assalamualaikum....

wah...alhamdulillah....terimakasih ya pak wandy...jawaban yg diberikan cukup memuaskan...I.4JJI saya juga akan baca-baca lagi buku tentang shalat...kalo ada rekomendasi buku tlg dikasi tau ya....terimakasih sebelumnya...

wassalamualaikum...

wandysulastra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wa'alaikum salam wr wb...

Menganggapi pertanyaan Ibu Yani, ada beberapa pendapat ulama tentang
hal ini:

1. Sujud dengan meletakkan kedua lutut terlebih dahulu baru kemudian
meletakkan kedua tangan. Dalilnya adalah:

Dari Wail bin Hujr, berkat, "Aku melihat Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam ketika hendak sujud meletakkan kedua
lututnya sebelum kedua tangannya dan apabila bangkit mengangkat dua
tangan sebelum kedua lututnya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Tirmidzi An-Nasa'i, Ibnu
Majah dan Ad-Daarimy)

Namun menurut Ulama yang lain, hadits2 yang menyebutkan lutut dahulu
baru tangan seperti hadits diatas adalah tidak sah, yang sah adalah
sebaliknya. Berikut dalil2nya yang menurut mereka lebih shahih:

"Beliau meletakkan kedua tangannya ke tanah sebelum meletakkan kedua
lututnya"(HR. Ibnu Khuzaimah, Daruqthni, dan Hakim. Disahkan oleh
Hakim dan disetujui oleh Adzhabi)

Rasulullah bersabda:
"Apabila seseorang diantara kamu bersujud, janganlah turun seperti
turunnya unta, tetapi hendaklah ia meletakkan kedua tangannya
sebelum lututnya."(HR Abu Dawud, Nasa'i, dengan sanad shahih,
disahkan oleh Abdul Haq dalam kitab al-ahkam al-kubra (54/1))

Pendapat yang kedua ini sejalan dengan pendapat Imam Malik dan Imam
Ahmad seperti termuat dalam kitab At-Tanqiq Karya Ibnul Jauzi
(108/2). Imam Marwazi meriwayatkan hal ini dalam kitab Masa-il
(1/147/1) dengan sanad Shahih dari Imam Auza'i, ujarnya: "Saya
menyaksikan orang2 menurunkan tangannya ke tanah sebelum meletakkan
lututnya".

2. Dalam masalah ini pun ada beberapa hadits yang berbeda, ada yang
menjelaskan bahwa jari telunjuk digerak-gerakkan, ada yang
menjelaskan bahwa jari telunjuk hanya sekedar diisyaratkan
(menunjuk) dan tidak menggerakkannya. Dalilnya adalah:

"Kemudian beliau duduk, maka beliau hamparkan kakinya yang kiri dan
menaruh tangannya yang kiri atas pahanya dan lututnya yang kiri dan
ujung sikunya diatas paha kanannya, kemudian beliau menggenggam jari-
jarinya dan membuat satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau
maka aku lihat beliau menggerak-gerakkannya berdo'a dengannya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa-i).

"Dari Abdullah Bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam berisyarat dengan jarinya ketika
berdoa dan tidak menggerakannya."
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud).

Yang menjadi masalah pada hadits2 diatas adalah penyebutan lafadz
laa yuharrikuha (jari telunjuk tidak digerak2an) dan yuharrikuha
(jari telunjuk digerak2an) yang kedua-duanya dianggap lemah.

Pendapat Para Ulama Dalam Masalah Ini.

Pertama : Tidak digerak-gerakkan. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah
dan pendapat yang paling kuat dikalangan orang-orang Syafi'iyyah dan
Hanbaliyah dan ini juga merupakan pendapat Ibnu Hazm.

Kedua : Digerak-gerakkan. Dan ini merupakan pendapat yang kuat
dikalangan orang-orang Malikiyyah dan disebutkan oleh Al-Qodhi Abu
Ya'la dari kalangan Hanbaliyah dan pendapat sebagian orang-orang
Hanafiyyah dan Syafi'iyyah.

Ketiga : Ada yang mengkompromikan antara dua hadits di atas. Syaikh
Ibnu Utsaimin -rahimahullahu ta'ala- dalam Syarah Zaad Al-Mustaqni'
mengatakan bahwa digerak-gerakkan apabila dalam keadaan berdoa,
kalau tidak dalam keadaan berdoa tidak digerak-gerakkan. Dan Syaikh
Al-Albany -rahimahullahu Ta'ala- dalam Tamamul Minnah mengisyaratkan
cara kompromi lain yaitu kadang digerakkan kadang tidak.

3. Seperti masalah yang kesatu dan kedua, yang inipun ada sedikit
perbedaan pendapat. Ada hadits yang menyebutkan bahwa dalam sujud,
wanita harus mengempitkan tangannya ke lambung, sehingga berbeda
dengan laki-laki, yaitu seperti Hadits yang diriwayatkan oleh Abu
Dawud dalam kitab al-Marasil (87/117), dari Yazid bin Abi Hubaib.
Namun Hadits ini di-dhoif-kan seperti tersebut dalam Kitab Adh-
Dha'ifah no.2652. Dan pendapat yang dinyatakan shohih adalah seperti
Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ibrahim An-Nakha'i
menyatakan:

"Dalam Shalat wanita melakukannya sama dengan yang dilakukan oleh
laki-laki."

Dan sabda Nabi saw yang menyatakan: "Shalatlah kamu seperti kalian
melihat aku shalat"(HR. Bukhari,Muslim dan Ahmad)", Adalah berlaku
secara umum dan mencakup kaum perempuan.

Demikian Ibu Yani,

Wassalam
WnS

--- In [email protected], Yani Barliani Dwianna
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> assalamualaikum...
>
> saya mau menanyakan beberapa hal seputar shalat, soalnya saya
merasa masih kurang baik (dalam ilmu) tentang shalat :
>
> 1. kalo sujud, tangan dulu atau lutut duluan?
> 2. pas tahiyat. jari telunjuk digerak-gerakkan atau tidak?
> 3. untuk wanita, ketika sujud tangan dilebarkan sebatas bahu atau
dirapatkan dekat dada ?
> mohon bantuannya ya...dengan dalil-dalilnya juga sekalian...
>
> terima kasih...
>
> wassalamualaikum...






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/wDNolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/





Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke