Assalamu'alaikum,

Kalau bicara pernikahan dini, sebagai muslim kita ga usah bingung dan
seperti kebakaran jenggot bila mengetahui akan kritikan pada agama kita.
Setahu saya, tidak ada batasan usia menikah dalam agama islam,
khususnya kepada wanita.
Karena kata hadits, bagi seorang gadis adalah hak bapaknya untuk
menikahkannya kepada siapa saja yang bapaknya kehendaki walaupun tanpa
persetujuan si anak gadis, adapun bagi janda barulah si bapak wajib
mendapatkan persetujuan dari anak wanitanya itu.

Saya malahan punya pengalaman pribadi tentang kemenakan saya yang
perempuan, waktu itu kemenakan saya usianya belum berumur satu tahun,
ketika itu dinikahkan dengan seorang Habaib terkenal dari Jawa Timur,
alasannya karena Habaib ini kalau mau dakwah ke Jakarta, Singapura,
Malaysia atau Thailand, beliau transit di Jakarta dulu, baru kemudian
berangkat ke LN,
Nah dalam masa transit ke LN itu, beliau biasanya menginap di rumah
kakak kami untuk beberapa hari, baru kemudian meneruskan perjalanan.

Ketika beliau menginap itu, tentu akan menjadi risih bilamana saat
dirumah tidak ada siapa2 kecuali ibu-bu, karena beliau adalah bukan
mahrom.
Akhirnya keputusan diambil untuk menikahkannya dengan keponakan saya
yang belum berusia 1 tahun itu oleh bapaknya.
Maksudnya dengan adanya hubungan pernikahan itu, antara istri kakak
kami menjadi mahrom bagi beliau Habaib, karena istri kakak kami itu
statusnya mertua. Sehingga Walaupun beliau Habaib bolak-balik dirumah
tersebut, jadi tidak haram lagi walaupun dirumah saat itu hanya ada
istri kakak kami saja.

Begitulah prilaku orang2 sholeh untuk menghindari pertemuan bagi
orang2 yang pada awalnya bukan mahrom menjadi Mahrom.

Apalagi Rasulullah SAW, sebagai pelaksana risalah islam ini, tentu
mempunyai pertimbangan bermacam2 kepada sahabatnya Abu Bakar Assidiq.
Boleh jadi dengan pernikahan dininya dengan Siti Aisyah tersebut,
untuk menguatkan persahabatan dalam menopang Dakwah Islam, mengajarkan
bagaimana menghalalkan hubungan yang bukan mahrom menjadi mahrom
bilamana Rasulullah berkunjung bolak-balik ke rumah Saydina Abu Bakar,
karena disana juga tentu ada istri saydina Abu Bakar.

Perbedaannya, kalau pernikahan keponakan saya tidak diteruskan lagi
hingga keponakan saya itu besar (sudah ditalak), karena beliau Habaib
sekarang sudah punya rumah sendiri di Jakarta.  Sedangkan Rasulullah
SAW hingga Siti Aisyah besar dilanjutkan kedalam bahtera rumah tangga.
Mungkin karena Siti Aisyah sejak kecil sdh mengerti bahwa Rasulullah
SAW adalah suaminya, maka Rasulullah SAW tidak menceraikannya hingga
Beliau SAW wafat.

Demikian sebagai tambahan pengetahuan kita dalam melaksanakan Syariah
Islamiyah.
Kesimpulannya : Bahwa tidak ada pembatasan usia menikah bagi wanita,
dan yang berhak terhadap anak wanita selagi gadis adalah Bapaknya.


Wassalam.
Arland- Jkt.



--- In [email protected], "Admir.rable bestboy"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> sebagai orang Islam sebetulnya masalah spt ini GAMPANG Banget
menjawabnya
> ...ASAL  fikiran kita TIDAK MULUK-MULUK & Batin kita tidak ada rasa
SOMBONG
> secuil debupun terhadap ALLAH......
> 
> Begini...
> 
> Apa Urusan-nya & apa masalahnya itu orang-orang KAFIR & orang-orang
Munafik
> seperti Gus Dur sekeluarga dll  KISRUH  & meributkan tentang pernikahan
> Rosululloh dng Aisyah yg saat itu masih berumur 9 tahun..??..Padahal
 ALLAH
> me-RIDHO-i & MENGIZINKAN-NYA.....
> 
> Apalagi saat itu orang-orang ARAB dng usia yg masih semuda itu
badan-nya dah
> gede banget trus saat Aisyah di nikahi oleh Rosululloh saw Aisyah
juga OK-OK
> Saja, orang tuanya Aisyah ( ABu Bakar ) juga OK ....
> 
> Kenapa kita sebagai Umat Islam kok TIDAK MERIBUT-kan KELAKUAN BEJAD &
> MENJIJIK-kan yg selalu di lakukan oleh para Kaum Kafir & kaum Munafik
> seperti...Zina BEBAS...HOMOSEX BEBAS...LESBIAN BEBAS...BERHUBUNGAN
SEX dng
> BINATANG BEBAS....
> 
> Terus kenapa kita sebagai Penganut agama Islam agama ALLAH kok selalu
> terpengaruh dng ULAH para Orang Kafir yg SOK SUCI dng memepermasalahkan
> perbuatan yg JELAS-JELAS TERPUJI & TERHORMAT spt apa yg di lakukan Oleh
> Rosululloh menikahi siti Asisyah dll...
> 
> Seperti soal Pedofilia dll itu hanyalah ULAH para KAFIRUN &
MUNAFIKUN...yg
> mana dua manusia type ini adalah AMAT SANGAT DI BENCI oleh ALLAH
> swt.....masak kita sebagai Umat Islam mau aja di pengaruhi oleh para
> pengabdi IBLIS spt itu ...????
> 
> Salam JIHAD
> Agung AL-Pacitan
> 
> Pada 24 Oktober 2008 09:00, sri sunarsih <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> 
> >
> >
> > --- Pada *Jum, 24/10/08, adi eko <[EMAIL PROTECTED]>* menulis:
> >
> > Dari: adi eko <[EMAIL PROTECTED]>
> > Topik: [keluarga-islam] Tanya-Hukum menikah dengan anak 12 tahun?
> > Kepada: [email protected]
> > Tanggal: Jumat, 24 Oktober, 2008, 8:46 AM
> >
> >     Assalamu'alikum
> > Tanya nih kepada semua yang bisa ngasih jawaban dengan dalil yang
benar dan
> > tepat.
> >
> > bagaimana hukumnya menurut islam menikahi gadis yang masih 12
tahun, atau
> > dengan kata lain dibawah umur?
> >
> > soalnya saya baca di sirah nabi menikahi aisyah sekitar umur 12
th, ada
> > juga yang bilang 9 th. apakah sirah benar adanya atau ada hal lain?
> >
> > bagaimana pula dg syeikh puji (semarang) yang menikah dengan anak
12 th
> > dengan alasan dibolehkan agama?
> >
> > salam
> >
> > exap
> >
> >
> > ------------------------------
> > Dapatkan alamat Email baru Anda!
> >
<http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
> >
> > 
> >
>


Kirim email ke