|
wa alaikum salam,
ibu yani, mohon maaf sedikit menyela,
saya hanya ingin ingatkan bahwa dalam mempelajari agama sebaiknya langsung
dengan ustadz/ulama sehingga jelas penanggung jawab dari amalan kita, dan
seandainya ada ketidaktahuan maka bisa langsung ditanyakan kepada ustadz/ulama
tsb. Berbeda halnya dengan belajar dari buku (apalagi buku terjemahan), maka
bila kita belajar dari buku maka tidak jelas siapa penyusun buku tsb, meskipun
tertulis namanya, maksudnya adalah apakah orang yang menyusun buku tsb memiliki
ilmu atau sebatas meng-copy saja dari yang sudah ada, kemudian belajar dari buku
tidak bisa interaktif karena kita ketahui buku adalah sebuah benda mati dan
tidak mungkin kita bertanya kepada buku..? Menurut saya rusaknya agama bisa
disebabkan oleh orang yang belajar dari buku saja dan tidak melalui
ulama.
sekali lagi mohon maaf bila tidak
berkenan, al haq min Alloh wal-bathil minnii..
wassalam
__._,_.___ Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. YAHOO! GROUPS LINKS
|
- Re: [keluarga-islam] Re: tentang shalat Yani Barliani Dwianna
- Re: [keluarga-islam] Re: tentang shalat Ridwan
