarang Allaalaiy dari jalan Abi Sa`id Al Khudriy dengan sanad yang sama, juga Ibnu Al Jauziy nukilan dari kitab Allaalaiy. > > 1. ÍÏíË : ãä ÕÇã ËáÇËÉ ÃíÇã ãä ÑÌÈ, ßÊÈ áå ÕíÇã ÔåÑ, ãä ÕÇã ÓÈÚÉ ÃíÇã ãä ÑÌÈ, ÃÛáÞ Çááå Úäå ÓÈÚÉ ÃÈæÇÈ ãä ÇáäÇÑ, æãä ÕÇã ËãÇäíÉ ÃíÇã ãä ÑÌÈ, ÝÊÍ Çááå áå ËãÇäíÉ ÃÈæÇÈ ãä ÇáÌäÉ, æãä ÕÇã äÕÝ ÑÌÈ ÍÇÓÈå Çááå ÍÓÇÈÇ íÓíÑÇ. > Artinya : "Barang siapa berpuasa tiga hari di bulan Rajab, sama nilainya dia berpuasa sebulan penuh, barang siapa berpuasa tujuh hari Allah Subhana wa Ta`ala akan menutupkan baginya tujuh pintu neraka, barang siapa berpuasa delapan hari di bulan Rajab Allah Ta`ala akan membukakan baginya delapan pintu sorga, siapapun yang berpuasa setengah dari bulan Rajab itu Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah sekali." > > Diterangkan di dalam kitab Allaalaiy setelah pengarangnya meriwayatkannya dari Abaan kemudian dari Anas secara Marfu` : Hadits ini tidak Shohih, sebab Abaan adalah perawi yang ditinggalkan, sedangkan `Amru bin Al Azhar pemalsu hadits, kemudian dia jelaskan : Dikeluarkan juga oleh Abu As Syaikh dari jalan Ibnu `Ulwaan dari Abaan, adapun Ibnu `Ulwaan pemalsu hadits. > > 2. ÍÏíË : Åä ÔåÑ ÑÌÈ ÔåÑ ÚØíã. ãä ÕÇã ãäå íæãÇ ßÊÈ áå Õæã ÃáÝ ÓäÉ ÅáÎ. > Artinya : "Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang mulia. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan tersebut berarti sama nilainya dia berpuasa seribu tahun-dan seterusnya. > > Diriwayatkan oleh Ibnu Syaahin dari `Ali secara Marfu`. Dan dijelaskan dalam kitab Allaalaiy : Hadits ini tidak Shohih, sedangkan Haruun bin `Antarah selalu meriwayatkan hadits-hadits yang munkar. > > 3. ÍÏíË : ãä ÕÇã íæãÇ ãä ÑÌÈ, ÚÏá ÕíÇã ÔåÑ-ÅáÎ > Artinya : "Barang siapa yang berpuasa di bulan Rajab satu hari sama nilainya dia berpuasa sebulan penuh dan seterusnya". > > Diriwayatkan oleh Al Khathiib dari jalan Abi Dzarr Marfu`. Di sanadnya ada perawi : Al Furaat bin As Saaib, dia ini perawi yang ditinggalkan. > > Berkata Al Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya "Al Amaaliy" : sepakat diriwayatkan hadist ini dari jalan Al Furaat bin As Saaib- dia ini lemah- Rusydiin bin Sa`ad, dan Al Hakim bin Marwaan, kedua perawi ini lemah juga. > > Sesungguhnya Al Baihaqiy juga meriwayatkan hadits ini di kitabnya : "Syu`abul Iman" dari hadits Anas, yang artinya : "Siapapun yang berpuasa satu hari di bulan Rajab sama nilainya dia berpuasa satu tahun." Di menyebutkan hadits yang sangat panjang, akan tetapi di sanad hadits ini juga ada perawi ; `Abdul Ghafuur Abu As Shobaah Al Anshoriy, dia ini perawi yang ditinggalkan. Berkata Ibnu Hibbaan : "Dia ini termasuk orang orang yang memalsukan hadits". > > 4. ÍÏíË : ãä ÃÍíÇ áíáÉ ãä ÑÌÈ, æÕÇã íæãÇ. ÃØÚãå Çááå ãä ËãÇÑ ÇáÌäÉ ÅáÎ. > Artinya : "Barang siapa yang menghidupkan satu malam bulan Rajab dan berpuasa di siang harinya, Allah Ta`ala akan memberinya makanan dari buah buahan sorga- dan seterusnya." > > Diriwayatkan dalam kitab Allaalaiy dari jalan Al Husain bin `Ali Marfu`: Berkata pengarang kitab : Hadits ini Maudhu` (palsu). > > 5. ÏíË : ÃßËÑæÇ ãä ÇáÇÓÊÛÝÇÑ Ýì ÔåÑ ÑÌÈ. ÝÅä ááå Ýì ßá ÓÇÚÉ ãäå ÚÊÞÇÁ ãä ÇáäÇÑ, æÅä ááå áÇ íÏÎáåÇ ÅáÇ ãä ÕÇã ÑÌÈ. > Artinya : "Perbanyaklah Istighfar di bulan Rajab. Sesungguhnya Allah Ta`ala membebaskan hamba hambanya setiap sa`at di bulan itu, dan Sesungguhnya Allah Ta`ala mempunyai kota kota di Jannah-Nya yang tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang berpuasa di bulan itu. > > Dikatakan dalam "Adz dzail" : Dalam sanadnya ada rawi namanya Al Ashbagh : Tidak bisa dipercaya. > > 6. ÍÏíË : Ýì ÑÌÈ íæã æáíáÉ, ãä ÕÇã Ðáß Çáíæã, æÞÇã Êáß ÇááíáÉ. ßÇä áå ãä ÇáÃÌÑ ßãä ÕÇã ãÇÆÉ-ÅáÎ. > Artinya : "Di bulan Rajab ada satu hari dan satu malam, siapapun yang berpuasa di hari itu, dan mendirikan malamnya. Maka sama nilainya dengan orang yang berpuasa seratus tahun dan seterusnya. > > Dikatakatan dalam "Adz dzail" : Di dalam sanadnya ada nama rawi Hayyaj, dia adalah rawi yang ditinggalkan. > > Dan demikian disebutkan tentang : "Berpuasa satu hari atau dua hari di bulan itu." > > Disebutkan juga dalam "Adz dzail : Sanad hadits ini penuh dengan kegelapan sebahagian atas sebahagian lainnya, di dalam sanadnya ada perawi perawi yang pendusta : Dan demikian diriwayatkan : "Bahwa Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam berkhutbah pada hari jum`at sepekan sebelum bulan Rajab. Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam berkata : "Hai sekalian manusia! Sesungguhnya akan datang kepada kalian satu bulan yang mulia. Rajab bulan adalah bulan Allah yang Mulian, dilipat gandakan kebaikan di dalamnya, do`a do`a dikabulkan, kesusahan kesusahan akan di hilangkan." Ini adalah Hadist yang Munkar. > > Dan dalam hadits yang lain : "Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, dan mendirikan satu malam dari malam malamnya, maka Allah Tabaraka wa Ta`ala akan membangkitkannya dalam keadaan aman nanti di hari Kiamat- dan seterusnya." > > Di dalam sanad hadits ini : Kadzaabun (para perawi pendusta). > > Demikian juga hadits : "Barang siapa yang menghidupkan satu malam di bulan Rajab, dan berpuasa di siang harinya: Allah akan memberikan makanan buatnya buah buahan dari Sorga- dan seterusnya." > > Didalam sanadnya : Para perawi pembohong/pemalsu hadits. > > Demikian juga hadits : "Rajab bulan Allah yang Mulia, dimana Allah mengkhususkan bulan itu buat diri-Nya. Maka barang siapa yang berpuasa satu hari di bulan itu dengan penuh keimanan dan mengharapkan Ridho Allah, dia akan dimasukan ke dalam Jannah Allah Ta`ala- dan seterusnya." > > Didalam sanadnya : Para perawi yang ditinggalkan. > > Demikian juga hadits : "Rajab bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullahu Shollallahu `alaihi wa Sallam, Ramadhan bulan ummat Saya." Demikian juga hadits : "Keutamaan bulan Rajab di atas bulan bulan lainnya ialah : seperti keutamaan Al Quran atas seluruh perkataan perkataan lainnya- dan seterusnya." > Berkata Al Imam Ibnu Hajar : Hadits ini Palsu. > Berkata `Ali bin Ibraahim Al `Atthor dalam satu risalahnya : "Sesungguhnya apa apa yang diriwayatkan tentang keutamaan tentang puasa di bulan Rajab, seluruhnya Palsu dan Lemah yang tidak ada ashol sama sekali. Berkata dia : "`Abdullah Al Anshoriy tidak pernah puasa di bulan Rajab, dan dia melarangnya, kemudian berkata : "Tidak ada yang shohih dari Nabi Muhammad Shollallahu `alaihi wa Sallam satupun hadist mengenai keutamaan bulan Rajab." Kemudian dia berkata : Dan demikian juga : "Tentang amalan amalan yang dikerjakan pada bulan ini : Seperti mengeluarkan Zakat di dalam bulan Rajab tidak di bulan lainnya." Ini tidak ada ashol sama sekali. > > Dan demikian juga, "Dimana penduduk Makkah memperbanyak `Umrah di bulan ini tidak seperti bulan lainnya." Ini tidak ada asal sama sekali sepanjang pengetahuan saya. Dia berkata : "Diantara yang diada-adakan oleh orang yang `awwam ialah : "Berpuasa di awal kamis di bulan Rajab," yang keseluruhannya ini adalah : Bid`ah. > > Dan diantara yang mereka ada adakan juga di bulan Rajab dan Sya`ban ialah : "Mereka memperbanyak ketaatan kepada Allah melebihi dari bulan bulan lainnya." > > Adapun yang diriwayatkan tentang : "Bahwa Allah Ta`ala memerintahkan Nabi Nuh `Alaihi wa Sallam untuk membuat kapalnya di bulan Rajab ini, serta diperintahkan kamu Mu`minin yang bersama dia untuk berpuasa di bulan ini." Ini Hadits Maudhu` (Palsu). > > Diantara bid`ah-bid`ah yang menyebar di bulan ini adalah : > 1. Sholat Ar Raghaaib. > Sholat Ar Raghaaib ini diamalkan di setiap awal Jum`at di bulan Rajab. > > Ketahuilah semoga Allah Tabaraka wa Ta`ala merahmatimu- bahwa mengagungkan hari ini, malam ini sesungguhnya diadakan ke dalam Din Islam ini setelah abad keempat Hijriyah. (Lihat literatur berikut ini tentang bid`ahnya sholat Raghaib : > 1. "Iqtida` As Shiratul Mustaqim" : hal.283. Dan "Tulisan Ilmiyah diantara dua orang Imam ; Al `Izz bin `Abdus Salam dan Ibnu As Sholah sekitar Sholat Raghaaib." > 2. "Al Ba`itsu `Ala Inkari Al Bida` wa Al Hawaadist" : hal. 39 dan seterusnya. > 3. "Al Madkhal" oleh Ibnu Al Haaj : 1/293. > 4. "As Sunan wal Mubtadi`aat" : hal. 140. > 5. "Tabyiinul `Ujab bima warada fi Fadhli Rajab" : hal. 47. > 6. "Fataawa An Nawawiy" : hal. 26. > 7. "Majmu` Al Fataawa oleh Ibnu Taimiyah" : 2/2. > 8. "Al Maudhuu`aat" : 2/124. > 9. "Allaalaaiy Al mashnu`ah" : 2/57. > 10. "Tanzihus Syari`ah" : 2/92. > 11. "Al Mughni `anil Hifdzi wal Kitab" : hall. 297- serta bantahannya : Jannatul Murtaab. > 12. "Safarus Sa`adah" : hal. 150. > > Sepakat `Ulama tentang hadits-hadits yang diriwayatkan mengenai keutamaan bulan Rajab adalah palsu, sesungguhnya telah diterangkan oleh sekelompok Al Muhaditsin tentang palsunya hadits sholat Ar Raghaaib diantara mereka ialah : Al Haafidz Ibnu hajar, Adz Dzahabiy, Al `Iraaqiy, Ibnu Al Jauziy, Ibnu Taimiyah, An Nawawiy dan As Sayuthiy dan selain dari mereka. Kandungan dari hadits-hadits yang palsu itu ialraah mengenai keutamaan berpuasa pada hari itu, mendirikan malamnya, dinamakan "shalat Ar Raghaaib," para ahli Tahqiiq dikalangan ahli ilmu telah melarang mengkhususkan hari tersebut untuk berpuasa, atau mendirikan malamnya melaksanakan sholat dengan cara yang bid`ah ini, demikian juga pengagungan hari tersebut dengan cara membuat makanan makanan yang enak-enak, mengishtiharkan bentuk bentuk yang indah indah dan selain yang demikian, dengan tujuan bahwa hari ini lebih utama dari hari hari yang lainnya. > > 2. Sholat Ummu Daawud di pertengahan bulan Rajab. > > Demikian juga hari terakhir dipertengahan bulan Rajab, dilaksanakan sholat yang dinamakan sholat "Ummu Daawud" ini juga tidak ada asholnya sama sekali. "Iqtidaus Shiraatul Mustaqim" : hal. 293. > > Berkata Al Imam Al Hafidz Abu Al Khatthaab : "Adapun sholat Ar Raghaaib, yang dituduh sebagai pemalsu hadits ini ialah : `Ali bin `Abdullah bin jahdham, dia memalsukan hadits ini dengan menampilkan rawi rawi yang tidak dikenal, tidak terdapat diseluruh kitab." Pembahasan Abu Al Khatthaab ini terdapat dalam : > "Al Baa`its `Ala Inkaril Bida` wal Ahadist" : hal. 40. > Abul Hasan : `Ali bin `Abdullah bin Al Hasan bin Jahdham, As Shufiy, pengarang kitab : "Bahjatul Asraar fit Tashauf". > Berkata Abul Fadhal bin Khairuun : Dia pendusta. > Berkata selainnya : Dia dituduh sebagai pemalsu hadits sholat Ar Raghaaib. > > Lihat terjemahannya dalam : "Al `Ibir fi Khabar min Ghubar." : (3/116), "Al Mizan" : (3/142), "Al Lisaan" : (4/238), "Maraatul Jinaan" (3/28), "Al Muntadzim" : (8/14), "Al `Aqduts Tsamiin" : (6/179). > > Asal daripada sholat ini sebagaimana diceritakan oleh : At Thurthuusyiy dalam "kitabnya" : "Telah mengkhabarkan kepada saya Abu Muhammad Al Maqdisiy, berkata Abu Syaamah dalam "Al Baa`its" : hal. 33 : "Saya berkata : Abu Muhammad ini perkiraan saya adalah `Abdul `Aziz bin Ahmad bin `Abdu `Umar bin Ibraahim Al Maqdisiy, telah meriwayatkan darinya Makkiy bin `Abdus Salam Ar Rumailiy As Syahiid, disifatkan dia sebagai As Syaikh yang dipercaya, Allahu A`lam." Berkata dia: tidak pernah sama sekali dikalangan kami di Baitul Maqdis ini diamalkan sholat Ar Raghaaib, yaitu sholat yang dilaksanakan di bulan Rajab dan Sya`ban. Inilah bid`ah yang pertama kali muncul di sisi kami pada tahun 448 H, dimana ketika itu datang ke tempat kami di Baitil Maqdis seorang laki laki dari Naabilis dikenal dengan nama Ibnu Abil Hamraa`, suaranya sangat bagus sekali dalam membaca Al Quran, pada malam pertengahan (malam keenam belas) di bulan Sya`ban dia mendirikan sholat di Al Masjidil Aqsha dan sholat di belakangnya satu orang, lalu bergabung dengan orang ketiga dan keempat, tidaklah dia menamatkan bacaan Al Quran kecuali telah sholat bersamanya jama`ah yang banyak sekali, kemudian pada tahun selanjutnya, banyak sekali manusia sholat bersamanya, setelah itu menyebarlah di sekitar Al Masjidil Aqsha sholat tersebut, terus menyebar dan masuk ke rumah rumah manusia lainnya, kemudian tetaplah pada zaman itu diamalkan sholat tersebut yang seolah olah sudah menjadi satu sunnah di kalangan masyarakat sampai pada hari kita ini. Dikatakan kepada laki laki yang pertama kali mengada-adakan sholat itu setelah dia meninggalkannya, sesungguhnya kami melihat kamu mendirikan sholat ini dengan jama`ah. Dia menjawab dengan mudah : "Saya akan minta ampun kepada Allah Ta`ala." > > Kemudian berkata Abu Syaamah : "Adapun sholat Rajab, tidak muncul di sisi kami di Baitul Maqdis kecuali setelah tahun 480 H, kami tidak pernah melihat dan mendengarnya sebelum ini." (Al Baa`itsu : hal. 32-33). > > Fatwa Ibnu As Sholaah tentang sholat Ar Raghaaib, Malam Nishfu Sya`ban > > 3. Sholat Al Alfiah. > Sesungguhnya As Syaikh Taqiyuddin Ibnu As Sholaah rahimahullah Ta`ala pernah dimintai fatwa tentang hal ini, lalu beliau menjawab : > "Adapun tentang sholat yang dikenal dengan sholat Ar Raghaaib adalah bid`ah, hadits yang diriwayatkan tentangnya adalah palsu, dan tidaklah sholat ini dikenal kecuali setelah tahun 400 H, tidak ada keutamaan malamnya dari malam malam yang lainnya. Lihat Hadist hadist ini dalam kitab yang disebutkan di atas hal. 100-101, dan hal. 439-440. > > Diterjemahkan dari kitab Al Fawaaid Al Majmu`ah, Al Ahadiits Al Maudhu`ah, karya Syaikhul Islam Muhammad Bin `Ali As Syaukaniy (Wafat : 1250 H) > > > (Dikutip dari website http://thullabul-ilmiy.or.id/modules/news/artikel.php?storyid=3, judul asli "Hadist-Hadist Palsu Mengenai Keutamaan Bulan Rajab.", diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Al Mundzir As Salafiy.) > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of dodi indraswanto > Sent: Monday, July 24, 2006 9:31 AM > To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED] > Subject: [keluarga-islam] Bulan Rojab, bulan yang mulia, bulannya ALLOH SWT > > Ass.Wr.Wb. > Sekedar pengingat (Tanbih)... > > Bulan Rojab, bulan yang mulia, bulannya ALLOH SWT. > > Sebuah hadits menyebutkan, Nabi SAW bersabda : " > Rojabu Syahrulloh ", bulan Rojab itu bulannya Alloh. > > Sebentar lagi, akan kita masuki bulan Rojab ini. > Jika kanjeng Nabi Muhammad SAW sampai dawuh, bahwa > bulan Rojab itu bulannya Alloh, maka pasti ada rahasia > yang besar terhadap hal ini. > > Salah satunya adalah Kanjeng Nabi SAW di Isro' Mi'roj > kan oleh Alloh di Bulan ini. > Nabi Muhammad SAW yang selama 12 tahun menjadi Nabi, > beliau hanya menerima informasi informasi atau NABA' > saja. > Beliau terima naba' bahwa dahulu ada nabi penghulu > manusia sekarang bernama Adam, ada nabi pemimpin > manusia bernama Ibrahim, Nabi Yusuf, Nabi Musa, dan > sebagainya, namun beliau belum pernah bertemu nabi > nabi yang diinformasikan tersebut. > > Juga beliau menerima informasi tentang surga itu ada, > juga ada neraka, dan beliau belum membuktikan hal itu. > > Maka untuk membuktikan apa yang diinformasikan > tersebut, nabi Muhammad SAW di mi'rojkan oleh Alloh > SWT. > Pelaksanaannya , dipilih di bulan ROJAB. > > Mengapa bulan Rojab ? > Salah satunya, Rojab itu adalah bulan yang ke 7, dan > nabi Muhammad SAW mi'roj itu juga naik ke langit 7, > manusia itu juga diciptakan prosesnya melalui 7 > tingkat. > > Bulan Rojab itu juga, salah satu dan awal dari sebuah > do'a yang diajarkan oleh Rosululloh SAW : > > "Allohumma Baarik lanaa fii Rojabbin wa Sya'baana > waballighnaa Romadloona , > Yaa Alloh, berilah berkah untuk kami di bulan Rojab > dan di bulan Sya'ban dan sampaikanlah usiaku sampai > bulan Romadlon " > > Begitu mulianya, 3 bulan ini, sehingga dirangkaikan > dalam sebuah do'a yang diajarkan oleh Rosululloh SAW. > Yang sering kita dengar, adalah kemuliaan bulan > Romadlon, yaitu akan turunnya Al Qur'an dan sebuah > malam yang nilainya melebihi 1000 bulan, yaitu > Lailatul Qodar. > Kita semua pasti menginginkan mendapatkan hal itu. > Akan dapatkah kita memperolehnya ? > Insya Alloh, jika kita ingin memperolehnya, harus kita > siapkan mulai dari bulan Rojab ini. > Kita diajarkan oleh Al Qur'an, surat Asr ayat pertama > " Wal Asri .Ingatlah waktu " > Jika ingin memperoleh kemuliaan di bulan Romadlon, > diawali dengan mengingat bulan Rojab, untuk > meningkatkan amal kita dari bulan-bulan sebelumnya. > Demikianlah Rosululloh menuntun kita dengan do'a tadi. > Banyak amalan sunnah lainnya yang baik dilakukan > dibulan Rojab ini, diantaranya adalah : > > 1. Mandi di awal bulan Rojab > 2. Memperbanyak Do'a yang sudah disebut diatas > 3. Memperbanyak bersholawat > 4. Memperbanyak bertasbih > 5. Berpuasa sunnah > 6. Memperbanyak sholat sunnah malam > > Demikian sedikit pengingat bagi kita yang suka untuk > mengamalkan amalan sunnah, khususnya terkait dengan > akan datangnya Bulan ROJAB > > Adakah bulan Rojab bermakna bagi bangsa Indonesia ? > > Bagi kita, bangsa Indonesia ini, ada peristiwa hebat > di bulan ROJAB sampai ROMADLON. > > Tanggal 12 Rojab bertepatan saat itu dengan hari > Jum'at Kliwon, terjadilah penyusunan Konstitusi, yang > disebut PIAGAM JAKARTA, yang akan menjadi cikal bakal > Pembukaan pada UUD 1945. > > Dan dibulan ROMADLON tanggal 9, terjadilah PROKLAMASI > KEMERDEKAAN INDONESIA ( bukan Republik Indonesia > lho karena tanggal itu, bertepatan 17 Agustus 1945, > Republik Indonesia belum lahir .lahirnya baru 18 > Agustus 1945, setelah UUD 45 disyahkan he-he-he..) > Teks Proklamasi ini , di susun pada malam Jum'at Legi. > > Itulah makna yang perlu kita ingat keterkaitan Bulan > Rojab hingga Romadlon yang punya makna besar bagi > INDONESIA. > > Demikian sedikit Tanbih tentang bulan Rojab, semoga > bermanfaat. > Subhaanakallohuma Wabihamdika Asyhaduanlaailahaillaa > anta Astaghfiruka wa'atubuilayka. > > Wassalamualaykum warohmatullohi wabarokatuhu, > > dodi indra > yangdhoifdanbarubelajarhidup > ======================== > Bismillahirrohmaanirrohiim > Cinta Tanah Air Bagian Dari Iman > (Akhirot Tanah Air Haqiqi) > 10 > ____________________________ > > > Wasalam, > > dodi indras > > ================================ > Bismillaahirrohmaanirrohiim > CINTA TANAH AIR BAGIAN DARI IMAN > 10 > -------------------------------- > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > > > Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. > Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. > Yahoo! Groups Links > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/wDNolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
